. at.. m a l A

Saji - - Pelesir -

Jika sedang melewati jalur pantai utara antara Pemalang menuju Petarukan, warung makan Pecak Belut Mak Beng ini pasti terlintasi. Warung yang berjarak seratus meter di sebelah utara pom bensin Petarukan ini berada di Jalan Raya Tegal Mlati, persisnya di kawasan gang pertama.

Tarini (50), penerus usaha yang telah dirintis Pak Dul sejak tahun 1990 ini menawarkan pecak belut nikmat dan laris bukan main. Padahal sajiannya sederhana saja, belut yang dipenyet atau pecak di atas sambal. Rasanya sungguh nikmat dan sungguh tak biasa karena belutnya tak hanya belut goreng belaka, melainkan diolah dulu. Inilah letak keistimewaan pecak belut khas Pemalang. Menggunakan jenis belut sawah, Tarini mengolah belutnya dengan telaten dan dimasak dalam bumbu rempah rahasia plus santan. Setelah santan dan bumbu rempah meresap, belut kemudian digoreng dan di penyet di atas sambal bawang yang nikmat. Gurih santannya begitu terasa hingga membuat daging belut jadi lebih nikmat. Pelengkap pecak belut adalah lalapan kacang panjang yang renyah. Satu porsi pecak belut harganya Rp 20 ribu. Pilihan lauk lainnya yang bisa dinikmati di sini antara lain sotong, sayur belut, cumi, sayur asam, dan burung puyuh.

Warung Makan yang berkapasitas 15 orang ini buka mulai 07.00-20.00. Sedikitnya sepuluh kilogram belut diolah untuk memenuhi kebutuhan pembeli yang datang dari sekitar Pemalang, antara lain Brebes dan Pekalongan.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.