NAMA USAHA KULINER & REKLAME

Saji - - Panduan Usaha - TEKS WULAN AYODYA • ILLUSTRASI CAKRA • VISUAL KHARISMA

Dua orang Ibu sedang terlibat pembicaraan, “Bunda, sudah pernah coba makan burger ala kaki lima yang baru buka itu?” “Belum, Bunda. Kenapa? Enak, ya?” “Iya. Enak banget. Murah lagi.Tapi pelayanan dan tempatnya bersih, lo!” “Oh ya? Wah, boleh dicoba, tuh. Apa nama burgernya?” “Hadeuh... Nggak tahu namanya. Habis nggak jelas, sih, nama usahanya! Saya, mah, tahunya nama burger cuma Mc Donalds.”

Percakapan di atas adalah obrolan ringan antar dua orang ibu yang sedang mengantar anak-anaknya ke sekolah. Salah seorang ibu di atas ingin bercerita pada ibu yang lain tentang burger baru yang ternyata enak rasanya. Namun ketika ditanya nama burgernya, dia tak bisa menjawab karena kemungkinan tak jelas nama usahanya. Nama usaha burger yang diingatnya cuma “Mc Donalds”

Itulah hebatnya Mc Donalds, nama usahanya bisa tertanam di benak banyak orang yang memikirkan burger. Bahkan kalau kita jalan-jalan lalu melihat lambangnya atau Ronald, sang icon, langsung tahu bahwa ada Mc Donalds di situ.

Dalam pembicaraan di atas ketika salah satu Ibu ingin mempromosikan sebuah usaha burger karena nama usahanya tak jelas, maka promosi tak sampai seutuhnya. Akan lebih mantap jika ibu itu juga dapat mengingat dan menyebutkan nama usahanya. Kemungkinan rekomendasi ibu itu akan mendatangkan pembeli lebih banyak ke usaha burger baru tersebut.

Sebelum Anda buka usaha, coba untuk merencanakan nama usaha khususnya untuk usaha kuliner. Usahakan untuk merencanakan sebuah nama usaha dan merek dagang yang mudah diingat, menggambarkan produk, dan boleh juga untuk lebih kreatif dan unik. Kalau bisa menyebutkan merek jangan terlalu panjang sehingga orang susah mengingatnya. Penting juga memilih jenis huruf yang mudah dibaca tanpa terlalu banyak variasi yang membuat orang bingung membacanya.

Akan lebih bagus kalau nama usaha dan mereknya ditambahkan logo usaha yang pas sehingga jika logonya bisa diingat oleh banyak orang, maka usaha tersebut akan semakin populer.

Di bawah ini, beberapa hal penting tentang nama usaha yang bisa dijadikan pandangan sebelum menentukan nama usaha: 1. MUDAH DIINGAT Nama yang mudah diingat akan lebih mudah melekat di benak konsumen. Nama-nama seperti warung Ampera, RM Padang Sederhana, Bakmi Gajah Mada merupakan nama usaha yang mudah diucapkan dan diingat. Dengan nama yang mudah diingat, akan lebih mudah dikenal apalagi jika usahanya punya banyak keunggulan. 2. SINGKAT & PENULISAN JELAS Nama yang singkat jelas lebih cepat diingat dan diucapkan dibanding yang lebih panjang. Kentucky Fried Chicken akan lebih mudah diingat dan diucapkan dengan nama KFC saja atau Mc Donald dengan MCD saja. Usahakan untuk tidak menuliskan nama usaha yang pajang untuk usaha pemula kecuali mempunyai makna yang berkaitan dalam satu kalimat. Ingat saja lebih singkat tentu akan lebih mudah diingat. Berkaitan dengan penulisan yang jelas terkadang ada beberapa pengusaha yang menuliskan nama usahanya dengan huruf-huruf yang dihias bahkan seringkali ada tambahan benda serta melingkar-lingkar. Mungkin penulisannya memang tampak indah namun jika tak bisa dibaca tentu akan membuat orang tidak tahu akan usaha Anda. Boleh saja Anda mempercantik huruf pada penulisan nama usaha hanya yang perlu diingat usahakan untuk bisa jelas dibaca. 3. MEMBERIKAN GAMBARAN USAHA Khusus untuk usaha yang baru mulai, nama usaha kuliner akan lebih mudah diingat jika namanya menggambarkan usahanya. Contohnya jika menggunakan nama kuring atau bahasa sunda akan menggambarkan usahanya tempat makannya menjual makanan sunda. Atau boleh juga ditambahkan kata seperti “Wileujeung Sumping” untuk menunjukkan bahwa usaha kuliner Anda menyajikan menu makanan ala Sunda. Tak hanya bahasa jika memang membuka aneka makanan dengan menu pasta ala italy, bisa menambahkan pasta pada nama usahanya contohnya Lalita Pasta. 4. ADA LOGO Nama usaha akan lebih sempurna jika ada logonya. Logo akan membuat orang lebih cepat tahu keberadaan tempat usaha di suatu wilayah. Misalnya, jika melewati sebuah mal dengan kendaraan, Anda akan tahu ada beberapa restoran tanpa perlu membaca nama usahanya. Cukup dengan logo yang familiar Anda akan tahu di mal tersebut ada restoran apa saja. Sebaiknya sejak awal rencanakan untuk membuat logo untuk menambah kekuatan nama usaha Anda.

