Bawang Merah dalam Pot

Mengapa bawang merah dikenal banyak orang? Karena selain digunakan untuk bumbu dapur dan penyedap masakan, juga telah dikenal dalam industri masakan dan sekaligus sebagai tanaman obat. Pantas bawang merah disebut tanaman ragam guna.

Saji - - Cara Bertanam - TEKS HIERONYMUS BUDI SANTOSO • FOTO ISTIMEWA • VISUAL BENYAMIN

Bawang merah (Allium ascalonicum L.), adalah tanaman sayuran semusim bernilai gizi cukup tinggi. Sementara itu nama asing bawang merah disebut: echalote, eschlauch, atau shalot.

Orang Jawa terbiasa menyebutnya brambang, sedangkan orang Sunda bawangbeureum. Lantas nama-nama daerah lainnya sebagai berikut: bawang abangmirah (Aceh), bawangmegareu (Alas), pia (Karo), bawangsirah, dusun merah (Minangkabau), bawangabang, bawangsuluh (Lampung), jasunbang, jasunmirah (Bali), laisonapiras (Roti), kalpeomeh (Timor), bawangi (Gorontalo), lasunaeja (Makasar), lasunacela (Bugis), bawangnawuli (Tanimbar), kosaimina (Buru), wulwul (Kai), bawaroriha (Ternate), dan bawajohori (Tidore). Jadi, bawang merah ini memang dikenal banyak orang.

Bertanam di Pot

Kali ini kita bikin kegiatan menanam bawang merah dalam pot. Asyik dan menyenangkan.

Sediakan pot berukuran 30 cm x 40 cm. Lantas media tanamnnya berupa campuran tanah, arang sekam, pupuk kandang/ kompos dengan perbandingan 1:1:1. Sedangkan pupuk SP-36 yang dibutuhkan sebanyak 3 gram per pot ditambah dengan Furadan (satu sendok kecil). Semua bahan tersebut dicampur dan disiram dengan air lalu dibiarkan selama 1-2 hari.

Persiapan bibit dengan umbi beratnya 2,5 gram -7,5 gram, telah cukup tua di kebun (60-90 hari), murni, sehat, tidak cacat atau luka, dan telah mengalami penyimpanan selama 2-3 bulan. Umbi yang akan ditanam ujungnya dipotong 1/3 bagian.

Umbi ditanam pada lubang kecil sebanyak 3 umbi per pot, dan diatur jaraknya sekitar 15 cm antar umbi. Bagian ujung umbi yang telah dipotong, diletakkan di atas rata dengan permukaan tanah, kemudian umbi ditutup tanah tipis.

Pupuk susulan berupa pupuk NPK (1616-16) sebanyak 1 gram per pot diberikan setiap minggu sampai umur 6 minggu. Caranya, dicor atau disiramkan di sekitar tanaman. Atau diberikan 2 kali pada umur 15 hari setelah tanam dan 30 hari setelah tanam, dengan cara dibenamkan ke dalam tanah. Letakkan pot di tempat yang terkena sinar matahari.

Penyiraman pada musim kemarau dilakukan satu atau dua kali sehari pada pagi dan/atau sore tergantung keadaan di lapang. Tanaman bawang merah tidak tahan kekeringan, namun juga tidak tahan terhadap genangan air. Apabila umbi sudah terlihat (sekitar umur 2 bulan) jangan terlalu banyak disiram agar umbi cepat tua atau berisi.

Perhatikan adanya hama berupa ulat ( Spodopterasp.) yang menyerang daun. Gejalanya terlihat bercak putih pada daun. Bila daun diteropong terlihat seperti gigitan ulat. Hama ini ditanggulangi dengan pemungutan manual, ulat dan telur diambil untuk dimusnahkan. Bila serangan menghebat, kerusakan lebih dari 5 persen per rumpun daun, semprot dengan insektisida yang berbahan aktif klorfirifos.

Panen

Ciri-ciri tanaman bawang merah yang siap dipanen andalah 80 persen daun rebah menguning dan leher batang kosong atau “gembos”, umbi tersembul di permukaan tanah dan berwarna merah. Bawang merah dapat dipanen setelah umur tiga bulan (untuk konsumsi) dan untuk menjadi benih dapat dipanen setelah 100 hari. Pemanenan sebaiknya dilakukan pada keadaan tanah kering dan cuaca cerah untuk mencegah serangan penyakit busuk umbi pada saat penyimpanan. Bawang merah yang telah dipanen diikat pada batangnya dan dijemur sampai cukup kering di bawah sinar matahari. Penjemuran bisa berlangsung hingga 7-14 hari. Pembalikan dilakuan setiap 2-3 hari. Bawang yang telah kering, kadar air 85 persen, siap untuk disimpan atau dipasarkan.

Usaha Bawang Goreng

Di dalam industri makanan, umbi bawang merah sering diawetkan antara lain berupa bawang merah dalam kaleng (canning), saus, sop kalengan, dan acar bawang merah, serta bawang goreng. Yuk kita coba bikin sendiri bawang goreng.

Bawang goreng ini biasanya untuk penyedap rasa dalam berbagai masakan, misalnya seperti: gulai, sup, mie rebus, mie goreng, dan sebagainya. Gampang kok membuatnya sebagai berikut: • Bahan-bahan Sediakan 20 kilogram bawang merah, 1 kilogram tepung terigu (agar warna bawang goreng tampak kuning), 1 kilogram tepung tapioka (sebagai perekat) dan 1 liter minyak goreng. • Perlakuan umbi Siapkan umbi bawang merah yang tua, dengan ukuran umbi antara sedang sampai besar. Umbi tersebut dikupas kulit luarnya, dan dipotong bagian ujungnya. Segera dicuci bersih dalam bak yang airnya mengalir, lalu ditiriskan. Umbi bawang merah diiris-iris tipis dengan pisau tajam. • Pencampuran Bahan tepung terigu dan tepung tapioka (1:1) dimasukkan ke dalam dalam wadah plastik. Lantas irisan bawang merah juga dimasukkan, dan dicampurkan hingga merata. Bawang merah siap digoreng. • Penggorengan Penggorengan bawang merah dilakukan dengan menggunakan minyak yang jernih, dengan api cukup besar. Selama penggorengan harus dibolak-balik agar kematangannya merata dan warnanya seragam. Lama penggorengan sekitar 12-15 menit. Setelah digoreng cukup kering, segera ditiriskan agar minyak goreng tidak terbawa pada produk bawang goreng.

Pengovenan

Bawang goreng tersebut ternyata perlu dioven. Tujuannya untuk mengurangi kandungan minyak, dan dengan demikian kondisi produk tetap kering, tidak tengik, dan punya daya tahan sekitar 6 bulan.

Pengemasan

Dari bawang merah segar sebanyak 20 kilogram, setelah diolah menjadi bawang goreng tinggal kira-kira 10 kg. Akhirnya bawang goreng dikemas dalam kantong plastik, diberi label menarik, dan siap dipasarkan. Satu kemasan kecil misalnya berisi 10 gram.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.