MEMBUAT BIKA AMBON

Bika ambon adalah kue tradisional kita yang sangat unik. Kalau dipotong, warnanya jernih dan terdapat seratserat berdiri yang sangat rapat. Rasanya sangat enak dan berbeda dibanding kue tradisional kita yang lain. Teknik pembuatannya agak berbeda dan sedi

Saji - - Bahan & Alat - TEKS SEMI • FOTO DOK. SEDAP • VISUAL BENYAMIN W.

BAHAN BIKA AMBON

Bahan utama bika ambon adalah tepung, gula, ragi, santan, dan kuning telur.

• TEPUNG Tepungnya bisa tepung terigu saja atau tepung terigu yang dicampur tepung sagu. Keduanya enak rasanya. Yang dibuat dari tepung terigu teksturnya empuk, sementara yang dibuat dari tepung sagu, kenyal. Tepung terigu yang digunakan adalah tepung terigu protein sedang

• TELUR Telur yang digunakan adalah kuning telur atau kuning telur yang dicampur dengan sedikit putih telur. Untuk hasil yang enak, tidak disarankan menggunakan telur utuh.

• SANTAN Santan yang digunakan untuk membuat bika ambon, cukup yang sedang-sedang saja. Jangan terlalu kental supaya kue bisa membentuk serat tanpa “berat”. Tetapi juga jangan terlalu encer supaya bika ambon enak rasanya.

• RAGI Ragi yang digunakan cukup ragi instan saja sehingga lebih praktis.

TEKNIK PEMBUATAN

Teknik pembuatan kue diawali dengan pembuatan biang. Proses pembuatan biang hanya tinggal mengaduk saja.

Biang inilah yang kemudian dicampur dengan tepung terigu dan sagu setelah difermentasi. Penambahan santan dan telur adalah proses selanjutnya. Pencampuran ini dilakukan sambil diuleni dan dikelpok. Atau jika ingin praktis, setelah adonan tercampur bisa dilakukan dengan mikser. Proses sebaiknya tidak terlalu sebentar (agar adonan mengembang), tetapi juga tidak boleh terlalu lama supaya adonan tidak meluap ketika dioven.

PROSES FERMENTASI

Bika ambon adalah kue yang dibuat melalui proses fermentasi. Proses ini membuat kue jadi mengembang dan beraroma.

Pendiaman adonan cukup lama sampai 2 jam lamanya. Jangan terlalu sebentar, maupun terlalu lama.

PROSES MEMATANGKAN

Mengoven atau memanggang bika ambon agak berbeda dengan memanggang atau mengoven kue yang lain. Ada teknik tertentu yang harus dilakukan.

Langkah pertama, loyang yang digunakan harus panas betul. Ketika adonan dituang, harus terdengar bunyi, “ces”. Bunyi itu menandakan loyang sudah panas betul.

Selanjutnya pengovenan harus dilakukan di atas api kecil supaya kue punya waktu membentuk serat. Karena bika ambon yang bagus bukan sekadar matang, tetapi punya serat yang rapat dan banyak.

TEMPAT MEMANGGANG

Sudah disebutkan bika ambon adalah kue yang pengovenannya unik. Selain dioven, bika ambon juga bisa dibuat di dalam loyang kecil yang diletakkan di dalam cetakan martabak yang sudah diisi pasir. Atau di dalam cetakan carabikang/kue lumpur. Khusus untuk cetakan carabikang ini, harus ditempatkan di atas ganjal yang menjauhkan cetakan dari api.

Prinsipnya, karena dibutuhkan waktu memanggang yang lama, maka api tidak boleh terlalu dekat dengan cetakan supaya kue tidak hangus.

Memasukkan adonan ke dalam loyang, bila menggunakan cetakan kecil, tentu perlu beberapa kloter, bukan? Sebaiknya mengisi adonan tidak lebih dari ¾ tinggi loyang. Tetapi setelah pemanggangan dilakukan beberapa kloter, adonan yang dimasukkan cukup hanya ½ tinggi cetakan saja karena adonan semakin mengembang.

Nah, untuk pemanggangan di dalam cetakan carabikang, cetakan harus ditutup bila permukaan kue sudah berlubang agar permukaan kue tidak basah.

Untuk kue yang dipanggang di dalam oven, setelah berlubang, ovennya justru harus dibuka supaya suhu berkurang panasnya.

Nah, selamat membuat bika ambon.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.