Pelesir:

PLESIR MUNTILAN Meski kota Muntilan hanya satu jam berkendaraan dari Yogyakarta, tetapi sajian tradisional sama sekali berbeda dengan sajian khas Yogyakarta. Gudeg Muntilan, misalnya, selalu disajikan bersama bubur dan kuah opor. Ada juga nasi rebus dan s

Saji - - Front Page - TULISAN & FOTO RIZKY NURINDIANIE • VISUAL BAYU P.

MAKAN ENAK DI MUNTILAN

Meski berdekatan dengan Yogyakarta, gudeg di Muntilan sungguh berbeda. Sajiannya begitu khas karena disantap bersama bubur, bukan nasi. Gudeg bubur sebutannya. Sajian ini kerap dijadikan menu sarapan favorit masyarakat setempat. Hidangan khas ini bisa ditemui di Warung Gudeg Mbok Jayus. Letaknya tak jauh dari jalan utama Muntilan. Berdiri sejak masa Kemerdekaan. Warung ini terkenal dengan andalan bubur gudeg yang disajikan bersama kuah opor.

Gudeg bubur tidak menggunakan areh (santan kental) layaknya sajian gudeg pada umumnya. Tetapi di kedai ini areh santan diganti kuah opor sebagai kuahnya. Bahan yang dimasak menjadi gudeg juga tak seluruhnya dari nangka, melainkan dicampur daun singkong. Pelengkap hidangan gudeg bubur ini adalah opor ayam, opor uritan, sambal goreng krecek, dan sayur kentang. Opor uritan adalah opor yang berisi uritan atau calon telur ayam yang ukurannya kecil-kecil tak lebih besar dari kelereng.

Kus Hartanti (39) penerus generasi keempat yang mengelola warung ini menggunakan ayam kampung untuk opornya. Sementara telur yang diolah bersama gudeg ditawarkan dalam 3 jenis, telur ayam, telur ayam kampung, atau telur bebek.

Untuk satu porsi gudeg telur maupun gudeg ayam dipatok harga Rp 9 ribu sampai Rp 15 ribu. Untuk minumnya, pelanggan dapat memilih teh manis dalam gelas ukuran kecil maupun besar. Di sini juga tersedia bubur ketan kinco sebagai penutup seharga Rp 5 ribu per porsi. Bubur ini merupakan bubur nasi yang dicampur bersama beras ketan dan diberi kuah gula Jawa. Lalu ditaburi toping bubuk kedelai dan kelapa parut.

Sedikitnya terjual hingga 200 porsi bubur gudeg setiap hari. Tak lewat pukul 8 pagi biasanya sudah ludes. Padahal warung berkapasitas 10 orang ini sudah buka sejak pukul 4 subuh. Tak lewat pukul 10 pagi biasanya seluruh hidangan ludes tak bersisa.

Makanan khas Muntilan yang tak kalah nikmat adalah sop empal. Untuk menikmatinya, cari saja kelenteng di pusat kota Muntilan. Warung bernama Sop empal Bu Haryoko terletak tak jauh dari kelenteng tersebut. Warung yang didirikan Mbah karto ini, sudah dikelola oleh generasi ketiga, Bpk. Haryoko (58) sehingga nama warungnya pun berganti menjadi “Warung Sop Empal Bu Haryoko”. Sebelumnya hanya, “Warung Sop Empal”.

Bila membeli sop empal, Anda akan mendapat sepiring nasi yang dilengkapi bihun, irisan kol, dan kuah bening dari kaldu sapi plus sepiring empal daging dan paru. Plus pelengkap sambal bawang dan kecap manis. Empal daging dan parunya dimasak dalam bumbu bacem setelah sebelumnya direbus lama. Hasil sisa rebusan pertama adalah kaldu yang dijadikan kuah sop. Lalu daging dan empalnya diolah kembali bersama bumbu bacem dan disajikan setelah digoreng sebentar, sebagai lauk sop secara terpisah. Bumbu bacemnya istimewa sehingga menghasilkan rasa gurih-manis yang disukai pelanggan. Dagingnya empuk nyaris tersuir-suir.

