CIPTAKAN MENU MEWAH, HARGA MURAH, DAN BEASISWA MAKAN

STRATEGI SUPERJITU RM SURGA DUNIA, BANDUNG

Saji - - Artikel - TEKS & FOTO MIFTAKH FARIED • VISUAL TRIANA TANGJONG

Sukses berbisnis makanan di usia muda bukan hal yang mustahil. Asalkan kreatif dalam menciptakan menu dan jeli melihat peluang saat membidik konsumen yang disasar. Siapa pun bisa menjadi pengusaha makanan yang berjaya. Hal itulah yang dibuktikan Nurrahman. Lelaki berusia 21 tahun ini sukses mendirikan rumah makan yang tengah naik daun bernama Surga Dunia.

Rumah makan yang didirikannya satu setengah tahun lalu ini berhasil jadi salah satu rumah makan yang laris manis di kawasan Jatinangor, Jawa Barat. Setiap hari, penuhnya bukan main. Pelanggannya banyak dan setia bolak-balik makan di sini. Apa rahasianya?

Kedai sederhana dengan menu resto berbintang

Bukan tanpa alasan jika barisan pembeli yang kebanyakan berasal dari kalangan mahasiswa rela antre setiap pagi dan malam hari untuk mengisi perut di sini. Pasalnya, Ray, sapaan akrabnya memang punya deretan hidangan berbeda dengan warung makan sejenis yang ada di kawasan Jatinangor. Tak hanya itu, ia juga menerapkan konsep yang penuh terobosan. Meski kedainya sederhana, hanya ruangan luas dengan deretan banyak meja dan kursi kayu minimalis, ia tak mau setengah-setengah.

Konsep yang diusungnya adalah resto dan kafe modern yang punya ciri khas penyajian hidangan yang cantik dan modern. “Jadi tempat boleh biasa, tapi sajiannya tak kalah dengan resto menengah atas,” begitu imbuh Ray.

Langkah bisnis yang jeli diawali Ray dari sebuah kesadaran bahwa kesuksesan sebuah rumah makan tak cukup hanya menyajikan hidangan yang enak saja. Ia sengaja menciptakan deretan hidangan istimewa dari rasa dan penataan agar pelanggan selalu ingat dan datang kembali.

Menu nasi jadi pilihan utamanya. “Pertimbangannya, nasi pasti jadi santapan sehari-hari,” tuturnya. Namun nasinya tak sekedar nasi putih biasa. Agar berbeda dari kompetitor yang sudah banyak bermunculan lebih dulu di kawasan Jatinangor, ia menciptakan menu bernama Nasi 3 Bidadari. Satu piring sajian ini terdiri dari tiga warna nasi, yaitu putih, hijau, dan merah. Nasinya dicetak dalam mangkuk hingga membentuk lapisan. Paling atas nasi merah, bagian tengah nasi hijau dan nasi putih jadi dasarnya. Sajian ini juga sering disebut nasi pelangi oleh para pelanggannya. Komposisi nasi pelangi terbuat dari beras putih, beras merah, dan beras biasa yang dimasak bersama daun pandan. Penampilannya sungguh menarik dan cantik bertengger di atas piring. Harga nasi 3 warna ini per porsi Rp 5 ribu.

Selain nasi yang berbeda dari warung makan lainnya, Ray juga menyajikan menu spesial untuk lauknya. Tujuannya agar usahanya memiliki menu andalan yang selalu dirindukan pembeli dan hanya bisa ditemukan di kedainya.

Ayam Leak adalah menu utama sekaligus andalan di rumah makan ini. Sajian ayam gorengnya tak hanya disandingkan bersama sambal terasi seperti layaknya ayam goreng, tetapi bersama pelengkap khusus yang diciptakannya sendiri. Ray mencoba menggabungkan irisan cabai rawit, serai dan bawang yang digoreng dalam minyak hingga betul-betul kering seperti bawang goreng yang renyah. “Agar betul-betul renyah, saya menggunakan api kecil namun panas. Prosesnya lama sampai teksturnya krispi,” ungkap Ray.

Nah, bumbu kering ini lalu ditaburkan di atas ayam sebagai pengganti sambal terasi. Sajian lezat pedas gurih ini hanya dihargai Rp 10 ribu.

Bagaimana dengan ayam bakarnya?Bukan hanya racikan bumbu ayamnya yang lezat, Nurrohman juga menyandingkan ayam bakarnya bersama sambal yang berisi potongan dadu buah mangga dan cabai yang dihaluskan. Rasanya asam, manis, pedas, dan begitu menyegarkan.

