Mat ... a Al

Saji - - Pelesir -

Kedai Botok Mak Isah ini terletak limaratus meter di sebelah selatan jembatan Comal Pemalang. Ramainya bukan main hingga dalam tiga jam saja seluruh hidangan yang dijual akan pasti ludes Kedai yang berdiri sejak tahun 1950-an ini menjual botok yang rasanya pedas menggigit, makanya disebut botok setan.

Mak Isah (90) bersama sang anak, Pak Solihin, menawarkan botok yang dibuat dari kelapa parut muda yang diuleni dengan air kelapa, cabai melimpah, bumbu rempah, tahu, dan tempe gembus yang dipotong kotak 5x5 sentimeter. Proses masaknya masih tradisional di atas pawon atau tungku kayu bakar hingga matang dan bumbu meresap sempurna.

Botok Setan paling enak dinikmati panas-panas bersama pelengkap khas kedai ini yaitu sambal telo. Sambal ini dibuat dari singkong, gula merah, kacang tanah, cabai, dan garam. Untuk puluhan kelapa, 150 tahu, dan 25 papan tempe gembus dibutuhkan delapan kilogram cabai rawit hijau.

Dalam sehari, Mak Isah biasa menghabiskan delapan panci botok. Berbeda dengan botok yang kita kenal yang dikemas daun pisang, botok Mak Isa malah seperti hidangan sayur karena dihidangkan langsung

BOTOK SETAN

MAK ISAH Gang Kenanga 7, RT 4/ RW 5 Pemalang, Comal,

Balutan.

di dalam panci. Saat pembeli memesan, botok disajikan di atas pincuk daun pisang lengkap dengan dua iris tempe dan tahu plus kuah yang cukup banyak. Botok biasanya ludes dibeli pelanggan dalam waktu tiga jam saja. Harga per porsinya yang sangat terjangkau, hanya Rp 5 ribu.

Uniknya, meski kedai ini hanya berkapasitas 12 orang, namun pembelinya banyak sekali yang berdatangan dari luar kota dan rela mengantre di sini. “Biasanya mereka malah bawa wadah sendiri untuk mengemas botok agar tahan dibawa diperjalanan,” ujar Solihin, penerus usaha ini.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.