KREASI TANPA BATAS DENGAN PADU PADANKAN BAHAN DAN TOPING

Camilan yang digoreng menjadi salah satu makanan paling akrab menemani keseharian kita. Dari anak-anak sampai orang dewasa, suka sekali menyantap gorengan. Sebagai camilan, gorengan memang layak dibidik jadi bisnis. Penikmatnya tak pernah habis-habisnya.

Saji - - Inspirasi Usaha - TEKS & FOTO MIFTAKH F., SHANTI K., NANDA., IZZAS • VISUAL KHARISMA

Karena banyak peminatnya, sudah bisa diduga penjual gorengan melimpah-ruah. Makin hari tentu makin kreatif. Mendoan, misalnya. Tak hanya tampil polos, tetapi diisi. Tak pernah pula kita bayangkan, ada gorengan yang disajikan bersama saus yang nikmat.

Ternyata kreativitas tinggi, mampu mendatangkan pembeli lebih banyak lagi. Sehingga betapa pun banyaknya penjual gorengan di pelosok kota, tak perlu khawatir kalau ingin tetap berjualan gorengan. Yang penting sentuhan kreatifnya harus ada. Setelah merasakan enaknya gorengan Anda, pasti pembeli terus berdatangan karena gorengan selalu menarik pembeli.

MENDOAN BERAGAM ISI

Mendoan adalah salah satu camilan khas dari Purwokerto. Biasanya, mendoan menggunakan tempe tipis berbentuk lebar, lalu digoreng setengah matang saja dalam balutan adonan tepung. Namun mendoan klasik ini tentu sudah banyak penjualnya. Itulah yang dipikirkan Asep Wahyudin (34) pertama kali saat hendak membidik bisnis gorengan. Dengan jeli ia tak mau membangun usaha sejenis. Dengan penganan yang sama, ia memikirkan konsep kreatif sajian mendoan agar berbeda dan cita rasanya bisa diterima di lidah konsumen. Setelah bereksperimen beberapa lama dengan resep mendoan, ia lalu memodifikasi sajiannya agar tampil lebih modern dan benar-benar berbeda dari para pendahulunya. Banyak pembeli menyebutnya mendoan sushi pertama di Indonesia!

Mendoan yang dibuat Arif konsepnya adalah mendoan gulung. Karena digulung, sampai-sampai tempenya pun ia pesan khusus dari Cilacap Jawa Tengah karena ukurannya harus lebih lebar dari ukuran standar tempe mendoan di pasaran. Ukurannya saja mencapai 25x17 sentimeter. Mendoan juga tak langsung dicelup adonan dan digoreng begitu saja.

Arif menawarkan mendoan yang di dalam gulungannya terdapat beragam isi. Di antaranya isi sosis, keju, telur, hingga tumisan daging sapi. Untuk sosis, tersedia sosis sapi dan ayam. Sedangkan untuk isian keju, Asep menggunakan keju lembaran yang dimasukkan dalam gulungan mendoan. Jika ingin yang lebih lezat, bisa coba isian telur yang dimasak orak-arik lalu diselipkan ke dalam mendoan gulung. Pilihan terlaris tentu saja mendoan yang diisi tumisan daging sapi. Semua isian ini digulung di bagian dalam mendoan, kemudian dicelupkan dalam adonan tepung mendoan, dan digoreng hingga matang. Asep memastikan kedua ujung mendoan tertutup adonan tepung sehingga isinya tidak terurai berantakan ketika digoreng.

mendoan gulung disajikan di atas selembar daun pisang, lalu dipotongpotong sehingga mirip sushi roll. Biasanya pembeli menyantapnya dengan irisan cabai rawit. Cantik dan unik, bukan? Ragam mendoan ini ditawarkan dengan harga Rp 3 ribu-Rp 13 ribu. Berkat terobosan ini, usaha Asep berkembang pesat hingga ke Cirebon, Indramayu, Yogyakarta, Tasikmalaya, dan Bandung.

