KEBUTUHAN SDM USAHA WARUNG MAKAN

Jika Anda punya usaha warung makan, tentu membutuhkan seorang atau lebih untuk membantu usaha karena agak sulit untuk melakukan persiapan usaha di awal seorang diri. Anda mungkin membutuhkan karyawan untuk membantu Anda, tetapi kebutuhan terhadap tenaga k

Saji - - Panduan Usaha - TEKS WULAN AYODYA • VISUAL KHARISMA

Jika Anda baru buka Warung makan yang sederhana, pasti membutuhkan tenaga kerja yang jumlahnya belum terlalu banyak. Selain usaha awal yang biasanya belum bisa diprediksi akan ramai atau sepi, warung makan kecil memang belum membutuhkan karyawan yang banyak.Di awal usaha biasanya pemilik terjun langsung dalam aktivitas usaha sehari-hari seperti memasak, menyiapkan, melayani pembeli, menghitung dan mencatat transaksi penjualan. Pemilik usaha cukup memiliki seorang karyawan saja untuk membantu membersihkan peralatan-paeralatan dan warung, membantu memasak, membantu melayani pengunjung, dan sebagainya.

Apabila belum mampu untuk menggaji karyawan dengan layak, Anda dapat meminta bantuan orang-orang terdekat yang sekiranya memiliki waktu luang seperti pasangan, saudara, tetangga, atau teman dekat untuk membantu Anda dengan sistem upah harian, bagi hasil, dan upah khusus, tergantung kesepakatan. Memang terkesan kurang profesional, tapi terkadang karena pemilik belum menghasilkan pendapatan yang maksimal tidak ada salahnya memulai dengan sistem demikian. Jika usaha berkembang pesat dan sudah jelas pendapatannya, Anda harus mulai mempertimbangkan untuk menggaji karyawan dengan layak (sesuai UMR) karena Anda harus berkembang menjadi usaha warung makan yang lebih maju dan profesional.

Bagi Anda yang usahanya sudah mulai berjalan lancar dan penghasilannya sudah meraih keuntungan yang stabil disarankan untuk memiliki karyawan yang terstruktur untuk usaha warung makan. Maksudnya akan lebih baik jika punya beberapa karyawan dengan jabatan dan pembagian tugasnya masing-masing. Berikut ini kebutuhan SDM (Sumber Daya Manusia) atau tenaga kerja untuk usaha warung makan: 1. JURU MASAK

Jika Anda yang pintar memasak bisa memposisikan diri untuk jadi juru masak bagi usaha Anda.Bagi Anda yang kurang menguasai bidang masak memasak, menggunakan juru masak merupakan salah satu solusinya. Pilihlah juru masak yang sesuai, yaitu menguasai jenis masakan yang akan dijual di warung makan Anda. Pastikan dengan mencoba hasil masakannya. 2. PELAYAN

Apabila warung makan Anda mempunyai kapasitas ruangan yang besar tentunya membutuhkan pelayan dengan jumlah lebih dari satu orang. Pilihlah karyawan yang jujur dan berkelakuan baik sesuai dengan keinginan Anda agar dapat melayani pengunjung sebaik mungkin. 3. JURU CUCI

Juru cuci peralatan dibutuhkan oleh warung makan, tetapi dibedakan dengan pelayan. Pelayan fungsi dan tugasnya adalah melayani pengunjung di bagian depan warung, sedangkan juru cuci berada di bagian belakang warung untuk membersihkan peralatan kotor yang kemungkinan akan mengotori pakaian juga tangannya. Jadi, kurang tepat apabila pelayan melakukan tugas rangkap sebagai juru cuci. 4. ASISTEN JURU MASAK

Terkadang juru masak tidak mampu untuk mengolah masakan seorang diri terutama pada warung makan yang sudah mulai ramai. Juru masak membutuhkan pembantu untuk memasak lebih cepat. Biasanya asisten juru masak melakukan tugas menyiangi dan memotong bahan mentah, menyiapkan bumbu masak, dan menakar porsi. Selanjutnya proses memasaknya dilakukan oleh si juru masak. 5. KASIR

Kasir warung makan tidak sama dengan kasir restoran besar yang harus menguasai mesin kasir. Kasir warung makan melakukan transaksi pembayaran dengan cara manual. Kriteria kasir ini harus pintar menghitung, teliti, dan jujur. Namun bila pemilik usaha ingin merangkap sebagai juru masak dan kasir ini memungkinkan. Apalagi jika jenis warungnya menjual makanan matang yang sudah dimasak terlebih dahulu. 6. BAGIAN KEBERSIHAN

Pemilik membutuhkan karyawan di bidang kebersihan untuk membersihkan ruangan, kursi-meja makan dan lainya.

