TIPS MENGONTROL KEUANGAN USAHA KUE DAN ROTI

Saat membahas tentang keuangan usaha di berbagai seminar kewirausahaaan, ada satu hal menarik yang merupakan ciri khas dari usaha skala UMKM. Ciri khas yang menjadi satu kesamaan itu adalah keuangan seringkali tak tercatat. Ini berarti pemilik usaha tidak

Saji - - Panduan Usaha - TEKS WULAN AYODYA • VISUAL KHARISMA

Ketika saya tanyakan alasannya. Banyak alasan yang saya dengar antara lain, repot, sudah capek membuat dan melayani pembeli, malas, dan yang paling banyak adalah tidak tahu bagaimana catatan keuangan yang tepat untuk usahanya.

Banyak dari pengusaha ini berpendapat karena semuanya mereka pegang sendiri, pasti keuangan aman-aman saja tanpa perlu dicatat. ”Nggak bakalan hilang, deh!” kata mereka setiap terjadi dialog masalah pencatatan ini.

Pendapat ini ada benarnya, namun agak disayangkan jika seorang pengusaha tidak membuat catatan keuangan walaupun usahanya masih skala UMKM. Pencatatan keuangan ini banyak gunanya, lo untuk usaha . Kegunaannya antara lain, mengetahui untung rugi usaha, bisa dijadikan modal untuk mendapatkan pinjaman usaha, dan yang terpenting bisa dijadikan dasar untuk pengembangan usaha.

Jika Anda ingin usaha terus berkembang sudah jelas syaratnya harus melakukan pencatatan keuangan karena jika makin berkembang dan banyak cabang, otomatis Anda harus melakukan kontrol keluar masuknya uang dalam usaha. Kalau lengah, dalam hal ini tentu bisa terjadi peluang kebocoran keuangan dan usaha bisa bangkrut jika ini terus terjadi.

Jika terjadi pengembangan usaha, contohnya dengan punya banyak cabang di berbagai wilayah, besar kemungkinan keuangan akan dipegang oleh karyawan Anda. Apabila Anda tak ingin terjadi kebocoran, tentu harus pintar untuk mengontrolnya.

Pada edisi ini Anda akan saya berikan tips mengontrol keuangan usaha, khususnya kali ini untuk usaha di bidang penjualan kue-kue dan roti. Inilah tips mengontrol keuangan usaha di bidang roti kue : 1. CATATAN PENGELUARAN USAHA

Catatan pengeluaran usaha bertujuan untuk mencatat semua pengeluaran usaha seperti modal, bahan baku, biaya operasional usaha ( listrik, gaji, sewa, renovasi tempat usaha dan sebagainya) dan biaya lainnya. TIPS MENGONTROL PENGELUARAN USAHA: • Kontrol pada catatan pengeluaran setiap minggu atau setiap bulan. Buatlah sistem aturan pengeluaran keuangan berikut sanksisanksinya. • Transaksi pengeluaran harus disertai tanda bukti pengeluaran seperti nota dan kwitansi tanda terima. Pemilik usaha dapat dengan mudah melakukan pengecekan pengeluaran karena dapat diketahui dari jumlah yang tertera pada kuitansinya. • Untuk usaha kue sebaiknya pembelian bahan melalui pihak agen atau supplier agar dapat mengontrol pengeluaran karena tanda bukti dikeluarkan oleh supplier yang sudah menjadi langganan usaha. Terutama untuk bahan baku yang dapat tahan lama. • Pengeluaran usaha yang akan dilakukan, sebaiknya dibuatkan daftar rencananya. Contoh, setiap awal bulan tanggal 1, pembayaran iuran listrik dan telepon. Tanggal 10, gaji pegawai. Cara ini membuat Anda dapat menyediakan jumlah uang yang cukup. Juga ada pengontrolan dalam penerimaan jumlah uang pada pegawai. Janganlah memberikan seluruh pendapatan harian usaha pada orang lain untuk menghindari halhal yang tidak diinginkan seperti penyelewengan.

Berikanlah cadangan uang cash yang nilainya tidak besar untuk pengeluaran yang tidak terduga dan mempermudah transaksi pembelian yang harus dilakukan mendadak. Nilainya ditentukan oleh pemilik usaha. • Berikan ketentuan untuk pengeluaran dalam nilai tertentu (nilai besar)untuk mendapatkan persetujuan dengan tanda tangan Anda. Bila keuangan diserahkan pada pihak lain, persetujuan pengeluaran dalam jumlah tertentu tetap harus ditandatangani pemilik. Jika terjadi pengeluaran dalam jumlah tertentu tanpa tanda tangan pemilik, Anda dapat memberikan sanksi pada karyawan yang mengeluarkannya. Contoh, setiap pengeluaran dalam jumlah di atas dua ratus lima puluh ribu (Rp 250 ribu) harus ditandatangani pemilik usaha terlebih dahulu 2. CATATAN PEMASUKAN USAHA

