Jawaban:

Saji - - Konsultasi Ukm -

Dear Olivia, Pencatatan atau inventaris barang gunanya adalah untuk mengetahui jumlah peralatan dan perlengkapan usaha kuliner Anda. Peralatan dan perlengkapan yang sering dipakai kemungkinan akan rusak dan bisa juga hilang. Sehingga pemilik harus melakukan pencatatan dan pemeriksaan pada perlengkapan agar dapat terus memantau jumlah dan kondisi barang usahanya.

Dalam usaha rumah makan merupakan hal biasa terjadi kehilangan alat makan, pecah atau rusak. Sebaiknya pemilik usaha mengantisipasinya dengan membuat aturan ganti rugi jika rusak karena keteledoran karyawan . Ganti rugi dapat berupa barang atau sejumlah uang senilai alat yang hilang. Jika yang merusakkan adalah konsumen Anda, coba untuk melakukan perhitungan dan membuat aturan yang sama-sama tidak merugikan.

Akan lebih baik jika pencatatan setok barang dilakukan setiap bulan sekali. Tujuannya jika ada kehilangan atau kerusakan, tidak perlu menunggu sampai berbulan-bulan lamanya sehingga bisa jadi lupa siapa yang harusnya bertanggung jawab atau mengganti kehilangan atau kerusakan tersebut.

Selain itu inventaris yang dilakukan secara berkala berguna untuk mengecek barang yang hilang dan kurang di dalam usaha sehingga tak terjadi kekuarangan alat - alat masak operasional sehari-hari. Tentu akan repot bila sering terjadi kekurangan alat makan atau alat masak saat melayani pembeli, bukan? Berikut ini adalah tips cara melakukan kontrol untuk inventaris alat alat usaha.

• Saat awal usaha berdiri, Anda harus melakukan pencatatan jumlah peralatan dan perlengkapan secara keseluruhan. Buatlah salinan pencatatan jumlah alat. Berikan catatan pada karyawan yang didelegasi khusus ini. Jika perlu ada tanda tangan Anda, juga karyawan Anda sebagai saksinya.

• Pencatatan jumlah alat dilakukan setiap ada barang yang masuk atau dikeluarkan. Untuk alat yang keluar dari tempat penyimpanan, harus ada catatannya. Setiap harinya alat dikeluarkan harus berjumlah sama. Misalnya, jika satu hari mengeluarkan piring 100 buah, maka jumlah tersebut yang ditetapkan untuk dikeluarkan setiap harinya.

• Lakukan perhitungan piring atau alat lainnya di tempat penyimpanan saat usaha tutup.Tapi jika tidak bisa, lakukan minimal 1 bulan sekali. Saat perhitungan apabila alat jumlahnya tidak sama, harus ada keterangan pada buku catatan setok tentang penyebabnya. Mungkin karena hilang atau rusak. Jika tak ada keterangan, bagian yang didelegasi akan bertanggung jawab.

• Wajibkan pada karyawan Anda untuk melaporkan alat yang rusak dan hilang kemudian tanyakan penyebabnya. Misalnya, piring pecah, sendok hilang, kompor rusak. Sertakan juga siapa yang mengakibatkan kerusakan tersebut.

• Buatlah panduan aturan terhadap pelanggan atau karyawan mengenai besar penggantian.

• Pencatatan khusus dengan tanda hilang dilakukan apabila ada alat yang hilang dan sudah tidak dapat dipakai alias rusak.

• Apabila Anda membeli alat yang baru, langsung tambahkan jumlahnya dengan jumlah alat sebelumnya.

• Secara berkala lakukan pengecekan jumlah alat secara langsung. Cocokkan dengan catatan inventaris. Apabila tidak sama, lakukan penelusuran dan pencarian alat. Saat itu lakukan juga pemeriksaan kondisi alat. Apabila terdapat alat yang hampir rusak, lakukan langkah perbaikan dan penanggulangan secepatnya sehingga saat hendak dipakai, alat dalam keadaan siap pakai.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.