UKURAN, JENIS KUE, DAN DEKORASINYA BISA BERMACAMMACAM

Saji - - Inspirasi Usaha - TEKS & FOTO MIFTAKH F • VISUAL KHARISMA

MOTIF BATIK

Lahir dan besar di Yogyakarta, Retno Dyah (42), sangat beruntung dapat menekuni kerajinan membatik yang diturunkan sang ibu. “Akhirnya saya memang berbisnis kain batik tahun 2009,” jelas Retno yang jago melukis ini.

Kira-kira tahun 2014, Retno yang terus menekuni batik melihat tumpukan batik yang berbentuk gulungan di lemari tempat batikbatiknya dikoleksi. “Saya lihat bentuk gulungannya menyerupai kue bolu,” kenangnya.

Ia lalu menciptakan bolu gulung betulan yang permukaannya dilukis dengan motif batik. Ada 2 macam bolu gulung yang dibuatnya, kukus dan panggang. Namun Retno melihat tekstur bolu kukus lebih mulus permukaannya sehingga lebih cocok dilukis batik. Pengetahuan mengenai motif batik dan kemampuan melukisnya membuat bolu gulung Retno langsung melejit. “Ada banyak motif batik yang bisa diaplikasikan atau dikombinasikan. Jadi sekaligus memperkenalkan motif batik agar lestari, misalnya parang, ceplok, lereng, dan masih banyak lagi,” imbuhnya.

Untuk bolunya, tersedia rasa original, green tea, dan cokelat. Sementara filling-nya bisa dipilih sesuai selera, antara lain butter cream keju, cokelat, selai, hingga bahan premium seperti selai cokelat impor Nutella.

Bolu gulung sepanjang 24 sentimeter ini ditawarkan dengan harga Rp 75 ribu – Rp 100 ribu tergantung motif dan filling. Istimewanya, bolu gulung batik ini juga bisa dikirim ke seluruh Indonesia yang terjangkau layanan pengiriman dalam satu hari. “Bolu batik ini bisa bertahan 3 hari untuk yang kukus, dan seminggu untuk bolu oven,” tutupnya.

MANFAATKAN TALAS

Pandai melihat peluang dibuktikan Rumah Talas saat meluncurkan produk bolu gulung berbahan talas. Melihat begitu banyaknya bahan baku talas di Bogor, bolu gulung berbahan talas pun diluncurkan di toko ini. Rumah Talas bahkan sudah memproduksi bolu gulung andalannya ini sejak tahun 2009. Namanya talas roll. Bolunya dibuat dari umbi talas “Jadi sama sekali tidak mengandalkan esens talas,” ujar Ade Gunawan, konsultan Rumah Talas Bogor.

Talas yang digunakan merupakan hasil produksi para petani talas di sekitar Bogor. Umbi talas lalu diolah menjadi tepung sebelum dijadikan adonan. Agar lebih solid dan enak, tepung talas tetap harus dicampur tambahan terigu, telur, dan bahan lainnya. “Tapi komposisi tepung talas tetap yang terbesar,” imbuhnya.

Untuk berkompetisi dengan produk kue lainnya, talas roll dibuat dalam beragam pilihan ukuran dan rasa. Kategorinya ada talas roll mini, spesial, dan premium. Untuk talas roll mini berukuran panjang 18 sentimeter, dan diameter 5 sentimeter. Talas roll mini tersedia dengan isi bluberi, stroberi, dan nanas. Sementara untuk taro roll spesial memiliki jenis isi yang sama, namun ukurannya lebih besar, yaitu panjang 24 sentimeter dan diameter 8 sentimeter.

Khusus premium, pilihan isinya lebih menggiurkan, yaitu cokelat, creamcheese, greentea, tiramisu, dan mocca. Harganya dipatok antara Rp 29 ribu – Rp 49 ribu per buah. Karena tak menggunakan bahan pengawet, talas roll umumnya hanya bertahan 2 hari dalam suhu ruang, dan mencapai 5 hari di dalam lemari pendingin.

DIGULUNG MINI

Umumnya, bolu gulung berukuran besar dan panjang karena digulung langsung menggunakan kue yang dicetak di loyang cake besar. Oleh Sif Oi, konsep bolu gulung diubah jadi mini-mini, bahkan ketebalan cakenya hanya setengah sentimeter saja. “Penampilannya mini dan cantik,” ujar Sif Oi, pemilik usaha Rumah Snack Bali ini.

