RUMPUT LAUT RENYAH BERCITARASA KHAS SUNDA

Nori, atau rumput laut berbentuk lembaran kini dijual dengan harga terjangkau. Isinya 6 lembar, harganya delapan ribu rupiah saja. Keistimewaannya ada pada rasanya yang beraneka. Rasa pedas dan terasi hanya dua di antaranya. Ke depannya bahkan akan ada ra

Saji - - Aktual - TEKS & FOTO MIFTAKH FARIED VISUAL BENYAMIN W.

Menikmati rumput laut dengan rasa berbeda bisa dicoba jika berkunjung ke kota Cimahi. Di tangan empat anak muda, Dadang, Andi, Deon dan Rian, nori yang biasa dipakai sebagai salah satu bahan gulungan sushi, tampil beda karena diberi sentuhan bumbu lokal bercitarasa Sunda. Makanya dinamakan Sunda Nori.

Nori terasi

Bicara soal rasa Sunda, pastilah tak jauh dari aroma terasi dan rasa pedas yang disebut nori seuhah (seuhah, bahasa Sunda berarti pedas). Pilihan lainnya, nori rasa original yang sudah dikenal. Rasa seuhah menawarkan tingkat kepedasan yang cukup menggigit di mulut karena berbahan utama cabai kering yang diblender hingga halus, lalu ditaburkan pada nori.

Kini mereka akan meluncurkan nori dengan citarasa khas Sunda yang lain. Misalnya, sambel hejo, oncom, hingga rasa jengkol.

Sunda Nori ini dikemas dalam wadah berbahan lapisan aluminium yang kedap udara berisi 6 lembar nori yang ditawarkan dengan harga Rp 8 ribu saja. Setiap lembar nori berukuran kira-kira 4 x 10 sentimeter. Jumlah isinya, sambung Andi, cukup untuk sekali makan. “Soalnya nori ini kalau sudah dibuka harus segera disantap tak lebih dari 10 menit agar tekstur renyahnya tidak berkurang,” urai Andi.

Untuk bahan nori, Andi memilih nori asal Korea yang menurutnya lebih enak dibandingkan produk Thailand. Dalam kemasan rapat, Sunda Nori ini bisa bertahan 3 minggu. Meski pemasarannya ke seluruh Indonesia, tetapi layan antar baru di wilayah Cimahi dan Bandung. Bahkan dengan biaya cumacuma untuk pembelian minimal 4 bungkus. Nah, Anda tertarik mencicipi nori ala Sunda?

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.