YANG SEBAIKNYA DILAKUKAN PADA USAHA BARU MULAI?

Saji - - Panduan Usaha - TEKS WULAN AYODYA • ILLUSTRASI ISTIMEWA • VISUAL KHARISMA WULAN AYODYA UKMKU LEARNING CENTRE WWW.UKMKU.COM

Rencananya Anda akan buka usaha kuliner dalam waktu dekat. Usaha kuliner apa pun seperti restoran, bakeri, warung makan, usaha booth minuman dan sebagainya butuh persiapan sebelum mulai. Proses persiapan usaha seperti renovasi tempat, mempersiapkan kebutuhan alat masak, alat makan dan alat penjualan sudah dilakukan. Apakah tugas pemilik usaha selesai sampai di sini karena semua bisa di delegasikan?

Banyak beranggapan ketika usaha sudah mulai, tugas pemilik usaha tak capek lagi. Hal yang mesti dilakukan pemilik usaha hanya mengawasi saja Hohoho... Bisa-bisa Semua orang pilih jadi pengusaha kalau tinggal santaisantai dapat untung besar. Tentu tidak seperti itu. Anggapan seperti tadi yang mesti diubah!

Saat mulai usaha adalah masa-masa terberat pada periode sebuah usaha. Anda harus berjuang keras untuk membuat usaha mengalami peningkatan dari waktu ke waktu, tidak hanya dengan duduk manis mengawasi! Inilah saat pemilik usaha harus bergulat karena saat awal usaha bukan masa yang mudah. Ibarat petani padi, awal usaha adalah saat menanam, menjaga dan memupuk, justru sebelum memasuki masa panen.

Saya ingin memberikan paparan bahwa buka usaha tidak sekadar persiapan sampai bisa mulai beroperasi lalu tinggal menunggu hasil. Perlu saya ulangi tidak sebatas itu saja! Jika pemilik usaha berpendapat seperti itu, wajar ia menutup usahanya begitu hasilnya tak sesuai harapan dan ternyata hasilnya tak sesuai harapan. GAGAL!

Dengan pola pikir tinggal menunggu hasil saat usaha mulai berjalan akan banyak pengusaha yang tumbang dengan cepat. Makanya sering kita temui banyak pengusaha pemula yang gugur sebelum berkembang. Bukan layu lagi hehehe.

Saya ingin mengajak Anda semua untuk meninggalkan pola pikir tersebut. Pola pikir yang harus Anda tanamkan adalah terus berjuang meningkatkan usaha sampai kapan pun walaupun saat sukses telah tiba. Mungkin perbedaannya saat awal memang harus lebih bekerja keras dengan waktu tak terbatas. Saat usaha sudah memberikan hasil mulai dapat bekerja lebih terjadwal. Selain itu jika usaha sudah memberikan hasil pada tahun-tahun mendatang, Anda juga sudah dapat menikmati hasil kerja keras selama ini. Apa saja, sih, hal-hal yang dapat Anda lakukan pada fase awal usaha simak kotak dibawah ini :

Dengan mengetahui catatan hal di atas, Anda akan tahu sesuatuyang harus diperbaiki dan yang harus dilakukan selanjutnya.

2. MELAKUKAN LANGKAH PERBAIKAN KEKURANGAN USAHA DAN KELUHAN PELANGGAN

Langkah kedua adalah secepatnya melakukan langkah perbaikan pada kekurangan-kekurangan usaha dan segera merespon keluhan konsumen. Jangan menunggu lama untuk poin kedua ini. Dikhawatirkan jika menunggu terlalu lama usaha akan terpuruk sebelum memberikan hasil.

Hal–hal yang biasanya terjadi pada saat melakukan perbaikan usaha antara lain :

•Kurangnya peralatan dan fasilitas. Hal ini dapat diantisipasi dengan penyediaan alat dan fasilitas tambahan atau menyiasatinya dengan solusi lain.

•Kekurangan pada SDM dan servis. Hal ini dapat diantisipasi dengan pengawasan serta sistem kontrol yang lebih baik serta efisien.

•Keluhan, kritik, dan saran Konsumen. Coba untuk melakukan introspeksi pada keluhan konsumen. Jika dirasa memang benar, segeralah melakukan langkah perbaikan.

3. MEMBUAT TARGET PEMASUKAN USAHA

Setelah usaha berjalan satu bulan, Anda akan mendapatkan gambaran tentang pemasukan harian, mingguan, dan tentunya perhitungan pemasukan sebulan. Memang hasil yang diperoleh selama 1 bulan pertama belum dapat dijadikan ukuran pasti pada penjualan bulanbulan selanjutnya. Tapi dari penjualan satu bulan, Anda dapat mengetahui pemasukan rata-rata di awal usaha.

Pemasukan awal ini dapat dijadikan tonggak untuk menjadi standar pemasukan usaha. Dari dasar pemasukan bulan pertama Anda dapat membuat target pemasukan yang akan dicapai pada bulan-bulan selanjutnya.

Dari gambaran pemasukan yang diperoleh Anda dapat membuat sebuah target pemasukan yang diinginkan selanjutnya. Tetapi buatlah target pemasukkan yang realistis.

Contoh, pada bulan ke-3 Anda akan menambah varian produk jual. Harapannya ini akan meningkatkan omset sebesar 15 -20 persen. Setelah dilakukan ternyata omset naik bertahap 10 persen dan 15 persen pada bulan berikutnya. Pertahankan dan kembangkan cara ini secara kontiniu

Pada cara kedua saat Anda akan melakukan strategi pemasaran harga dengan memberikan diskon sebesar 10 persen setiap pembelian di atas 100 ribu . Dengan harapan akan menaikkan omset sebesar 10- 20 persen Jika ini tak memberikan hasil atau omset hanya meningkat 5 persen. Lakukan perhitungan kembali apakah pemberian diskon akan mengurangi margin dan tidak menguntungkan. Bila ya, jangan lakukan cara ini sebagai strategi pemasaran Anda selanjutnya. Karena mungkin strategi ini kurang cocok untuk jenis usaha Anda. Ganti dengan strategi lain.

5. AMATI HASIL USAHA SETIAP TAHUN

Jika usaha sudah berjalan 1 tahun, Anda lihat kembali rencana tujuan usaha terutama dalam hal pemasukkan. Apakah pemasukan usaha sesuai dengan target yang diinginkan? Bila ya, Anda sudah berhasil mencapai target 1 tahun yang telah direncanakan.

Bila hasil pemasukan Anda belum mencapai target, tapi sudah mendekati, jangan patah semangat! Manusia memang dapat berupaya maksimal, tapi pada akhirnya Tuhan Yang Maha Esa yang menentukan hasilnya. Jika Anda belum berhasil pada tahun ini, teruslah berusaha untuk meningkatkan usaha pada tahuntahun selanjutnya. Saya yakin jika semua sudah diupayakan dengan cara yang benar dan tindakan maksimaln, kalau pun hasilnya kurang, pasti tak akan terlalu jauh dari hasil yang diharapkan sebelumnya.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.