PUNYA 130 KEMITRAAN DI SELURUH INDONESIA Alamat...

SOP DURIAN DURIO, DEPOK

Saji - - Artikel - TEKS & FOTO MIFTAKH FARIED • VISUAL TRIANA TANGJONG

Nama yang unik adalah salah satu upaya untuk menciptakan rasa penasaran orang datang ke gerai kita. Sop Durian Durio adalah salah satunya. Sop cuma mengingatkan orang pada hidangan teman makan nasi. Tetapi karena berisi buah, orang kepingin tahu lantas terpikat ketika mencoba. Namun suksesnya Durian Durio tak hanya sebatas nama unik. Cara bisnis kemitraan yang diciptakan pemiliknya, ternyata bisa menjaring 130 cabang di seluruh Indonesia. Hebat bukan?

Selama ini yang disebut “sop” tak jauh-jauh dari sop ayam atau sop iga. Sehingga ketika ada es durian diberi nama “sop durian”, orang langsung tertarik mencicipinya. Nama unik memang selalu bisa menjadi magnet bagi pembeli.

Sosok di balik suksesnya usaha berbasis buah durian bermerek Durio ini tak bisa lepas dari Muhammad Marwan Hadid (22), Muhammad Ihsanur, dan Muhammad Arwan Fathimy. Ketiganya memperkenalkan istilah “sop” pada minuman segar berbahan dasar durian. Kalau mau diidentikkan, sop durian ini memang layak disebut “sop” karena berkuah banyak dan punya isi yang sangat beragam.

Sop durian yang lahir dua tahun lalu ini pada dasarnya adalah kombinasi antara daging buah durian tanpa biji yang ditambahkan es, air gula, susu kental manis, keju parut, dan roti pandan. Setelah itu bisa ditambahan variasi toping seperti buah stoberi, choco chips, nata de coco, ketan, Oreo, atau potongan brownies. Harganya seporsi sop kaya isi ini dipatok antara Rp 10 ribu hingga Rp 15 ribu.

Pembeli bukan hanya boleh memilih toping, tetapi juga olahan duriannya. Ada durian yang 100 persen buah asli tanpa campuran. Kalau yang ini yang Anda pilih, silakan memilih “super durio”. Anda juga bisa memilih “durio”. Duriannya sudah diolah bersama bahan lainnya.

KONSEP BISNIS UNTUK SEKOLAH

Sop durian ini diluncurkan Marwan dua tahun lalu berbekal hasil ujicobanya terhadap buah durian yang disajikan dalam gaya es campur. Modal awalnya kala itu Rp 300 ribu. Dengan dana minim tersebut ia lalu mencari cara agar bisa mendapat lokasi usaha yang strategis, tetapi murah. Ia lalu memutuskan menumpang berjualan di sebuah rumah makan milik temannya, di kawasan Jalan Bangka, Jakarta. Namanya menumpang, tentu tak berjalan mulus. Ia lalu hengkang dari sana setelah beberapa bulan berdagang.

Tak mendapat tempat, Marwan pantang putus asa. Ia lalu bekerja sama dengan seorang siswa yang kebetulan mendapat tugas sekolah menyusun konsep bisnis dalam bentuk usaha nyata. “Saya melihat ini sebagai peluang. Sekecil apa pun harus diambil,” kisah Marwan.

Tak disangka-sangka, sop duriannya justru laris manis di sekolah. Sehari berjualan saja, omsetnya mencapai Rp 15 juta. Ia lantas menyimpulkan produknya bisa diterima pasar.

TERAPKAN KONSEP KEMITRAAN

Keyakinannya mendorong Marwan untuk membuka gerai sendiri. Terbukti sop duriannya memang diminati dan didatangi banyak pembeli. Namun Marwan tak mau berhenti di situ. Ia ingin mengembangkan usahanya seluas mungkin. Yang terpikir saat itu adalah mengajak orang menjual produknya.