Ray juga terpikir untuk membuat rumah makannya ramai terus meski jam makan telah lewat. Makanya ia melengkapi sederetan menu camilan yang tak kalah seru. Segmen dan jenisnya disesuaikan dengan lidah konsumen yang disasarnya, yaitu mahasiswa. Ia lalu berkreasi dengan seblak dan aneka tahu, bakwan, dan bakso yang dilengkapi sambal pedas yang diberi nama menu “rempong”. Tersedia juga ragam pancake yang jarang ditemukan di resto sekelas ini.

Untuk deretan minuman, tersedia antara lain, ocean blue yang memadukan soft drink biru dan sirop stroberi. Ada juga es campur, hingga mojito yang jarang ditemukan di kedai sederhana. Semua menu disajikan cantik dan menarik hingga tak kalah keren dengan restoran menengah atas yang tersebar di kota Bandung. Hanya saja dengan deretan harga yang ramah di kantong mahasiswa. Rata-rata menu yang ditawarkan dimulai dengan harga Rp 5 ribu – Rp 13 ribu saja.

Berani promo gratis

Ray tak lantas puas begitu saja hanya dengan satu strategi tadi. Ia lalu mengemas konsep promosi yang tak biasa agar usahanya laris manis. Langkahnya tentu saja harus membuat orang mau mencicipi sederatan masakannya yang luar biasa tadi. Ray yang masih duduk di bangku kuliah Universitas Padjajaran jurusan Kimia ini lalu membuat analisis kecil-kecilan. Ia lantas memosisikan dirinya sebagai konsumen. “Karena kebanyakan mengandalkan uang bulanan, maka pasti yang dicari adalah makanan murah, meriah, terjangkau, malahan kalau bisa gratis,” tuturnya.

Ray lalu membuat sebuah konsep makan di hari khusus untuk membuat pelanggan yang disasarnya mencicipi berbagai hidangan buatannya. Namanya “Makan Sepuasnya, Bayar Semaunya”. Konsep ini ia berlakukan pada hari Jumat, mulai pukul 13.00 – 17.00. Tujuannya tentu saja berpromosi. “Intinya mereka harus mencoba dulu rasa masakan kami. Kalau sudah jatuh hati, pasti mereka kembali lagi,” tuturnya percaya diri.

Promosi ini ia sebarkan melalui banyak cara. Selain mulut ke mulut, juga di berbagai kampus yang terdapat di seputaran Jatinangor dengan cara menyebarkan brosur. Siapa yang tak suka makan dengan cara istimewa ini? Tak heran nama “Surga Dunia” dipilihnya karena memang bisa makan enak sesuai kocek itu sesuatu yang menyenangkan bukan? Buktinya cara ini berhasil mendatangkan pembeli yang tak saja datang dari kalangan mahasiswa, melainkan juga pekerja kantoran dan ibu rumah tangga. Di penghujung minggu bahkan rumah makannya tak pernah sepi. “Rata-rata yang sudah coba, pasti kembali lagi,” tuturnya mantap.

Saking ramainya, kini tak jarang banyak kampus dan instansi memesan nasi boks untuk berbagai acara pada Ray. Saat itulah usaha ini melebarkan sayapnya pada bisnis katering untuk memenuhi pesanan tadi.

Beasiswa makan

Ray juga punya cara istimewa untuk memenangkan hati para pelanggannya agar tetap setia makan di sini. Sebagian keuntungan dari penjualan selalu disisihkan untuk membantu sesama. Cara

RUMAH MAKAN SURGA DUNIA Jl. Raya Jatinangor, Sumedang (Seberang RM Suharti) Telp. 0813-2014-9200

mengalokasikannya dengan menerbitkan kupon makan cuma-cuma bagi mahasiswa kurang mampu. Caranya, mahasiswa dapat mendaftar dengan menyertakan surat keterangan tidak mampu. “Jadi ini cara kami membantu sesama mahasiswa yang kurang mampu melalui konsep yang diciptakannya bernama beasiswa makan. Sebagian keuntungan mengalir ke sini agar semua orang bisa menikmati hidangannya. Tentu saja biaya operasional termasuk gaji karyawan sudah diperhitungkan Ray dengan baik.

Langkah usahanya yang luar biasa ini membuat usaha kedai Surga Dunia yang didirikannya berhasil memperoleh penghargaan khusus pada ajang Wirausaha Muda Pemula Berprestasi Nasional yang diadakan Kementerian Pemuda dan Olah Raga RI, Oktober 2014 lalu. Ray menyabet Juara I Tingkat Nasional kategori Industri dan Boga untuk kategori Wirausaha Muda Pemula Berprestasi (WPMB). Sungguh luar biasa! ••

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.