rEkLamE

Nama usaha kuliner yang telah direncanakan tentu akan dipampang, bukan? Tujuannya agar lebih banyak diketahui oleh calon pembeli atau banyak orang yang lewat di sekitarnya. Tak lupa dicantumkan pula alamat, nomor telepon, dan jenis menu utama dengan tulisan dan warna yang menarik perhatian. Nama usaha ini bisa dipampang di bagian depan tempat usaha dengan media spanduk, papan, neon sign, dan sebagainya

Papan nama, neon sign, dan sebagainya dikenal dengan reklame. Reklame merupakan salah satu alat promosi yang digunakan suatu usaha untuk memperkenalkan produknya. Reklame merupakan sarana promosi dalam bentuk berbagai media seperti kain, kayu, besi, kaca, dan lampu.

Namun yang perlu diketahui, sebagai pengusaha kuliner Anda tak bisa sembarangan saja untuk memasang reklame. Ada aturannya. Apakah pemasangan reklame memerlukan izin? Tentu saja perlu. Anda harus mengurus izinnya terlebih dahulu sebelum memasang reklame tersebut. Reklame yang tidak memiliki izin, dapat dicabut sewaktu-waktu oleh petugas kecamatan wilayah setempat.

Di mana mEnGUrUs PaJak rEkLamE?

Tempat pengurusan pajak reklame dibagi berdasarkan besar kecilnya reklame yang akan dipasang, yaitu: 1. Reklame dengan luas maksimal 6 meter persegi, pengurusan dilakukan di DISPENDA kecamatan setempat. 2. Reklame dengan luas di antara 6 meter persegi – 24 meter persegi, pengurusan dilakukan di DISPENDA Kotamadya/Kabupaten setempat. 3. Reklame dengan luas antara 24 meter persegi – 100 meter persegi, pengurusan dilakukan di DISPENDA tingkat provinsi.

PErsYaratan PEnGUrUsan rEkLamE (PErsYaratan UmUm sEGaLa JEnis Usaha)

1. Pengisian formulir Surat Pendaftaran Objek Pajak Daerah Pajak Reklame. 2. Foto terbaru rencana lokasi reklame. 3. Gambar desain produk yang akan

disajikan. 4. Fotokopi IMB bangunan atau gedung

apabila reklame menempel di atas atau pada bangunan. 5. Surat kesepakatan dengan pemilik persil/bangunan atau

bukti kepemilikan tanah persil. 6. Surat kuasa bermaterai bagi penerima kuasa untuk

proses izin. 7. Fotokopi identitas diri pemohon (KTP, SIM, paspor, dan

sejenisnya).

ProsEDUr PEnGUrUsan rEkLamE

1. Melakukan pendaftaran objek pajak ke DISPENDA kecamatan/kotamadya/kabupaten sesuai dengan luas reklame yang akan dipasang. 2. Mengisi formulir dan menanyakan lebih rinci pada

petugas yang terkait mengenai persyaratan dan biaya. 3. Setelah persyaratan lengkap, kembalikan pada petugas terkait dan menunggu proses untuk mengetahui biaya berdasarkan Surat Ketetapan Pajak Daerah (SKPD). 4. Setelah surat SKPD keluar, akan diketahui biaya pajak

reklame dan di bayarkan ke loket kas daerah setempat. 5. Setelah pajak dibayar, reklame siap digunakan.

Bagi Anda pengusaha kuliner yang sedang mempersiapkan nama usaha, pertimbangkan secara baik-baik nama usaha Anda. Buatlah desain yang menarik serta buatlah reklamenya agar banyak orang mengetahui usaha kuliner Anda. Salam.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.