SUKSES BERBISNIS NASI KUNING BERKARAKTER

Saji - - Artikel - TEKS SITA RAHMAN • FOTO SITA R & DOK. PRIBADI • VISUAL DENDY HH

Sajian nasi kuning yang selama ini kita kenal selama ini disajikan begitu saja atau dibentuk kerucut sebagai tumpeng. Di Medan ada pengusaha kue yang membuat nasi kuning dengan penampilan berbeda. Nasi kuningnya dibentuk aneka karakter. Mulai dari bentuk topi wisuda, wajah kartun, tumpeng mobil, hingga boneka barbie. Seperti biasa, yang unik pasti menuai pembeli. Sedikitnya satu hari ia memproduksi 15 paket nasi kuning.

Usaha yang dirintis Euis Komariah (52) ini sungguh kreatif. Ia begitu jeli melihat peluang pasar kala membidik bisnis nasi kuning yang dirintisnya 3 tahun lalu. Ia tak hanya bermain pada penataan lauk, tapi juga pada nasi kuningnya itu sendiri. Tak hanya mengerucut, ada yang berbentuk datar, dibuat seperti jalanan lengkap dengan nasi yang dibentuk mobil di atasnya. Ada juga yang dibentuk topi wisuda, pesanan dari seorang pelanggannya yang akan mengadakan syukuran kelulusan.

Masih banyak lagi nasi kuning aneka bentuk yang pernah dibuat Euis. Hingga 3 tahun usahanya berdiri, tak pernah ia membuat 2 buah tumpeng yang kreasinya sama untuk pelanggannya. “Semua dibuat khusus sesuai tema yang diinginkan,” ujar Euis.

DILUNCURKAN SAAT ULANG TAHUN ANAK

Ibu tiga anak ini awalnya berjualan jajan pasar atau kue- kue tradisional. Ia ingin meluaskan pasarnya dengan menawarkan nasi kuning plus lauk-pauknya. Tetapi tidak berbentuk tumpeng karena ia sadar, pasar kuliner tidak akan bertahan bila tak ada keunikan. “Apalagi di Medan, katering besar yang sudah menjajakan tumpeng bertebaran di mana-mana,” katanya.

Terpikirlah untuk membuat paket nasi kuning aneka bentuk. Misalnya bentuk wajah yang umumnya orang buat jadi tart. Memperkenalkan hal yang tidak biasa pun, sebenarnya tidak mudah. “Siapa yang butuh nasi kuning setiap hari, pikir saya waktu itu. Tapi saya yakin bisa memasarkannya asal tahu jalannya,” kisah Euis.

Ide bagusnya muncul saat putranya, Gilang berulang tahun. Ia berencana melakukan syukuran kecil-kecilan sekeluarga. Saat itulah ia meluncurkan nasi kuning bentuk wajah anak pertama kali. “Desainnya saya lengkapi dengan kaca matanya karena kebetulan anak saya berkaca mata,” kenangnya.

Nasi kuning buatannya dibuat dari resep dasar tumpeng, dimasak bersama santan dan bumbu-bumbu lalu dicetak berbentuk bulat. Selanjutnya di atas nasi Euis mulai berkarya dengan aneka ornamen agar menghasilkan bentuk wajah. Bagian kaca mata dirangkainya menggunakan rumput laut. Begitupun bagian alis dan mulutnya. Selanjutnya untuk rambut ia menggunakan brokoli.

Lauknya sendiri ditata mengeliling nasi bentuk wajah, antara lain ayam goreng, sambal goreng, urap, sambal hati, telur puyuh, telur balado, ayam panggang, tempe dan tahu bacem, perkedel, plus rempeyek kacang. Untuk mempercantik bentuknya, Euis memanfaatkan sayur-mayur mulai dari wortel, kacang panjang, ikan asin, dan cabai merah.

Nasi kuning paket ini kemudian diunggahnya ke dalam akun Facebook yang selama ini dipakai Euis untuk berjualan. Hasilnya dalam beberapa menit saja teman-temannya di dunia maya langsung menelepon dan bertanya ini-itu seputar nasi kuning bentuk wajah tadi. Di bulan pertama berjualan, Euis memperoleh order sekitar 20 paket. Karena prinsip Euis tak hanya soal bentuk dan keindahan yang diutamakan, melainkan juga rasa makanan harus jadi perhatian utama. Tak heran pesanan berulang pun datang silih berganti, termasuk pembeli baru yang mengenal produknya dari mulut ke mulut atau melalui Facebook.

BENTUK BARBIE HINGGA ANEKA TOKOH KARTUN

Di tangan Euis nasi kuning layaknya karya seni yang berkarakter sesuai kebutuhan pemesan untuk berbagai acara. Saat mendapat pesanan, Euis langsung menanyakan tema acaranya. “Karena antara ulang tahun, selamatan perusahaan, hingga peluncuran produk, bentuk nasinya pasti beda.”

