Saji nusantara:

Saji - - Halaman Depan - TEKS & FOTO ISRO HADI • VISUAL TRIANA TANGJONG

YUK, MENCOBA HIDANGAN DARI LAMPUNG

MENJELAJAHI KOTA LOMBOK

Nama “lombok” yang dalam bahasa Jawa berarti “cabai”, seperti sebuah kebetulan yang pas jika melihat deretan citarasa masakan Lombok, Nusa Tenggara Barat. Di sini, sajian dengan rasa pedas hasil perpaduan cabai, terasi, serta rempah jadi ciri sajian khasnya. Selain ayam taliwang yang melegenda, Tabloid SAJI mengajak pembaca mengenal sop asamasam iga tradisional Lombok yang terkenal dengan nama bebalung iga hingga sate bulayak dan nasi puyung yang nikmat. Ayo kita cicipi!

NASI BALAP PUYUNG

INAQ (IBU) ESUN Dusung Lingkung Daye,

Puyung, Lombok Tengah

Nasi Balap Puyung Inaq Esun merupakan salah satu kuliner legendaris di Lombok. Warung makan ini cukup dikenal masyarakat, bahkan jika kita bertanya dari radius belasan kilometer sebelum memasuki kawasan desa Puyung.

Warung ini tetap mempertahankan suasana asli dengan interior tradisional rumah Sasak berupa balai luas tanpa sekat dengan pencahayaan temaram dan duduk lesehan. Sebelum seperti ini, Ibu Esun biasa menjajakan masakannya dalam bentuk pincuk nasi di pasar-pasar antara lain Pasar Minggu, Pasar Puyung, dan Pasar Sukarare.

Nasi Balap Puyung sebenarnya sajian nasi dengan 2 macam lauk sejenis namun beda olahan. Yaitu ayam suwir goreng dan ayam suwir tumis sambal. Pelengkapnya adalah kacang kedelai goreng yang ditaburkan di atasnya. Ciri khas sajian ini terletak pada rasa pedasnya yang mengigit. Keistimewaan lainnya, ayam yang diolah adalah ayam kampung yang dibakar dulu sebelum dibumbui. Setelah itu, ayam direbus dalam keadaan utuh hingga empuk hanya menggunakan bumbu selama dua-tiga jam menggunakan tungku. Daging ayam kemudian dipisahkan dari tulang dan disuwir kasar, terakhir digoreng kering.

Untuk ayam tumis, ayam suwir digoreng setengah matang dan kemudian ditumis dengan cabai, bawang merah, bawang putih, garam, dan terasi. Ayam tumis inilah yang rasanya pedas menggigit. Pembeli dapat memilih empat tingkat kepedasan, yaitu tidak pedas, sedang, pedas, dan sangat pedas untuk setiap jenis ayam tumisnya. Terakhir, ayam goreng dan ayam tumis ini disajikan bersama nasi plus kacang kedelai goreng. Rasa gurih, renyah, dan pedas, sensasi yang tidak mudah dilupakan. Di dalam dapurnya, Ibu Esun selalu menyetok belasan stoples berisi ayam suwir dan ayam tumis yang siap disajikan. Setidaknya delapan puluh hingga seratus ekor ayam dibutuhkan setiap hari. Sedangkan cabainya, 15-20 kilogram pasti ludes untuk membuat bumbu tumisnya saja. Untuk menikmati satu porsi nasi balap puyung, kita cukup merogoh kocek Rp 15 ribu. Warung makan ini cukup menampung 30-50 pengunjung mulai pukul 08-22.00.

SATE BULAYAK

TIRTANADI Depan Taman Suranadi, Lembusari, Lombok Barat

Telp. 087765911684

Di kawasan Taman Narmada Suranadi Lombok Barat, ada makanan yang menjadi obyek wisata sate khas Lombok, namanya sate bulayak. Di sini kita akan menjumpai 30-an pedagang Sate Bulayak yang terkenal itu.

Ciri khas sajian sate ini terletak pada jumlah tusukannya dalam setiap porsi. Bukan sepuluh tusuk seperti jumlah seporsi sate pada umumnya, melainkan 15 tusuk sekaligus. Lalu pendamping sate adalah lontong berukuran ramping yang ukuran panjangnya 12 sentimeter diikat dengan daun aren sebanyak 6 buah. Keduanya disajikan terpisah. Umumnya sate bulayak terbuat dari ayam, tetapi di sini kita bisa mendapat ragam pilihan, antara lain sate daging sapi dan usus sapi.

Bumbu sate berwarna orange kekuningan dengan permukaan yang cukup berminyak. Rempah bumbunya terdiri dari bawang merah, bawang putih, ketumbar, laos, lengkuas, dan terasi. Bumbu yang telah dihaluskan itu digoreng, lalu dimasak dengan santan hingga mengental seperti saus.