Catatan pemasukan berguna untuk mengetahui keseluruhan pemasukan usaha kue Anda. Pencatatan pemasukan dapat berfungsi untuk mengetahui pendapatan (omset) usaha rata-rata setiap hari dan bulannya. Untuk mengetahui momen atau hari yang mendapatkan omset besar juga dapat melihat dari catatan pemasukan usaha. TIPS MENGONTROL PEMASUKAN USAHA • Lakukan pencatatan pemasukan setiap hari. Jika bidang usahanya penjualan kue basah, kondisinya tidak tahan lama maka catatan pemasukan harus dilakukan berdasarkan kue yang terjual dan sisa setiap harinya. • Hasil dari pemasukan usaha harus dituliskan dalam nota pembelian. Nota pembelian dapat berbentuk kwitansi penerimaan pembayaran. Apabila pencatatan keuangan dilakukan sendiri dan langsung oleh pemilik usaha, dapat dilakukan pencatatan langsung tanpa nota pembelian. • Lakukan pengawasan pemasukan usaha yang ketat di awal usaha. Anda mengawasi pemasukan usaha secara langsung sehingga mengetahui pola pemesanan order. Misalnya, sebagai pengusaha kue sudah mengetahui beberapa rata-rata jumlah kue yang terjual setiap hari dan rata-rata penjualan setiap bulan, juga mengetahui bulanbulan ramai pesanan kue seperti saat hari Raya Natal dan Idul Fitri.

Pada saat melakukan pengecekan keuangan, Anda sudah dapat mengetahui pola ratarata penjualannya sehingga bila sewaktu-waktu dilepas dan terjadi perbedaan omset, Anda bisa mencari penyebabnya. • Lakukan pencatatan keuangan bergantian dengan pegawai Anda. Pergantian tugas tersebut dilakukan pada hari yang berbeda kemudian lakukan pengecekan dan perbandingan antara pencatatan pemasukan yang Anda lakukan dengan yang dilakukan oleh karyawan. • Penjualan kue secara harian yang pembayarannya diserahkan pada karyawan harus disetorkan langsung pada pemilik, baik setoran langsung ataupun bank. Hanya disisakan jumlah tertentu untuk uang dana tak terduga. 3. BUKU CATATAN ARUS KAS

Pencatatan arus kas adalah untuk mengetahui keluar masuknya keuangan usaha dalam satu buku sehingga pemilik dapat mengetahui saldo atau jumlah modal usaha yang tersisa.

Pencatatan Arus Kas dapat digunakan untuk pengusaha kue yang hendak mengajukan pinjaman di bank, terutama arus kas dicatat dalam saldo rekening di bank. Pengusaha kue harus menjaga saldonya tetap rutin keluar masuk. Hal ini akan mempermudah dalam memperoleh pinjaman dari bank. TIPS MENGONTROL ARUS KAS • Lakukan penyetoran uang pemasukan ke Bank setiap hari. Catatlah pada Buku arus kas usaha disertai bukti setor yang sudah disahkan Bank. • Penarikan uang di bank hanya dapat dilakukan oleh pemilik usaha. Apabila Anda melakukan penarikan uang, catatkan pada buku arus kas disertai dengan bukti penarikan tunai. Setelah itu catatkan pada buku pengeluaran berapa nilai yang Anda keluarkan sebagai pengeluaran usaha. • Catakan saldo rekening bank bersamaan dengan catatan arus buku kas. Jumlah yang tertera pada saldo harus sama nilainya dengan jumlah di buku kas. (Lihat Tabel 01) 4. PENCATATAN STOK

Persediaan dalam usaha kue harus dicatat dalam sebuah catatan stok. Untuk usaha penjualan kue ada dua hal yang harus dicatat stoknya. Dua hal tersebut adalah persediaan bahan baku dan stok kue yang dihasilkan setiap harinya. Buatlah catatan yang berbeda untuk masingmasing persediaan di atas. TIPS MENGONTROL STOK • Pencatatan stok bahan baku kue dilakukan setiap ada bahan yang keluar dan masuk. Pengeluaran bahan baku biasanya dilakukan saat ingin membuat kue dan bahan masuk pada saat supplier datang atau sehabis belanja. • Pencatatan stok kue yang dibuat dilakukan setiap kali kue siap dijual. Bila pembuatan kue, dilakukan setiap hari, pencatatan stok juga dilakukan setiap hari kemudian lakukan juga catatan stok kue yang tersisa. • Pemilik secara khusus membuat catatan perbandingan keperluan bahan baku. Contohnya, untuk pemasukan pendapatan usaha dengan jumlah Rp. 200 ribu, akan memerlukan bahan baku sebanyak sekian atau belanja senilai Rp. 75 ribu sehingga Anda mempunyai patokan pemakaian bahan secara umum. • Periksa catatan stok setiap hari untuk mengetahui persediaan bahan yang hampir habis. Lakukan pemeriksaan kecocokan jumlah bahan yang dibeli dengan nota pembelian dan keterangan jumlah bahan yang dikeluarkan setiap ada pesanan atau setiap bulannya. • Buatlah jadwal dan batasan jumlah pembelian dari masing-masing bahan untuk menghindari hal-hal seperti, kelebihan stok dan bahan terbuang, pemborosan, dan tidak efisien.

Contoh pencatatan stok bahan dan stok kue (Lihat Tabel 02)

WULAN AYODYA UKMKU LEARNING CENTRE WWW.UKMKU.COM

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.