SUKSES OLAH WORTEL JADI KERUPUK KAYA RASA

CARROT CRACKERS IKAIKI, BEKASI Sukses membidik usaha makanan tak cukup bermodalkan uang saja. Ada ide dan inovasi yang tak kalah penting. Ketiga anak muda, Rika Gunawan (22), Rizki Pirmansyah (23), dan Isnendi Latif (23), berhasil membuktikannya. Di tanga

Saji - - Artikel - TEKS & FOTO MIFTAH • VISUAL KHARISMA

Menjadikan wortel sebagai kudapan yang disukai anak muda bukan hal yang mudah. Tapi Rika, Rizki, dan Isnendi punya ide cemerlang mengubah wortel jadi kerupik yang sebelumnya tak pernah terbayangkan. RAGAM RASA, BANYAK PILIHAN

Ada 7 rasa kerupuk wortel yang diberi merek Ikaiki ini. Pilihan rasanya juga tak biasa. Misalnya, kerupuk wortel rasa ayam taliwang pedas. Bumbu pedas khas taliwang memenuhi permukaan kerupuk, lengkap dengan aroma terasinya yang khas.

Varian pedas lainnya kerupuk wortel rasa balado dan pedas rempah. Sisa varian rasa lainnya masuk kategori tidak pedas plus terselip satu macam rasa manis yaitu kerupuk wortel ayam bawang, rumput laut, keju, dan rasa cokelat. Rasa kerupuk yang unik ini membuat siapa saja yang mencobanya jadi ketagihan.

Kerupuk rasa cokelat jadi andalan. Kerupuk rasa gurih ini jadi kaya rasa setelah dicampur cokelat pekat. Rika memilih menggunakan cokelat leleh yang dijadikan pelapis kerupuk. BERAWAL DARI KAMPUS

Ikaiki yang menjadi merek dagang diambil dari nama pendirinya, Rika dan Rizki. Keduanya mengawali usaha makanan sejak masih duduk di bangku kuliah. Sudah sejak lama mereka bercita-cita ingin memiliki usaha sendiri. Langkahnya diawali dengan mengikuti program kewirausahaan yang ada di kampus tempat mereka menimba ilmu. Selain menawarkan pelatihan wirausaha, program ini juga mengadakan kompetisi wirausaha yang mempertemukan para mahasiswa dari seluruh Indonesia untuk berlomba dalam membuat konsep usaha.

Saat bertemu banyak mahasiswa dari berbagai daerah lain inilah, terbesit ide membuat olahan wortel. Idenya muncul dari bahan pangan yang beragam dan telah dibuat mahasiswa lain, seperti kerupuk ubi. Hasil diskusi dengan mahasiswa dari daerah lain inilah yang menjadi bekal riset kecilkecilan yang dibawa Rika dan Rizky. Salah satunya adalah memiliki produk usaha makanan yang jenis penganannya bisa disantap setiap saat. Terpikirlah camilan ringan atau snack sebagai ide utamanya. Keduanya lalu melihat ragam produk camilan yang lebih dulu ada di pasaran. Ternyata pilihan bahan bakunya lebih banyak menggunakan singkong atau pisang. Keduanya lantas mengerucutkan jenis bahan dasarnya melalui analisis kecilkecilan yang dibuat dari pengamatan tadi. Pertama-tama, camilan adalah penganan selingan yang cenderung tak bergizi. “Banyak pilihan camilan, namun yang menyehatkan belum banyak,” ujar Rika.

Atas dasar itulah ia terpikir untuk membuat camilan dari bahan baku yang kaya serat dan vitamin. Wortel lalu terlintas dalam benak mereka karena merupakan salah satu jenis sayur tinggi vitamin, dan keberadaannya di pasar begitu melimpah alias tak kenal

musim. Mereka lantas mulai membuat konsep usaha makanan berbasis wortel ini tahun 2013. Kerupuk menjadi bidikan produknya karena camilan berbasis dingin lalu dijemur hingga kering. Nah, kerupuk wortel siap digoreng, dan diberi bumbu perasa. Serangkaian langkah pembuatan kerupuk wortel ini dipelajari dari buku-buku, majalah, hingga youtube. Kerupuk wortel kemudian dikemas dalam plastik kedap udara dengan bobot 150 gram. Masa konsumsinya cukup panjang, bisa mencapai satu bulan. Harganya berkisar Rp 14 ribu-Rp 15 ribu per bungkus. DIPASARKAN MELALUI TOKO ONLINE, BUKAN MEDIA SOSIAL bobotnya relatif ringan. “Jadi menjual melalui toko online sangat efektif karena bisa menjangkau pasar yang jauh lebih luas dibandingkan dijual secara langsung atau eceran. Sementara media sosial hanya digunakan untuk berinteraksi dengan pembeli, dan juga menempatkan data produk,” jelasnya.

Ternyata keputusannya tepat. Melalui toko online, pesanan mulai banyak dan datang dari luar kota, antara lain Jakarta, Madiun, Surabaya, Lampung, hingga Banjarmasin. Melalui pemasaran ini, Rizki berhasil mencapai kapasitas produksi seribu bungkus kerupuk wortel per bulan.

Dalam proses produksinya, Rika dan Rizky juga jitu menempatkan karyawan yang diambilnya dari kalangan ibu-ibu sekitar rumah produksi di wilayah Bekasi. Kini mereka tengah memproses sertifikasi Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), serta halal. “Sertifikasi ini kami butuhkan untuk memperluas jaringan penjualan selanjutnya, khususnya jaringan toko retail yang punya jangkauan nasional,” tutup Rizki.

Nah, Anda juga bisa seperti mereka!

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.