JI, BEKAL SEHAT, DONG

Saji - - Sapa & Surat Anda -

JI, di sekolah anak saya, sedang ada program membawa bekal sehat. Selama sebulan ini anak-anak harus membawa makanan yang betulbetul sehat. Sayangnya, makanan sehat, kan seringkali tidak menarik sehingga bekalnya selalu pulang dalam keadaan utuh. JI, boleh tolong dibuatkan menu sehat yang pasti disukai anak-anak. Terima kasih.

Gitta Ambarwati, Jakarta Pusat

Wah, Anda pandai memilih sekolah untuk anak. Bagus sekali idenya meminta anak membawa bekal yang sehat. Memang lebih sulit menyediakan bekal sehat ketimbang bekal yang tak sehat. Tetapi jangan celas. Coba nanti kami buatkan bekal sehat, ya. Salam buat si Kecil.

Sudahkah Anda membawakan anak-anak dan suami bekal? Di edisi 264 kami sudah mengajak seluruh Pembaca untuk melakukannya mengingat banyak manfaat yang bisa kita raih. Membawa bekal akan sangat ekonomis karena bekal yang disediakan di rumah pasti lebih hemat ketimbang membeli.

Bekal yang dibuat di rumah karena dibuat dalam jumlah sedikit, pasti terjaga kebersihannya. Berbeda dengan makanan yang dibuat masal. Belum lagi saat menjajakannya yang seringkali tidak memperhatikan soal higienitas. Anda juga tak bisa memantau kalau kalau di dalam makanan yang dibeli sudah diberi pengawet, pewarna, atau bahan tambahan yang tidak sehat.

Membawakan bekal juga menciptakan hubungan keluarga yang makin erat. Ketika menyantap bekal yang Anda buat, suami dan anak-anak akan teringat pada Anda si pembuat bekal. Mereka akan bangga dengan karya Anda yang lezat dan cinta yang Anda bagi lewat bekal yang mereka bawa. Inspirasi bekalnya bisa diambil dari resep-resep kami yang selalu lezat dan kreatif.

Nah, ayo bawa bekal.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.