BAWANG KUCAI, DAUNNYA BERAROMA TAJAM DAN PEKAT

Tanaman bawang kucai (Allium tuberosum Rottler ex Spreng, atau A. ramosus), atau singkatnya disebut “Kucai”, atau ada juga yang mengenalnya “Daun Kucai”. Bawang kucai dikenal sebagai sayuran daun. Nama kucai berasal dari Bahasa Hokkian, “Kú-chhài”. Penggu

Saji - - Cara Bertanam - TEKS HIERONYMUS BUDI SANTOSO • FOTO ISTIMEWA • VISUAL TRIANA

Daunnya beraroma tajam dan pekat, tapi berbeda dengan aroma daun bawang prei (A. porrum) maupun daun bawang merah (A. cepa). Daun kucai kecil-kecil, panjang, pipih, dan berwama hijau tua. Daunnya berlubang kecil. Berbeda dengan bawang prei yang tak berumbi, kucai berumbi meskipun kecilkecil sekali. Sedangkan bunga kucai dapat digunakan pula sebagai rempah penyedap. Kucai termasuk ke dalam tanaman yang tumbuh merumpun yang tingginya berkisar hingga 40 cm saja.

Jika kita ke pasar, cukup gampang menemukan bawang kucai. Namun alangkah lebih menarik sekaligus menggembirakan jika kita mempunyai tanaman bawang kucai di pekarangan kita. Bikin pekarangan semakin asri, di samping kita dapat menggunakannya setiap saat.

Tanam di Pekarangan

Sesungguhnya bawang kucai bisa diperbanyak melalui biji maupun tunas anakan. Kita pilih saja dengan bijinya. Biji tersebut dapat dibeli di toko atau warung pertanian. Belilah biji yang bersertifikat. Ada nomor serinya yang tertera di bagian belakang kemasan. Perhatikan tanggal kadulawarsanya.

Lakukan persemaian untuk mendapatkan bibit. Caranya, cangkul tanah pekarangan sampai gembur untuk dibuatkan persemaian. Luasnya sekitar 1x1 meter atau 1x2 meter. Tambahkan pupuk kandang sepertiga bagian lapisan olah. Kemudian tanamkan biji-biji bawang kucai secara merata sedalam 1cm. Tutupi dengan lapisan tanah tipistipis.

Selang waktu seminggu kemudian bibit tumbuh. Biarkan hingga memiliki 2 atau 3 helai daun, baru dipindah ke lahan.

Kita ingat, sekitar 2 minggu sebelumnya, tentu sudah menyipakan lahan pekarangan yang akan ditanami bawang kucai. Tanah dicangkul dahulu sedalam 20-30 cm. Tambahkan pupuk kandang. Buat bedengan dengan lebar sekitar 1,5 - 2 meter. Sedangkan panjangnya sesuai kondisi lahan pekarangan yang ada. Antar bedengan dibuat parit sedalam 25-30 cm dengan lebar sekitar 30 cm. Biasanya jarak tanam 20 x 25 cm atau 20 x 30 cm.

Nah, bibit kucai yang sudah disiapkan, kini saatnya ditanam. Buat lubang kecil, lalu masukkan bibit ke dalamnya dalam posisi tegak lurus. Tutupi dengan tanah. Tekan sedikit tanah di sekeliling batang agar sedikit padat. Selesai ditanam basahi tanah dengan

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.