TEMBUS PASAR DENGAN KEBERANIAN MODIFIKASI

Jualan pepes dijamin laris manis. Karena sebagai negara yang mengutamakan bahan pokok nasi, pepes adalah teman makan nasi yang nikmat. Pepes juga mudah diterima lidah siapa pun. Yang paling penting, mencari cara memanggil pembeli hingga mereka jatuh cinta

Saji - - Inspirasi Usaha - TEKS & FOTO MIFTAKH F., SHANTI K. • VISUAL KHARISMA

Sebetulnya, ada beragam teknik yang dipakai setiap produsen untuk membuat pepes agar menghasilkan pepes yang disukai konsumen. Bahan utamanya selain ikan dan ayam yang sudah umum, ada pula beras, hingga sagu. Cara mengolah bumbunya sebelum dikukus dan dibakar juga jadi pilihan. Ditambah kemasan yang sesuai konsep jualan yang diusung si pedagang. Nah, semua itu bisa jadi inspirasi kita ketika memutuskan menjual pepes.

DIADUK DENGAN MINYAK PEDA

Salah satu pepes yang paling laris dijual adalah pepes peda. Aromanya khas, rasa asinnya juga bikin ketagihan. Di Jakarta ada pembuat pepes peda lezat dan amat laris di kalangan menengah atas. Namanya Pepes Lieke. Pepes yang dibuat Lieke Sutami (38) sudah berusia dua generasi. Berbekal resep sang ibu, Enny (66), ia tetap mempertahankan cara pembuatannya yang berbeda dengan pepes kebanyakan.

Jenis peda yang dipakai adalah peda merah. Pedanya digoreng dalam sedikit minyak. Nah minyak peda sisa menggoreng inilah yang dimanfaatkan Lieke untuk mengolah pelengkap isi pepesnya. Ada petikan kangkung, daun melinjo, kacang panjang, jagung muda, dan petai.

Bumbu utama yang dominan adalah tomat hijau dan serai yang diambil bagian putihnya saja lalu diiris tipis-tipis. Rempah lainnya ada cabai merah, bawang merah dan putih, dan masih banyak lagi. Semua bahan ini diaduk bersama minyak peda, lalu digunakan untuk menimbun peda merah utuh yang sudah digoreng tadi sampai pedanya tak tampak sama sekali. Pepesnya harum karena setelah dikukus, dibakar dahulu sebelum pindah ke tangan pembeli.

Rasa pepesnya campuran asin dan kesegaran tomat. Agaknya campuran ini yang disukai pembeli. Atau juga tekstur renyah dari jagung muda yang ditambahkan ke dalam pepes. Sayurannya yang menggunung, juga membuat sajian nasi kita jadi komplet. Setiap pepes dijual seharga Rp 25 ribu dan bisa dipesan 3 hari

sebelumnya.

DURINYA BISA DIMAKAN

Salah satu jenis pepes populer lainnya adalah pepes tulang lunak. Metode tulang lunak memudahkan pembeli menyantap isian dan bumbu sekaligus tanpa perlu memilah-milah duri atau tulang. Agar harum,Titin Herlinah (53), pemilik Pepes Pudunan, menumis bumbunya lebih dahulu. Bumbu yang digunakan kurang lebih sama seperti pepes lainnya seperti kunyit, lengkuas, bawang merah, bawang putih, dan jahe. Pepesnya sendiri dikukus lantas dibakar.

Ikan mas jadi andalan Titin. Untuk mendapatkan duri lunak yang bisa dimakan, teknik pengukusannya kira-kira 8 jam. Tulang maupun duri yang lunak dapat menjangkau konsumen yang lebih luas, antara lain anak-anak.

Pepes ini ditawarkan dengan harga Rp 30 ribu untuk berat ikan 300 gram, dan Rp 60 ribu untuk berat 2 kali lipatnya. Pepes dikemas dalam plastik vakum agar lebih tahan lama. Titin juga menyediakan pepes ayam, peda, teri, tahu, dan jamur. Harganya bervariasi antara Rp 4 ribuRp 12 ribu.

PEPES JADI OLEH-OLEH

Pepes tulang lunak yang tak kalah beken juga bisa ditemukan di Bandung. Pepes Salaki, namanya. Taras Bulba (48) sangat jeli dalam mengonsep pepesnya. Sebagai kota wisata, banyak orang mencari oleholeh. Karena itu pepesnya dikemas dalam kemasan vakum plus boks cantik yang kedap udara.

Jenis pepesnya antara lain ikan mas, bandeng, ayam, dan bandeng isi. Untuk mengempukkan duri dan tulang, Taras menggunakan panci presto. Cukup dimasak selama 2 jam, pepes sudah matang dan empuk hingga ke tulang.

Meski proses masak hanya 2 jam, toh, bumbu tetap meresap karena Taras punya trik dalam proses membumbui. Semua bumbu termasuk daun salam dan serai ikut dihaluskan bersama bumbu lainnya.Cara ini memudahkan peresapan bumbu ke dalam ikan.

Pepes ikan mas di banderol Rp 14 ribu per 100 gram. Sementara lainnya dipatok mulai Rp 5 ribu – Rp 60 ribu. Semuanya dikemas dalam kondisi beku, lengkap dengan sambal. Lalu dikemas lagi dalam dus praktis dan menarik untuk dibawa sebagai oleh-oleh. Ratarata pepes ini tahan selama 5 hari di udara luar, dan mencapai 4 bulan dalam freezer. Pepes buatan Taras juga dipasok ke beberapa rumah makan besar di Bandung. “Tetapi tidak menggunakan merek Pepes Salaki,” tuturnya.

PEPES PRAKTIS BERISI NASI DAN LAUK PAUK

Pepes nasi adalah jenis pepes yang disukai karena selain nikmat, kepraktisannya juga banyak memudahkan orang membawa bekal di perjalanan, hingga kebutuhan rapat di kantor, maupun berbagai acara seperti ulang tahun. Di Bandung, pepes nasi masih ada penjualnya meski tak banyak. Pepes nasi menawarkan nasi lengkap dengan pauk pauk yang dimatangkan dengan cara dipepes. Anda bisa mencicipinya di gerai Pepes Anugerah milik Oyong Suryadi (62).

Pepes nasi dibuat dari beras yang dimasak bersama bumbu pepes seperti kunyit, serai, lengkuas, daun salam, serta santan hingga 3/4 matang (aron). Setelah itu, nasi yang sudah hampir matang ini dicampur dengan dada ayam tanpa tulang, ampela ayam, jambal roti super, telur puyuh, serta daun kemangi. Terakhir nasi dibungkus daun pisang, dan dikukus selama 2 jam agar bumbu dan isinya menyatu. Sebelum disajikan, nasi ini dibakar terlebih dulu agar rasa dan aromanya lebih mantap.

Saat disantap, nasinya terasa gurih dan berempah. Paduan ayam dan ikan jambal dari Tuban menyumbangkan kelezatan yang menggiurkan. Aroma kemangi yang segar membuatnya semakin istimewa. Kelezatannya ditawarkan dengan

harga Rp 22.500.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.