Salah satu andalannya adalah bolu gulung mini pelangi. Untuk membuatnya, Sif Oi menyiapkan beberapa lapisan warna pada loyang berukuran 26x26x7 cm. Setelah matang, bolu pelangi kemudian dipotong melintang dengan ketebalan setengah sentimeter atau sekitar 5 milimeter, lalu diberi filling dengan pilihan butter cream, selai buah, atau cokelat. Bolu tipis ini kemudian digulung dan siap dijual. Penampilannya sangat cantik dan tampil berbeda dari bolu gulung pada umumnya. Setelah digulung panjangnya hanya sekitar 5-7 sentimeter saja.

Sif Oi menawarkan produknya dalam kemasan mika dengan harga Rp 30 berisi 9 buah bolu gulung mini, Rp 60 ribu untuk paket berisi 18 buah, dan Rp 65 ribu untuk kemasan berisi 21 buah mini roll rainbow cake. Bolu cantik ini punya masa konsumsi 3 hari di suhu ruang, dan mencapai satu minggu dalam lemari pendingin. Selain melayani pembelian di wilayah Bali, Sif Oi juga kerap menerima pesanan dari kota lain, khususnya di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah yang terjangkau

dengan jasa layanan pengiriman satu hari.

Selain mini roll rainbow cake, Sif Oi juga menyediakan bolu gulung jenis lainnya , antara lain bolu gulung yang bagian tengahnya berbentuk hati berwarna warni, hingga swiss roll dengan pilihan rasa lemon, strawberry, blueberry, orange, almond, red velvet, pandan, green tea, hingga cokelat. Swiss roll sepanjang 26 sentimeter ini dibanderol dengan harga bervariasi mulai Rp 75 ribu – Rp 125 ribu.

BROWNIS GULUNG KELING

Lain lagi dengan Neni Sukmayani (43), pemilik Nenis Yasmin Cakes di Bekasi. Melihat olahan brownis yang begitubegitu saja, ia pun tertarik untuk memodifikasinya dalam versi gulung “Biasanya brownis bentuknya persegi panjang atau kotak. Belum ada bentuk lainnya,” ujarnya.

Di tahun 2006, akhirnya Neni meluncurkan produk brownis gulung yang dinamakan Brokus Keling alias brownis kukus keling. “Saya gunakan brownis kukus karena teksturnya lebih elastis sehingga lebih mudah digulung dan tetap padat,” imbuhnya.

Untuk menggulungnya harus dilakukan dalam seketika saat brownies baru keluar dari kukusan. Tujuannya agar lebih mudah digulung. Agar menarik, Untuk isinya, Nenis menawarkan pilihan isi blueberry sebagai pamungkas produknya. Di samping itu, ia juga menawarkan pilihan lain, misalnya selai buttercream, dan ganache.

Jenis Brokus Keling yang ditawarkan tersedia dalam 3 jenis, yaitu standar, medium, dan premium. Semuanya dibedakan dari penggunaan bahannya, terutama jenis cokelat dan butter-nya. “Ada yang menggunakan cokelat compound, hingga cokelat premium couverture,” jelasnya.

Perbedaan bahan ini menentukan harga jualnya yang berkisar antara Rp 48 ribu hingga Rp 75 ribu untuk Brokus Keling berukuran panjang 30 sentimeter dan berdiameter 8 sentimeter. Uniknya, Brokus Keling bisa bertahan selama 5 – 6 hari, dan tidak disarankan disimpan dalam lemari pendingin agar rasanya tetap enak. “Biasanya, pada hari kedua atau ketiga, Brokus Keling ini rasanya semakin enak, cokelatnya semakin menyatu,” ujarnya.

Untuk mencicipinya, Nenis menyarankan untuk memesan dulu 5 hari sebelumnya agar dapat mengatur produksi sehingga Anda mendapatkan produk yang masih fresh.

Nah, kini Anda jangan ragu untuk berjualan bolu gulung ini. Sentuhan kreativitas dijamin membuat bolu gulung Anda dicari pembeli.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.