Ia lalu membuat analisis usaha untuk bisnis kemitraan. Cara ini, menurut Marwan bisa menjawab masalahnya sendiri yang tak punya banyak modal sekaligus menjawab kebutuhan orang yang tertarik mendirikan usaha tapi tak mau repot-repot meniapkan bahan baku yang sesuai standar.

Selain konsep bisnis, Marwan juga segera membuat standar usahanya dalam bentuk SOP (Standard Operational Procedure) yang cermat. Olahan buah durian ia kemas dalam plastik dengan ukuran per satu porsi sop durian. Bobot duriannya kira-kira 80 gram dalam setiap plastik. Bahan durian ini kemudian dibekukan dan siap didistribusikan ke semua mitra. “Bahan ini bisa bertahan lebih dari satu bulan di dalam freezer,” jamin Marwan.

Sementara bahan-bahan lainnya, mulai dari roti pandan, chocochips, brownies, keju, hingga susu kental manis boleh dicari sendiri oleh para mitra. Namun khusus air gula, harus standar. Karena itu Marwan memberikan pelatihan sekaligus komposisi standar perbandingan gula dan air untuk membuat air gula yang sesuai standar.

Sistem ini, lanjut Marwan, memberikan kesempatan bagi para mitra untuk lebih bebas mengembangkan usaha Durio-nya, serta memperoleh margin keuntungan yang fleksibel. Misalnya, mitra dapat mencari pemasok roti, chocochips, keju, susu kental manis, atau bahan lainnya dengan harga yang lebih murah di kota masing-masing. “Otomatis keuntungan akan lebih besar,” ujarnya.

Begitu juga dengan jenis topingnya, setiap mitra diizinkan bebas berkreasi. Jadi jangan heran jika di sebuah gerai Durio terjadi perbedaan jenis toping.

MITRANYA MELUAS KE LUAR JAWA

Ketika resep dan konsep yang baik sudah dibuatnya, investor pun sudah didapat, tetapi Marwan tidak dengan serta-merta membuka cabang baru. “Sebagai usaha yang mengandalkan produk minuman segar, lebih pas kalau usaha ini dibuka di bulan puasa. Banyak orang pasti berminat untuk menjadikannya sebagai minuman untuk berbuka,” kenang Marwan.

Dari 3 mitra, sekitar Juli 2013, kini ia menangani 130 kedai di seluruh Indonesia. Lokasi gerai Durio bisa ditemukan di Jabodetabek, Bangka, Sulawesi, hingga Kalimantan. Ada 2 paket yang ditawarkan, yaitu paket Etalase seharga Rp 15 juta, dan paket mini kafe yang dipatok Rp 50 juta. Paket etalase menggunakan gerobak berkaca, praktis dan cocok untuk lokasi di foodcourt atau kantin sekolah.

Sedangkan mini kafe disertai rombong istimewa yang artistik, lengkap dengan ornamen durian cocok berdiri sendiri di lokasi strategis mulai dari area ruko, dekat kampus, perumahan, hingga mal. Kedua paket ini juga sudah dilengkapi sarana promosi, survei lokasi, hingga pendampingan usaha selama 3 bulan.

Selain sop durian, Durio juga menawarkan ragam produk berbahan durian lainnya seperti ketan durian, pancake durian, hingga cappucino float durian. Bahkan di bulan Maret 2015 ini, Marwan baru saja meluncurkan selai durian yang dapat digunakan untuk beragam sajian, seperti olesan untuk roti atau digunakan pada minuman. Untuk semua kebutuhan produksinya, Marwan membutuhkan hingga 2 ton daging durian untuk produksi selama 1 bulan. “Semua durian kami ambil dari Medan dan hanya menggunakan daging buahnya saja,” ungkapnya.

Bravo!

SOP DURIAN DURIO Jl. Sentosa Raya No. 24 (Angin Mamiri), Depok, Jawa Barat

Telp. 087880495207, 085697464458, 081311330658

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.