RANTAI PROSES BISNIS KATERING

Bagi Anda yang menyukai masak memasak, mungkin bisnis katering adalah salah satu yang bisa jadi pilihan. Dalam bisnis ini masak adalah unsur penting. Namun jika Anda hanya mengandalkan keahlian itu bisa jadi bisnis ini tidak berkembang sesuai harapan. But

Saji - - Panduan Usaha - TEKS WULAN AYODYA • FOTO ISTIMEWA • VISUAL KHARISMA

Bisnis katering terdiri atas beberapa jenis didasarkan dari bentuk usahanya. Jika bicara skala usaha bisnis katering pun sama seperti skala di bisnis lainnya seperti skala mikro, kecil, menengah dan besar tergantung dari modal yang digunakan. Apabila ingin memilih bisnis katering dengan modal di bawah 30 juta, katering skala mikro bisa jadi pilihan. Untuk jenis usaha katering pilihannya antara lain adalah katering pesta, katering rantangan, katering spesialisasi diabetes, katering pabrik, dan katering sekolah.

Sebelum membuka usaha katering, sebaiknya Anda membayangkan terlebih dahulu bagaimana kira-kira proses jalannya usaha dari awal sampai akhir penyediaan menu masakannya. Proses jalannya usaha dari awal sampai akhir kita sebut saja “Rantai Proses Bisnis Katering” Tujuannya untuk mendapatkan gambaran yang harus dilakukan dan mengetahui kebutuhan dalam proses menjalankan usaha katering. Walaupun pada akhirnya Anda akan lebih banyak mendapatkan pelajaran dan pengetahuan setelah terjun langsung dalam menjalankan usaha.

Jika Anda sudah mengetahui bagaimana proses tahapan bisnis katering, selanjutnya adalah membuat catatan tentang bagaimana proses itu berlangsung. Artinya Anda sebaiknya menuliskan catatan tentang bagaimana operasional usaha itu berjalan mulai dari awal sampai akhir.

Catatan itu akan berguna untuk membuat aturan yang hendak diterapkan dalam usaha catering Anda. Contoh aturan yang ditetapkan dalam usaha, antara lain aturan penerimaan klien, aturan harga, aturan jadwal pemesanan, aturan pembayaran yang dibutuhkan. Jika Anda menerapkan aturan yang sama, maka usaha akan menjadi lebih teratur dan professional.

Untuk lebih jelasnya, mengenai rantai proses bisnis catering ini saya akan memberikan contoh proses yang berlangsung pada salah satu jenis usaha catering yaitu katering pesta.

Berikut ini merupakan gambaran proses jalannya usaha katering (katering pesta):

1. Konsumen menelepon atau datang pada Anda untuk menanyakan menu, harga, dan fasilitas bonus yang ditawarkan. Anda menjelaskan apa yang ditanyakan dengan jelas sambil mempromosikan kelebihan katering Anda sehingga konsumen tertarik.

2. Setelah konsumen cocok, akan datang ke tempat Anda untuk mendiskusikan menu yang diinginkan, harga, perhitungan total biaya, tema design dan fasilitas katering lainnya. Pihak katering wajib meminta tanda jadi (DP) awal sekitar 25-30 persen sebagai bukti keseriusan pemesanan konsumen tersebut. Dp digunakan pemilik untuk tanda jadi booking gedung dan tanda jadi pemesanan bahan baku lainnya.

3. Dua minggu sebelum acara, pihak katering berkoordinasi kembali dengan pemesan untuk memastikan keseluruhan pesanannya dan biasanya pihak pemesan membayar kembali sisa pembayaran hingga 50 persen dari total pesanannya.

