KOMBINASIKAN CEKER DAN MI DALAM KUAH BERBAGAI RASA

CEKER APIN, DEPOK Tepat betul jika Ceker Apin meluncur ke pasaran pada 23 Desember 2014 lalu. Musim hujan datang, hidangan berkuah tampil kreatif ini meluncur di sebuah kedai dan langsung meramaikan deretan kuliner di kawasan Depok. Alih-alih menawarkan s

Saji - - Aktual - TEKS & FOTO MIFTAKH FARIED • VISUAL TRIANA TANGJONG

Berangkat dari sajian mi bakso yang sudah banyak dijajakan di manamana, Kusuma Wijaya, pendiri Kedai Ceker Apin justru berani memodifikasi hidangan ini jadi berbeda. Jika kuah mi bakso mengandalkan kaldu bening saja. Beda halnya dengan Kusuma. Ia menciptakan ceker beraneka bumbu untuk dicampur ke dalam kuah mi. Hasilnya mi ceker kuah ini terhidang beraneka rasa.

Kusuma menawarkan 6 pilihan bumbu untuk menikmati semangkuk hidangan mi ceker buatannya. Menunya juga dinamakan berdasarkan bumbu cekernya. Pilihannya ada ceker ricarica, siti nurbaya, bangkok, hejo, negro, hingga kinclong. Setiap porsi ceker terhidang di dalam mangkuk berkuah banyak. Di dalamnya tentu saja berisi ceker per porsi jumlahnya 5 buah. Lalu ada mi kuning dan sayuran berupa irisan wortel dan jagung muda. Sepintas sajian ini terhidang ala ramen, namun bertoping penuh ceker. Di dapur, Kusuma meracik setiap pesanan satu persatu. Ceker yang sudah direbus lalu ditambah pilihan bumbu sesuai pesanan pembeli. Misalnya jika hendak menyajikan rica-rica, ia meracik ceker, bumbu rica yang sudah siap pakai yang sebelumnya sudah diolah sendiri dengan resep rahasianya, lalu ditambah irisan sayur. Setelah itu seluruh komponen ini dimasak sebentar, lalu dimasukkan ke dalam mangkuk yang sudah diberi mi kuning dan terakhir disiram kaldu ayam. Semangkuk hidangan mi dan ceker langsung berubah jadi berkuah merah dan siap dihidangkan ke hadapan pembeli. Aroma cabai rawit tercium tajam, menawarkan citarasa pedas nan menantang. “Jadi seporsi sudah lengkap dari karbohidrat, protein, dan sayuran,” jelas Kusuma.

Berbeda lagi jika pembeli memilih ceker negro. Mi yang asalnya berkuah kaldu saja, saat ditambah ceker bumbu negro maka sajiannya akan berubah jadi kuah berwarna gelap. Ceker berbumbu lada hitam ini langsung larut ke dalam mi kuah. Ada juga menu ceker hejo menawarkan mi kuah kuning kehijauan karena pengaruh bumbu cabai hijau yang dimasak bersama ceker. Sedangkan warna kuning kemerahan tersaji dari mangkuk yang berisi ceker bangkok. Aroma daun jeruk dan serai mendominasi kepulan asap menu berbumbu dasar tom yam yang rasanya asam pedas. Sungguh nikmat.

Bagi anak-anak, menu ceker kinclong, alias sajian ceker kuah yang tersaji polos, tanpa tambahan bumbu yang beraroma kuat bahkan cabai sekalipun. Semua sajian ini ditawarkan dengan harga Rp 12 ribu - Rp 14 ribu per porsi.

Bagi pembeli yang tak doyan ceker, Kusuma menyediakan bagian sayap ayam agar setiap pembeli tetap bisa menikmati lezatnya bumbu buatan Kusuma. Seporsinya berisi 2 potong sayap ayam, mi, dan sayuran.

Semua ceker bertekstur empuk, dan tanpa aroma amis. Ceker diproses 2 kali, yaitu perebusan pertama untuk membuah kotoran dan aroma amis. Kemudian direbus kembali dengan api kecil bersama rempah-rempah selama 2 jam.

Di kedai ini, Kusuma juga menghidangkan minuman khusus yang jadi pasangan ceker-mi kuah buatannya. Namanya minuman es timun “jeniper” yang merupakan kepanjangan dari kata jeruk nipis peras. Serutan timun berpadu dengan perasan jeruk nipis dan biji selasih ini tersaji dingin seharga Rp 6 ribuan.

Kedai Ceker Apin buka mulai pukul 10.00 – 20.00, dengan kapasitas 20 kursi. Dalam waktu dekat, Ceker Apin juga bersiap melebarkan cabangnya ke Jakarta dan Bekasi.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.