MAKIN BESAR MAKIN BERUNTUNG

Kue mangkok merupakan salah satu jenis kue yang wajib hadir dalam perayaan Imlek. Jika di hari biasa kue mangkok umumnya dijajakan dalam ukuran kecil, di saat Imlek sebaliknya. Kue mangkok bukan lagi sebesar mangkok, tetapi sebesar piring jumbo. Konon sem

Saji - - Artikel -

Sudah lebih dari 20 tahun Amei (57) menjajakan aneka kue khas untuk perayaan Imlek, seperti kue keranjang, kue mangkuk, hingga aneka kue kering. Memiliki pusat produksi di Muara Karang, Amei sudah bersiap memproduksi ragam kue mangkuk khusus untuk Imlek. “Biasanya lima sampai tujuh hari sebelum Imlek adalah puncaknya pembeli mengambil pesanan,” jelasnya.

Keistimewaan kue mangkuk Amei terletak pada variasi ukuran yang beragam. Mulai dari kue mangkuk biasa yang berdiameter 5 sentimeter, ukuran jumbo 24 sentimeter. Hingga tahun ini ia melayani pesanan untuk diameter 28 sentimeter karena desakan para pelanggannya yang ingin menyuguhkan kue mangkuk yang lebih besar untuk Imlek tahun 2015 ini. “Jadi maknanya, semakin besar ukurannya, semakin besar juga harapannya untuk tahun depan,” jelas Amei.

Untuk membuat kue mangkuk, Amei harus membuat adonan yang difermentasi untuk mengembangkan kue mangkuk sehingga permukaannya merekah sempurna. “Kue mangkuk harus merekah karena juga perlambang harapan yang berkembang,” cetusnya.

Adonan ini terbuat dari tepung beras, gula, tape singkong, dan air. Setelah diaduk rata, adonan lalu ditempatkan dalam wadah tertutup, dan didiamkan 7 – 8 jam hingga mengembang. Setelah itu adonan pun siap dikukus dengan cara dituangkan pada mangkuk cetakan. Ukuran cetakan beragam sesuai besarnya diameter kue yang akan diibuat.

Tentu saja waktu mengukusnya berbeda-beda. Semakin besar ukuran kue, waktu mengukusnya pun semakin lama. Itulah mengapa Amei menganjurkan pelanggannya memesan kue mangkuk minimal 3 hari sebelumnya. “Khususnya yang berukuran besar karena membuatnya cukup lama, selain fermentasi, mengukusnya juga bisa 3 – 4 jam,” imbuhnya lagi.

Amei mengaku, kue mangkok buatannya bisa bertahan hingga 3 – 4 hari meski tidak menggunakan bahan pengawet, namun bisa mencapai seminggu jika disimpan dalam lemari pendingin.

SESUAI KEMAMPUAN

Amei membuat beragam ukuran kue mangkuk bukan tanpa alasan. Menurutnya, setiap orang yang merayakan Imlek wajib menyuguhkan kue mangkuk. Namun tentu saja kemampuan ekonominya berbeda-beda sehingga ia harus menyediakan beragam ukuran.

Tahun ini, kue mangkuk berukuran diameter 5 cm dijual Rp 70 ribu per buah. Sedangkan diameter 24 cm dan 28 cm masing-masing dijual dengan harga Rp 275 ribu, dan Rp 350 ribu.. “Biasanya untuk keluarga yang cukup mampu pasti ambil yang ukuran paling besar agar rezekinya semakin besar,” ceritanya.

Tak heran jika pesanan kue mangkuk berdiameter 24 sentimeter saat Imlek tahun lalu mencapai 400 buah. Sedangkan kue mangkuk berukuran kecil mencapai lebih dari 2 ribu buah.

Kue mangkuk buatan Amei berwarna merah muda atau merah. Warna ini melambangkan pengharapan dan keberuntungan yang baik. “Yang pasti tidak boleh ada kue mangkuk berwarna putih karena itu perlambang kematian,” jelasnya.

Selain untuk perayaan Imlek, terang Amei, kue mangkok juga disajikan pada hari-hari tertentu. Misalnya pada hari ke-5 Imlek, ketika Raja Langit turun ke bumi. Lalu pada hari ke-9 Imlek, ketika Raja Langit merayakan ulang tahun. Dan tentu saja saat penutupan di hari ke-15 pada perayaan Capgomeh.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.