Jawaban:

Saji - - Konsultasi Ukm - ISTIMEWA

Dear Novia, Bila mengingat usaha kecil di bidang kuliner yang pernah saya lakukan dahulu, ternyata saya juga pernah menjual aneka kue dengan harga yang beragam. Contoh, saya pernah menjual kue kering dengan harga 30 ribu per toples sampai 75 ribu per toples di waktu yang sama. Jenis kuenya pun sama yaitu nastar. Jadi mengapa bisa dijual berbeda?

Ada beberapa faktor yang bisa memengaruhinya seperti, komposisi bahan yang digunakan. Nastar yang saya jual Rp 75 ribu, misalnya, mentega/butter yang harga bahannya memang jauh lebih mahal dibanding margarin. Selain itu ke dalam adonan, saya tambahkan keju parut. Ada tambahan biaya bahan yang tak sama dengan nastar yang dijual Rp 30 ribuan yang hanya menggunakan margarin dan tidak memakai keju. Jadi kita mesti memperhatikan alasan harga produk kuliner bisa berbeda antara yang satu dan lainnya.

Selain penggunaan bahan, ada juga hal lainnya yang mempengaruhi. Antara lain, lokasi penjualan dan kemasan. Jika lokasi usaha di tempat yang sewanya tinggi, tentu perlu memperhitungkan/menambah harga jual agar dapat menutupi sewa. Begitu pula dengan kemasan yang lebih bagus tentu akan menambah biaya produk.

Nah sekarang bagaimana jika dengan produk yang benar-benar sama, namun dijual dengan harga berbeda? Menurut pengalaman yang pernah saya lakukan, menentukan prosentase keuntungan (laba) bisa dilakukan dengan dua cara: • Menjual sedikit produk dengan laba besar setiap unit.

Contoh, usaha penjualan kue kering di toko. Setiap menjual sebuah toples, dapat mengantongi untung sekitar 100 persen. Namun dalam waktu sehari, hanya bisa menjual 10-20 toples saja.

Jadi, untung memang besar, tetapi dibutuhkan waktu yang lama untuk menjualnya. • Menjual banyak produk dengan laba kecil setiap unit.

Contohnya, untuk usaha penjualan kue kering grosiran, mungkin pengambilan keuntungannya hanya sebesar 30 persen, namun sehari grosir kue bisa menjual lebih dari 100 toples.

Anda tinggal menentukan pilihan tingkat prosentase yang diinginkan. Pengambilan prosentase keuntungan kembali pada keinginan pemilik usaha masing-masing. Salam.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.