Satu porsi daging empal atau paru ini dihargai Rp 16 ribu. Dalam sehari, warung berkapasitas 20 orang ini dapat menjual hingga 50 kilogram empal. Pada saat liburan, warung yang buka mulai pukul 10-16.00 ini malah bisa menjual empal dua kali lipat hari biasa.

Tongseng bebek paling ngetop di Muntilan ini terletak di tengah perkampungan yang dikelilingi oleh persawahan di kawasan Kepanjen, Menayu. Meski begitu, Warung Makan Pak Kadis rupanya cukup dikenal sehingga untuk mencarinya dapat bertanya pada warga setempat.

Sejak tahun 1979 warung ini tak pernah sepi pembeli. Andalannya olahan bebek dalam kuah tongseng yang nikmat. Sebelumnya bebek direbus tanpa bumbu selain garam hingga empuk. Jika ada yang memesan, daging bebek akan ditumis bersama bumbu, antara lain bawang putih, bawang merah, kecap, dan garam. Lalu diberi kuah kaldu, irisan kol, rawit, dan suwiran bebek. Anda yang tak suka bebek, bisa memilih ayam. Cara masaknya sama seperti bebek.

Selain tongseng, warung ini juga menjual mi goreng, mi rebus, nasi goreng dan ada juga versi nasi rebus, yaitu tumisan nasi berkuah melimpah. Nasi rebus termasuk hidangan kesukaan masyarakat Muntilan dan sekitarnya. Cara membuatnya tak berbeda dengan cara membuat mi rebus. Kaldu dituang ke dalam tumisan bumbu dasar lalu dimasukkan nasi dan suwiran ayam atau bebek.

Seporsi tongseng bebek dipatok seharga Rp 11 ribu, sedangkan mi rebus ayam Rp 9500. Apabila menginginkan daging bebek, harganya menjadi Rp 11.500. Warung Makan Pak Kadis cukup sederhana dan hanya dapat menampung sekitar 20 orang pada saat bersamaan. Namun jangan salah, meski tempatnya kecil dan tak tampak banyak pelanggan yang menunggu pesanan, antrean Pak Kadis mengolah sajian cukup panjang karena kebanyakan pembeli memesan melalui telepon dan baru datang ketika pesanan siap diambil.

Mengunjungi Muntilan, belum lengkap kalau tidak mencicipi mangut ikan air tawar. Warung Makan Purnama adalah tempatnya menikmati mangut terkenal ini. Deretan wadah-wadah besar berisi mangut lele, mangut bawal, mangut nila bersebelahan dengan baskom berisi wader goreng langsung terlihat begitu kita memasuki warung. Ikan air tawar memang hidangan utama di warung makan ini. Akan tetapi dibandingkan dengan yang digoreng, ikan yang dimasak mangut lebih banyak dicari. Tampaknya pengunjung terpikat dengan olahan ikan kuah santan yang diolah bersama bawang merah, bawang putih, cabai, jahe, kunyit, kencur, sereh, daun salam, dan lengkuas ini.

Menariknya lagi, mangut tidak dimasak menggunakan kompor minyak ataupun gas. Masih seperti saat warung berdiri, tahun 1965, pengolahan mangut menggunakan tungku kayu bakar. Tak heran aroma asap yang khas menambah nikmatnya ragam mangut di sini. Pilihannya ada mangut lele, nila, dan bawal.

Selain mangut dan berbagai hidangan ikan air tawar, warung ini juga menyajikan nasi pecel, opor bebek, hingga burung puyuh bacem. Tak hanya itu, ada juga es tape ketan hitau. Daerah Muntilan memang terkenal dengan tape ketannya.

Bersantap di sini, jangan harap mendapatkan harga yang pasti untuk setiap makanan yang dipesan. Antara satu lele dengan lele yang lainnya sangat mungkin memiliki harga yang berbeda karena bergantung pada ukurannya. Si penjual akan menentukan kepantasan harga sesuai ukuran tadi. Namun sebagai bayangan, kisaran harga sepiring nasi bersama mangut lele dan ikan wader goreng adalah sekitar Rp 20 ribu per porsi. Warung yang buka mulai pukul 7.30 pagi ini melayani pembeli hingga pukul 19.30.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.