4. Satu minggu sebelum acara seluruh pembayaran sudah harus dilunasi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan (tidak dibayar)

5. Setelah dibayar, katering mulai mempersiapkan pekerjaannya seperti : • Setelah memperhitungkan jumlah bahan yang diperlukan pemilik usaha memberikan tanda jadi kemudian bahan dibayar setelah diantarkan. • Pemilik usaha mempersiapkan tenaga kerja seperti koki dan pembantunya, berkoordinasi mengenai bahan dan menu masakan. Beberapa katering pesta memperkerjakan koki dan pembantunya secara free lance atau borongan. Pembayaran upahnya berdasarkan hitungan per porsi makanan (kurang lebih Rp 1500-2500 per porsi) dikalikan total jumlah pemesanan. • Pemilik katering mulai menyiapkan bahan-bahan baku yang tahan lama seperti jamur kaleng, asparagus kaleng, kecap, aneka saus, aneka bumbu kering dan sebagainya. • Persiapan alat

masak dan alat makan, alat makan sudah mulai dihitung jumlah pemakaiannya kemudian kekurangannya dilengkapi terlebih dahulu, apabila katering kekurangan alat makan dapat menyewa pada perlengkapan alat pesta. Satu hari menjelang hari H alat makan sudah dicuci bersih dan dilap kering sehingga siap dipakai. • Untuk katering yang menggunakan tim pelayan secara free lance dapat mulai mengontak mereka untuk mempersiapkan diri di hari H. • Apabila pemesanan katering disertai pemesanan fasilitas lain seperti perias, pelaminan dan sebagainya. Mulai mengontak kembali rekanan untuk pelunasan pembayaran agar siap berkoordinasi pada saat hari H.

6. Persiapan katering menjelang hari H:

•Katering mengontrol bahan baku yang masuk seperti daging, ayam potong, buah dan sebagainya.

•Alat-alat masak mulai dikeluarkan dan disiapkan.

•Satu hari sebelum hari H, koki dan tim mulai proses memasak seluruh masakan.

•Sesudah masakan matang disimpan pada container makanan katering dan makanan siap dibawa.

7. Persiapan dan tugas katering pada hari H: • Lima-enam jam sebelum acara masakan, peralatan, dan tim pelayan siap berangkat ke tempat acara.

• Setelah sampai kapten pelayan berkoordinasi dengan pihak keluarga acara dan pihak gedung (bila di gedung) untuk melaporkan segala yang dibawa. Setelah di setujui barulah tim pelayan mulai bekerja. • Tim pelayan bekerja mulai menata meja, peralatan makan dan mulai memasukan masakan kedalam pemanas, selebihnya mulai mempersiapkan buah potong dan lain-lain. • Setelah semua siap diperkirakan 2 jam sebelum acara pelayan sudah mulai memakai seragam dan berdiri di titik-titik yang sudah ditentukan kapten pelayan. Pelayan berdiri untuk mengecek lauk yang sudah habis serta peralatan lainnya. Sebagian pelayan mengangkat piring dan gelas yang sudah kotor. • Pemilik katering membuat sample makanan katering dalam tempat khusus yang dititipkan pada pengelola gedung, pihak keluarga dan kapten pelayan untuk menghindari apabila ada keracunan pada katering dapat melakukan test pada makanan yang telah disiapkan tersebut. ( sekaligus untuk menghindari adanya sabotase) • Pemilik katering bertugas mengawasi tamu katering sebaiknya menggunakan alat penghitung tamu. Gunanya bila acara kekurangan makanan karena perhitungan tamu yang lebih pihak katering tidak dikomplain. • Setelah acara selesai, kapten dan pelayan membenahi seluruh perlengkapan dan menghitung berapa barang yang pecah atau hilang. Bila ada akan ada charge tambahan untuk pergantian biaya. • Setelah semua beres, barulah tugas kapten dan pelayan untuk membawa pulang serta membersihkannya kemudian disimpan di tempat penyimpanan.

Pembahasan di atas sudah cukup jelas menggambarkan bagaimana sebuah usaha katering beroperasional. Walaupun tidak semua usaha katering pesta punya aturan seperti di atas, tapi gambaran diatas merupakan salah satu contoh yang pernah digunakan oleh sebuah usaha katering. Selanjutnya Anda bisa membuat rantai proses sendiri sesuai dengan apa yang Anda ingin terapkan diusaha. Dari Rantai proses bisnis kuliner selanjutnya bisa dibuat aturannya pada tiap tahapan. Dengan aturan yang jelas semoga karyawan Anda dapat punya panduan untuk melakukan tugasnya. Selamat Membuat Rantai proses Bisnis Katering dan aturannya. Salam.

WULAN AYODYA UKMKU LEARNING CENTRE WWW.UKMKU.COM

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.