PADUAN TEMPE DAN COKELAT PERTAMA DI INDONESIA

COKELAT TEMPE BULUK LUPA, BANDUNG Tempe berbalut adonan terigu lalu digoreng merupakan sajian paling akrab di lidah kita. Sajian tempe kali ini tak tanggungtanggung terobosannya. Bukan terigu yang menyelubungi seluruh permukaannya, melainkan cokelat. Unik

Saji - - Aktual - TEKS & FOTO MIFTAKH FARIED • VISUAL TRIANA TANGJONG

Saat mencicipinya, ada sensasi baru yang mungkin belum pernah Anda rasakan sebelumnya. Tempe bertekstur renyah ini berpadu dengan lapisan cokelat yang lumer di mulut.

Dua kali membumbui

Bahan dasar sajian ini adalah tempe bulat yang diiris tipis-tipis, 2-3 mm dengan pengiris khusus. Sebelum menyentuh cokelat, tempe direndam dalam larutan garam dan bawang putih 30 menit, layaknya membuat keripik tempe . Setelah itu, tempe digoreng hingga renyah, dan ditiriskan.

Untuk balutan cokelatnya, Taufik Ismail (25) penemu kudapan ini membuat adonan khusus yang diraciknya dari cokelat leleh, cokelat bubuk, dan sagu. Satu per satu keripik tempe dicelupkan ke dalam adonan cokelat cair ini, kemudian ditiriskan dan didinginkan hingga lapisan cokelat kembali padat.

Tak cukup sampai di sana, anak muda kreatif ini membuat selapis adonan lagi agar tempe ini punya rasa yang enak dan disukai. Adonan kedua juga terbuat dari cokelat, hanya saja ditambah tepung gula (gula kastor). Adonan yang kedua ini kering, sehingga penggunaannya cukup ditabur pada permukaan cokelat yang sudah rekat dengan tempe. Nah, cokelat tempe kini sudah siap dikonsumsi. “Jadi prosesnya harus dua kali membumbui,” ujar Taufik.

Seperti bulukan

Setelah tempe cokelat diberi taburan tepung gula, sepintas penampilannya malah jadi tampak buluk. Tak membuatnya jadi mati ide, Taufik langsung saja menamai produknya dengan merek “Buluk Lupa”, yang merupakan plesetan dari ungkapan “buruk rupa”. Nama yang unik juga membuat tempe cokelatnya jadi mudah diingat konsumen. Buktinya 4 bulan setelah diluncurkan, kudapan baru ini ramai diburu konsumen karena terobosannya memadukan tempe rasa cokelat yang belum pernah ada sebelumnya justru berhasil mengangkat tempe jadi lebih modern.

Tak mau berhenti dengan satu macam produk saja, sebulan lalu Taufik kembali meluncurkan varian baru, yaitu Tempe Cokelat Green Tea. Produk ini pada dasarnya sama dengan tempe cokelat sebelumnya, namun ditambahkan bubuk teh hijau pada adonan cokelat cairnya.

Taufik menawarkan tempe cokelat original dengan harga Rp 15 ribu, sedangkan green tea dibanderol Rp 18 ribu. Masingmasing berbobot 125 gram. Produk ini memiliki masa konsumsi rata-rata 2 bulan.

Saat ini Taufik memproduksi rata-rata 175 bungkus keripik tempe per hari untuk disebarkan di beberapa gerai di Bandung, seperti di Warung RPTT, PVJ, localmart, dan kafe D’Chocote, atau bisa juga dipesan secara online.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.