SEPULUH GORENGAN, BELASAN SAUS

Salah satu usaha gorengan kreatif lainnya dapat ditemui pada produk bermerek Criz Crez. Usaha ini didirikan Onma Gultom 2 tahun lalu. Usaha yang berbasis di Yogyakarta ini laris manis tak pernah sepi pembeli, hingga berkembang pesat dengan 3 cabang yang tersebar di Yogykartan dan Magelang. Gorengan yang tadinya hanya sekadar jajanan pinggir jalan, oleh laki-laki hobi makan ini dibuat lebih modern dan bergaya, namun harganya tetap terjangkau. “Namanya jajanan, harganya harus bisa dijangkau siapa saja,” tuturnya.

Bersama timnya, ia menciptakan 10 macam gorengan nikmat. Antara lain tahu, kentang, ubi, cireng, pop ayam, sayap ayam, jamur, dan bola keju yang renyah.

Agar memiliki keistimewaan produk dan mampu bersaing di pasaran, Onma lalu menciptakan cara lain dalam menikmati gorengan ini. Terobosannya, ia menyajikan semua gorengan ini dengan pilihan puluhan saos homemade yang seru dan kreatif. Antara lain saus petis, saus keju, sweet mayo, barbekyu, sate, pizza, blueberi, dan japan mayo.

Gorengan juga identik dengan pelengkap cabai rawit yang biasanya disertakan bersama. Nah, secara kreatif, Onma menciptakan peran cabai rawit dengan toping bumbu bubuk. Namanya chilli pepper harakiri. Rasanya luar biasa pedas karena dibuat dari flakes cabai rawit homemade hingga saat disantap, mulut rasanya terbakar. Toping cabai bubuk ini bisa jadi tambahan di atas aneka saus tadi. “Jadi tak perlu lagi pelengkap cabai rawit layaknya gorengan klasik,” tutur Onma mantap.

Setiap gorengan dibuat dalam potongan mungil agar bisa disantap dengan mudah. Ada pop cireng yang bentuknya kotak-kotak, ada juga bola keju sebesar kelereng bernama cheese pop. Untuk tahu, menunya diberi nama pong crispy, Jenis potongan tahu pong ini paling laris dipasangkan dengan saus petis pedas. Setiap pembeli diperbolehkan memasangkan beberapa jenis saus sekaligus sesuai selera. Seluruh gorengan dikemas cantik di atas paper bag yang berfungsi sekaligus sebagai mangkuk. Pembeli pun dapat menikmatinya dengan praktis sambil jalan-jalan. Setiap porsi rata-rata berisi 150-200 gram seharga mulai dari Rp 5 ribu-Rp

12 ribu.

PISANG GORENG MUNGIL KAYA TOPING

Di Surabaya, pisang goreng yang satu ini larisnya bukan main. Untuk dapat menikmatinya, kita bahkan harus memesannya jauh-jauh hari sebelumnya. Hebat bukan? Namanya Gorengan Girang. Usaha ini didirikan Ahmad Lutfi Amrullah (25) di kawasan Dharmahusada Surabaya. Secara kreatif ia menciptakan pisang goreng yang tak biasa. Ukurannya mungil-mungil dengan 11 toping yang kreatif. Antara lain saus tiramisu, oreo, blueberry cheese, dan green tea. Yang lebih istimewa ada juga toping keju parut yang melimpah sampai menutupi bagian pisang goreng. Pisang keju ini sebelumnya diberi olesan mayo agar parutan keju menempel di atas pisang. Pisang mayo-keju ini salah satu produk paling laris di sini. Ahmad memilih pisang goreng untuk usahanya karena gorengan yang satu ini begitu akrab di lidah semua orang. “Ini menandakan pisang goreng bukan makanan yang musiman,” ungkapnya.