Ketika pesanan datang, Euis berusaha membangun kedekatan personal dengan pelanggannya agar hasilnya lebih berkarakter seusai tema. Misalnya syukuran wisuda sarjana. Eus mengusulkan nasi kuning berbentuk toga. “Pembeli pun langsung setuju dan suka,”paparnya.

Untuk membuat nasi kuning bentuk toga, awalnya nasi kuning dicetak segi empat. Untuk memberi aksen toga, rumput laut yang berwarna hitam ditata di atas tumpeng. Selanjutnya di atasnya dibuat tulisan ucapan selamat yang hurufnya dibuat dari ukiran wortel. Untuk hiasan lainnya, di sisinya diberikan kacang panjang, cabai merah, timun, dan wortel. Terakhir pelengkap lauknya ditata mengelilingi “topi wisuda”.

Beda lagi pesanan sebuah perusahaan untuk sebuah peluncuran mobil. Euis merancang nasi kuning berbentuk mobil lengkap dengan jalanannya. Sungguh cantik dan unik!

Ulang tahun anak perempuan tak luput dari kreasi nya yang penuh terobosan. Ia bentuk nasi kuning jadi boneka berbie. Bagian roknya dibuat dari nasi yang berbentuk lekukan ibarat rok plus hiasan daun selada mengelilingi roknya. Lain lagi untuk ulang tahun anak laki-laki. Umumnya Euis menawarkan nasi kuning bentuk tokoh kartun sponge bob atau doraemon. Nasi kuning paket ini dijual mulai Rp 350 ribu.

RAJIN MENGIKUTI TREN

Sarjana Kehutanan ini awalnya hidup berpindahpindah mengikuti suaminya yang bertugas keliling Indonesia, antara lain Bandung dan Kalimantan. Euis sendiri memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya dan mengurusi ketiga buah hatinya sejak hijrah ke Medan tahun 1993. Ia lantas mencari kesibukan ketika anak-anaknya sudah beranjak besar. Mulai dari membuat kue tradisional dan kue Lebaran. Ia juga rajin mengikuti kegiatan organisasi di kantor suami untuk memperluas jaringan usahanya sekaligus pergaulan.

Pemasarannya dilakukan dari mulut ke mulut pada awalnya. Ketika jejaring sosial sedang tren, Euis turut memanfaatkan media promosi melalui dunia maya. Setiap kue yang dibuatnya diunggah ke laman facebook dan instagramnya. Sang putri Anggiena Okta juga ikut mempopulerkan kue-kue ibunya melalui akun instagram.

Setiap hari Euis rajin membuat promo atau diskon untuk kue-kue buatannya antara lain risol, kue lapis, kue talam, dadar, bolu, dan pizza mini. Promo gratis di jejaring sosial itu mendatangkan hasil yang gemilang. Buntutnya ia sering terima order membuat kue mulai dari perorangan hingga perusahaan.

Euis punya prinsip dalam berjualan, sekaligus nilai tambah usahanya. Yakni kerapian bentuk kue. Ia tak berani menjualnya jika bentuknya jelek atau kurang sempurna. Selain itu produk makanan yang lagi tren pasti turut dijualnya. Ia sangat rajin mengikuti perkembangan kuliner melalui majalah dan televisi. Jika ada tren baru, Euis segera mempelajarinya secara otodidak. Jika hasilnya kurang bagus Ia langsung mengikuti kursus kue. “Jadi ketika pelanggan memesan kue apa pun saya pasti tahu dan bisa,” jelasnya mantap.

MERAMBAH NASI BENTO

Berkat keahliannya membuat tumpeng berkarakter, Euis jadi sering mendapatkan pesanan membuat nasi bento dalam boks untuk anak anak yang berulang tahun. “Sedikitnya pelanggan memesan seratus kotak lebih untuk sekali pesan,”jelasnya.

Bentuk bento boksnya pun tak kalah unik. Ada bentuk doraemon, spongebob, pesawat, dan kini yang sedang tren adalah tokoh kartun Minion. Semua dari nasi. Lauknya bisa berupa salad, telur, mi goreng, sambal goreng tempe, dan ayam goreng renyah. Olahannya merupakan paduan citarasa tradisional dan modern. Harga bento box perpaket Rp 25 ribu.

Menurut Euis kunci sukses usaha bisnis makanan yang digelutinya adalah karena ia serius dalam menangani setiap pesanan. Rasa dan penampilan jadi hal utama. “Karena pertama kali orang akan jatuh hati pada bentuk, selanjutnya baru rasa,” tuturnya.

Selain itu Euis rajin ikuti perkembangan zaman. Orang selalu tertarik dengan hal hal yang baru. Dengan begitu saya selalu mengikuti tren dan punya kejutan produk baru setiap saat. “Hasilnya pelanggan tidak pernah bosan,” tandasnya mantap.

Nah, jika Euis pun bisa, Anda juga pasti bisa terjun di bidang kuliner.

Alamat...

MOGIE KITCHEN Jl. SM Raja No 290 Medan Sumatera Utara/ Telp

085276945757 Instagram : @anggienaokta Facebook : euiskomariah63

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.