TUTUT MODERN BERSELIMUT SAUS KARI HINGGA NANAS

KEDAI TOET TOET, LEMBANG

Saji - - Aktual - TEKS & FOTO MIFTAKH F. • VISUAL BAYU P.

Tutut atau keong sawah adalah makanan tradisional yang biasanya dimasak dalam kuah kuning berbahan dasar kunyit dan cabai, rasanya gurih-pedas. Hidangan ini merupakan sajian tradisional yang banyak ditemukan di Jawa Barat dan sebagian Jawa Tengah. Makanan ini tengah naik daun di kalangan anak muda Bandung karena baru-baru ini ada tutut yang dijajakan dalam versi modern. Antara lain dalam saus kari, balado, lada hitam, hingga saus nanas. Penasaran?

Persisnya di Lembang, kedai Toet-Toet ini memang tengah populer. Sejumlah pengunjung terlihat asyik mencungkil- cungkil keong sawah ini untuk mengeluarkan daging keong dari cangkangnya. Ada juga yang langsung menyeruput dari cangkangnya. Semuanya terlihat begitu seru, sibuk, dan menikmati sajian tutut.

Kedai Tutut Toet Toet milik Bapak Tony Sulaiman ini baru 2 bulan lalu meramaikan kuliner di Lembang. Ada 4 rasa yang ditawarkan, yaitu kuah kari, balado asam manis, lada hitam, hingga saus nanas. Semuanya enak, dan laris manis. Tekstur daging tutut ini lembut dan kenyal seperti kerang, tersaji berselimutkan saus kental jadi ciri khas di kedai ini.

Untuk kuah kari, warnanya kekuningan. Aroma kunyit dan rempah lainnya menjadi bumbu dasar saus ini. Rasanya gurih asin. Sementara bagi yang suka rasa pedas, boleh coba Tutut Balado Pedas Manis. Tutut ini berselimutkan saus kental berwarna kemerahan. Rasanya cukup pedas dengan sentuhan rasa asam manis yang segar.

Jika ingin yang rasanya pedas menyengat, maka Tutut Lada Hitam yang paling cocok. Tutut ini dimasak dalam kuah kental berwarna gelap yang dipengaruhi lada hitam sebagai bumbu utamanya. Rasa pedasnya benar- benar bikin keringatan.

Yang terakhir tak kalah enak dan menyegarkan adalah sajian tutut dalam saus nanas yang kental kekuningan. Yang ini rasanya juara. Kombinasi manis asam nanas sungguh cocok dengan karakter daging tutut yang kenyal lembut, seperti kerang.

Tutut ini rata- rata dibanderol dengan harga Rp 15 ribu per porsi dan berisi lebih dari 50 ekor tutut berukuran sedang. Yang menyenangkan, dalam satu porsi, Anda boleh memilih dua rasa. Misalnya lada hitam dan saus nanas.

Didatangkan dari Cianjur

Tutut di sini selalu tersaji panas. Sebelum disajikan, tutut memang sudah dimasak dalam jumlah besar. Jika ada pembeli, maka tutut akan dipanaskan terlebih dulu dalam porsi kecil- kecil sesuai pesanan sehingga pelanggan selalu mendapatkan tutut yang masih mengepulkan asap. “Tutut kalau dingin, rasanya kurang mantap,” imbuh Lia, pengelola kedai Toet Toet.

Tutut yang dimasak pun tak sembarangan tutut, melainkan khusus didatangkan dari Danau Cirata di Cianjur. Alasannya, tutut dari sawah biasanya beraroma tanah. “Kalau tutut dari danau tidak terlalu berbau amis atau bau tanah,” jelasnya.

Tutut diproses cukup lama agar bebas amis. Direbusnya saja hingga 3 kali dengan tambahan garam, serai, dan daun salam. Setelah itu, tutut baru dapat dimasak menggunakan beragam saus tadi. Setiap hari sedikitnya kedai ini menghabiskan 20 kilogram dan mencapai 150 kilogram tutut saat akhir pekan.

Jika ingin mencicipinya, kedai ini buka pukul 09.00 – 18.00 Senin – Jumat, dan pukul 08.00 – 20.00 untuk Sabtu dan Minggu. Yuk, cicipi tutut enak beragam saus ini.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.