Keenam tugas dan jabatan tenaga kerja diatas yang dibutuhkan untuk usaha warung makan, untuk jumlah dan kriterianya Anda dapat sesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. Makin besar dan ramai usaha warung makan Anda maka akan membutuhkan jumlah tenaga kerja yang lebih banyak, sesuaikanlah dengan kebutuhan Anda! STANDAR PEMILIHAN KARYAWAN

Jika Anda sudah tahu apa saja kebutuhan karyawan untuk usaha rumah makan selanjutnya adalah menetapkan standar untuk pemilihan karyawan. Anda tak mungkin sembarangan saja kan mencari karyawan tentu ada standar pemilihannya (kualisifikasi). Untuk kriteria dan kualifikasinya tenaga kerja sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan pemilik. Standar pemilihan tenaga kerja yang dibutuhkan didasarkan pada hal-hal berikut: • Usia, • Jenis kelamin, • Keadaan fisik, • Lokasi alamat pekerja, • Mental dan temperamen si

pekerja, • Tingkat pendidikan, • Kesehatan, • Karakter (kerajinan, kejujuran,

dan sebagainya), • Minat dan keahlian pekerjaan, • Status pernikahan, dan • Pengalaman kerja.

Setelah klasifikasi tenaga kerja ditentukan, sesuaikan dengan aturan kerja yang akan dibuat. Aturan kerja sebaiknya dibuat sejak awal agar karyawan yang akan bekerja nanti sudah mengerti akan peraturan, tugas, dan tanggung jawabnya sebagai karyawan. Apabila sejak awal karyawan sudah menyepakati aturan kerja pada warung makan maka akan lebih mudah bagi Anda untuk mengatur tugas juga konsekuensi bila terjadi pelanggaran dalam tugas. ATURAN KERJA BIASANYA BERKENAAN DENGAN HAL-HAL BERIKUT: • Status Jabatan. • Aturan pemakaian alat

pekerjaan sesuai tugasnya. • Perincian pekerjaan dari awal

hingga akhir. • Latihan dan praktek yang dibutuhkan untuk meningkatkan ketrampilan dalam bekerja. • Jumlah gaji yang diterima. • Jam kerja yang berlaku. • Membuat tugas, hak dan kewajiban, tanggung jawab dan wewenang tenaga kerja sesuai dengan jabatannnya. • Membuat perjanjian kesepakatan sesuai dengan halhal seperti mental kepribadian, kesehatan fisik, bidang keahlian, usia dan pendidikan dari pekerja yang harus dipenuhi untuk melihat kemampuan dalam melaksanakan pekerjaan. • Sebelum memilih karyawan sebagai tenaga kerja di warung makan, sebaiknya pelajari riwayat hidupnya dalam surat lamaran. Anda dapat membuat pemberitahuan lewat iklan surat kabar atau dari mulut ke mulut pada orang sekitar kita untuk mencari karyawan. Apabila Anda memasang iklan di surat kabar, sebelumnya Anda harus melakukan proses seleksi dengan melakukan wawancara. Pilihlah karyawan dengan kriteria yang paling sesuai dengan kebutuhan usaha Anda. • Rekomendasi dari teman, saudara, atau orang lain yang dekat dengan sekitar Anda juga dapat dipertimbangkan. Akan tetapi, jangan melakukan prioritas memilih rekomendasi dengan mengesampingkan kriteria karyawan yang dibutuhkan. Contohnya, Anda memilih juru masak karena rekomendasi saudara tanpa mencoba terlebih dahulu rasa masakannya. Jangan sampai setelah dicoba ternyata masakannya tidak cocok dengan keinginan Anda tetapi Anda tetap menerimanya karena rasa tidak enak dengan saudara yang merekomendasikan. Dalam hal ini Anda harus bersikap tegas. BAGAIMANA PROSES PEREKRUTANNYA ?

Pemilihan karyawan untuk menjadi tenaga kerja sebaiknya melalui proses perekrutan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Memperkirakan jumlah karyawan dengan perhitungan jenis jabatan yang dibutuhkan usaha seperti tukang masak, pelayan, dan sebagainya, 2. Buatlah kriteria masing-masing

jabatan dan aturan kerjanya, 3. Membuat pemberitahuan dari mulut ke mulut dan iklan di media, 4. Melakukan proses wawancara, 5. Melakukan penilaian karyawan, 6. Mengambil keputusan pemilihan

karyawan, dan 7. Melakukan kesepakatan

perjanjian kerja.

Setelah melalui serangkaian proses di atas, Anda sudah dapat memilih karyawan yang diinginkan sesuai dengan yang usaha Anda butuhkan.

WULAN AYODYA UKMKU LEARNING CENTRE WWW.UKMKU.COM

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.