Bumbu sate ini memiliki aroma terasi dan santan yang kuat dengan rasa pedas. Satu porsi sate lengkap dengan bulayaknya bisa dinikmati dengan harga Rp 20 ribu. Lokasi wisata Sate Bulayak Suranadi ini bisa dikunjungi setiap hari mulai pukul 09-19.00. Anda tidak perlu khawatir kehabisan karena ada puluhan pedagang yang masing-masing menyediakan antara dua ratus hingga tiga ratus tusuk sate per harinya.

BEBALUNG IGA SAPI

DEPOT KLEBET Jl. HOS Cokroaminoto, Mataram Barat, Lombok Barat Telp. 081915968399

Bebalung iga jenisnya hampir serupa dengan sop asem-asem iga. Namun istimewanya, bebalung iga asli Lombok punya metode memasak tulang iga yang begitu khas menggunakan belimbing wuluh selama dua jam. Penyaji hidangan khas Lombok Tengah yang khusus menyediakan sajian menu bebalung iga sapi adalah Depot Klebet. Depot yang sudah berdiri 25 tahun lalu ini dikelola Ibu Hani (34), generasi kedua dari Ibu Warsiah, pendiri usaha ini.

Sejak zaman ibunya hingga turun ke tangan Hani, penggunaan belimbing wuluh tetap dipertahankan karena aromanya yang khas dan tidak menghasilkan warna kecoklatan pada kaldunya. Setelah empuk, lengkuas, kunyit, garam, dan beberapa rempah lain dimasukkan sebagai bumbu utama. Hingga saat ini, proses pengolahan di Depot Klebet masih mempertahankan tungku berbahan kayu bakar.

Iga yang telah matang kemudian ditiriskan selama semalaman. Tujuannya agar lemak daging dapat dipisahkan dengan mudah. Bebalung iga dimasak kembali dalam kaldu kekuningan tanpa tekstur minyak di permukaannya.

Proses pemasakan yang relatif lama serta kandungan asam yang ada dalam belimbing wuluh membuat daging menjadi sangat empuk tanpa menghancurkan teksturnya. Kita tidak perlu bersusah payah untuk melepasnya dari tulang. Dalam satu porsi bebalung iga ini terdapat 5-7 potong iga dengan daging tebal. Uniknya sajian bebalung iga di tempat ini selalu bersanding dengan pelecing kangkung.

Dalam satu harinya, 80-100 kilogram iga sapi habis untuk memenuhi permintaan pelanggan. Satu porsi bebalung iga dihargai Rp 25 ribu, belum termasuk nasi dan pelecing kangkung. Warung makan berkapasitas 50 orang ini resminya buka setiap hari mulai pukul 08.0017.00. Namun sebaiknya datang saat jam makan siang tiba karena bebalung iga kerap ludes sebelum pukul 2 siang.

AYAM TALIWANG

DUA EM

Jl. Transmigrasi no. 99 Mataram Lombok Barat

Telp. 081933179245

Di rumah makan yang sudah berdiri 20 ini kita dapat menjumpai berbagai menu ayam taliwang dengan varian kreatif, antara lain ayam taliwang julat, pelecingan, bakar, goreng, kecap, dan bumbu madu. Rasa originalnya adalah ayam taliwang pelecingan, sedangkan menu lain yang paling diminati adalah Ayam Taliwang Julat dengan rasa super pedas.

Ayam taliwang di tempat berkapasitas 300 orang ini begitu istimewa karena dibumbui dengan bawang merah, bawang putih, cabai, terasi dan beberapa rempah khas Lombok untuk proses pengungkepan. Ayam lalu dibakar di atas tempurung kelapa.

Satu porsi ayam taliwang terdiri dari satu ekor ayam utuh disajikan lengkap bersama satu piring bumbu cocol. Bumbu ini terbuat dari kaldu ayam yang dimasak bersama santan kelapa dan rempah rahasia ciptaan Muhibin Murad. Hasilnya, kuah kental dengan rasa gurih dan legit melengkapi sajian ayam. Kuah ini tampak berminyak dengan warna oranye kemerahan. Pembeli dapat memesan bumbu cocol ini dengan rasa pedas atau gurih (tidak pedas).

Untuk menambah cita rasa segar, sambal beberuk yang terdiri dari potongan terong hijau mentah yang disambal bersama terasi, tomat, bawang merah, dan cabai menambah sensasi segar pada sajian di sini. Jika terasa kurang, kita bisa memesan pelecing kangkung sebagai sayurnya. Untuk satu porsi Ayam Taliwang yang sudah satu paket dengan beberuk dan bumbu cocol dibanderol dengan harga Rp 40 ribu. Sedangkan seporsi pelecing kangkung Rp 13 ribu.

Banyaknya pelanggan yang tak hanya berasal dari Lombok membuat rumah makan legendaris ini melakukan penyesuaian tingkat kepedasan sehingga dapat dinikmati semua kalangan yang menghindari makan cabai sekalipun. Buka mulai pukul 08.00-22.00, sesedikitnya 80-100 ekor ayam per hari ludes terbeli.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.