Dalam satu porsi pisang goreng ini terdiri atas 6 potong pisang rata-rata berukuran 5 sentimeter. Ahmad sengaja menciptakan pisang yang dipotong-potong tujuannya agar konsumen bisa menikmatinya dengan sekali lahap saja. Ahmad membebaskan pembelinya untuk mencampur pilihan topingnya, maksimal 3 varian per porsi. Harganya Rp 10 ribu-Rp 15 ribu. Sepintas, jika kita melihat deretan pisang beraneka ragam toping ini mengingatkan kita pada sajian donat. Ternyata, menurut Ahmad saat donatnya diganti pisang, rasanya malah lebih enak dan disukai,” tambahnya.

Pisang goreng ini begitu istimewa karena Ahmad juga jeli memilih jenis pisang yang akan dipakainya. Ia memilih menggunakan jenis pisang raja yang harum dan manis. Teknik menggoreng yang benar dan komposisi adonan yang tepat juga membuat tekstur gorengan ini bebas minyak. Sedikitnya 10 tandan pisang ludes terjual setiap hari. Kejeliannya menyasar pangsa remaja dan mahasiswa juga menjadi salah satu kunci keberhasilannya. Gerai Gorengan Girang yang akan membuka cabang keduanya beberapa saat lagi tak pernah menjauhi lokasi kampus dan sekolah sebagai pilihan lokasi usahanya.

JAMUR GORENG YANG GAUL

Jenis gorengan lainnya yang penuh inovasi bisa ditemui di sebuah gerai di Jakarta Utara. Nama gerainya gorengan 3G. Steve Freddy (30) pemiliknya yang sengaja menciptakan nama yang disingkat agar mudah diingat konsumen. Kepanjangan mereknya GaringGurih-Gaul. Gorengan yang dijual Steve memang garing dan gurih, serta konsepnya trendy. Gorengan yang dijualnya berbasis jamur. Idenya berawal dari kudapan favorit yang kerap dibuatkan sang Ibu di rumah. Terbesit keinginan untuk menjualnya karena rasanya enak dan gorengan disukai semua orang, demikian pikirnya saat itu. Saat hendak memulai usahanya, Steve lalu meracik ulang resep dan konsep kudapan favoritnya ini agar lebih menarik dan berbeda.

Ada 3 jenis jamur yang diolahnya, yaitu jamur tiram, champignon, dan enoki. Semuanya menggunakan bahanbahan jamur segar, tidak ada yang berasal dari jamur kemasan. “Jadi lebih enak dan jamurnya lebih terasa fresh,” ungkapnya.

Semua jamur tak sekedar dibalut adonan tepung. Dengan kreatifitasnya, Fredy menciptakan gorengan jamur yang diolah khusus. Caranya dengan menyuwir dan mengiris tipis jamur yang sudah dicuci bersih, lalu dimasukkan dalam tepung perendam. Setelah itu, jamur dimasukkan dalam tepung bumbu racikan Steve sendiri, dan digoreng hingga renyah. Ratarata jamur diproses selama 5 menit. “Sengaja kami buat mendadak agar renyahnya bertahan lama. Kira-kira kerenyahannya bisa bertahan dua jam,” jelasnya.

Fredy juga memberikan toping di atas jamur gorengnya. Selain rasa original, tersedia juga bubuk tabur dengan pilihan rasa BBQ, balado, mayo pedas, keju bakar, dan jagung bakar.

Seporsi jamur goreng ini ditawarkan dengan harga Rp 17 ribu – Rp 18 ribu, dan beratnya antara 150 gram – 250 gram per porsi. Selain ragam jamur, Steve juga menyediakan aneka gorengan lainnya sebagai pelengkap. Ada tahu pong crispy, singkong crispy, hingga pom pom puff (sejenis kentang goreng). Anda bisa berkunjung ke gerai 3G Mushroom mulai pukul 10.00 – 21.00.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.