Artikel & Info

Nugget, bakso, dan sosis sudah banyak penjualnya. Banyak merek favorit yang selalu diburu para ibu untuk anaknya. Meskipun begitu, tidak berarti tak ada peluang di pasar ini. Pelangi Andak Sehat di Bekasi, membuktikan, peluang ketiga usaha ini masih terbu

Saji - - Sapa & Surat Anda - TEKS & FOTO MIFTAKH F. • VISUAL BAYU P.

Hal. 3 - Aktual Waroeng Mee, Jakarta Hal. 7 - Plesir Makan Enak di Muntilan Hal. 14 - Artikel Pelangi Anak Sehat, Bekasi

Hal. 15 - Tips

Dari semula Khalila (29) menyadari bahwa berjualan bakso, nugget, dan sosis tak akan mudah menembus pasar yang luas mengingat produk sejenis di pasaran jumlahnya amat banyak dan tak kalah beragam. Karena itu ia menciptakan ketiga hidangan favorit anak ini dengan ciri yang berbeda yang tidak ditemukan pada produk sejenis.

Produk yang sehat adalah hal utama yang diterapkan Khalila pada produknya. Makanya produknya ia beri label, “Healthy Frozen Food”.

Tentu label saja tidak cukup. Ungkapan “sehat” ini harus diwujudkan di dalam produknya. Unsur sehat itu ia terapkan dalam bakso, nugget, dan sosis yang mengandung sayur-mayur, seperti sawi, brokoli, wortel, jagung, hingga jamur. Cukup berani, bukan? Mengingat ada banyak anak yang tidak doyan sayur.

“Saya tidak takut karena anakanak juga suka warna. Makanya saya menciptakan produk yang berwarna-warni,”kata Khalila.

Maka tersedialah bakso berwarna hijau, hingga nugget yang teksturnya “ramai” karena berisi sayur-mayur. Pernyataan sehat ini juga ia terapkan dalam produk yang non-MSG. Semua nugget, sosis, dan bakso yang diproduksinya, dibuat tanpa MSG sama sekali. Jangan harap pula menemukan produk yang menggunakan pengenyal ataupun pengawet. Faktor sehat ini membuat para ibu merasa aman membeli produknya untuk anakanak mereka.

Meski tanpa MSG, rasa trio hidangan ini tetap gurih. Karena sarjana lulusan Teknik Industri ini menambahkan susu. Susunya susu yang sudah didinginkan hingga menciptakan tekstur yang kenyal. Ia juga banyak memadukan komposisi rempah, mulai dari bawang putih, merica, dan garam dengan tepat hingga mendukung rasa gurih tadi.

Selain itu faktor kelezatan juga jadi perhatian utama. Misalnya untuk nugget, bahannya betul-betul daging dada, tidak dicampur kulit ayam. ADA 33 VARIAN

Selain sehat, masih ada lagi penarik yang diciptakan Khalilla. Trio kudapan frozen food paling populer di lidah anak-anak ini ditawarkan dalam 33 varian. Luar biasa banyak, bukan? Terciptanya varian yang banyak itu tidak bisa dilepaskan dari asal-mula terciptanya usaha ini.

Sekitar tahun 2011, nugget sayur buatan Khalila dibawa sebagai bekal oleh sang suami ke kantor. Tak dinyana, nugget buatannya banyak yang mencicipi. Bahkan ada yang tertarik memesannya. Khalila menyanggupi permintaan teman kantor suaminya. “Waktu itu pesan 4 bungkus, tetapi bedabeda. Ada yang mau susunya banyak, ada yang alergi susu, ada yang minta wortel dan kejunya banyak,” kenangnya.

Permintaan itu dituruti dan malah menciptakan ragam nugget. Karena makin lama, makin banyak yang memesan, Khalilla mulai menyeriusi usahanya dengan membuat nugget yang bervariasi. Waktu itu ia menyediakan nugget original (ayam), susu, keju, dan sayuran. “Jadi basis adonannya bisa dibuat satu dengan bahan ayam, tinggal ditambahkan bahan lain sesuai kategori sehingga proses membuatnya lebih mudah,” ujarnya.

Variasi nugget susu tersedia pilihan ayam original, ayam brokoli wortel, dan ayam keju. Sementara nugget sayuran tanpa susu tersedia ayam wortel, ayam sawi ijo, ayam jagung, dan ayam jamur. Lila, nama panggilan Khalilla, juga meluncurkan nugget berbentuk stik dengan pilihan ayam original, hot (pedas), dan ayam garlic (rasa bawang putih). Ada juga nugget sayur istimewa berisi sosis, daging sapi, udang, keju kotak, krim cheddar (keju meleleh), dan keju mozzarella.

Produknya makin banyak setelah bakso dan sosis dengan variasi daging ayam/sapi mulai dibuat dan dipasarkan juga. Variannya kombinasi sayuran (brokoli, sawi, wortel), keju leleh, hingga bakso bakar dengan saus barbeque. Semua varian ini dikemas dengan berat antara 200 – 250 gram per kemasan, dan dipatok dengan harga mulai Rp 18 ribu – Rp 39 ribu. Sementara sosis dikemas dengan isi 7 buah, dengan harga mulai Rp 25 ribu – Rp 32 ribu.

BELAJAR MANAJEMEN PRODUKSI

Sebagai seorang Ibu rumah tangga tanpa pengalaman memasak, kini Lila sudah menjelma menjadi pemimpin sebuah usaha makanan. Tentu bukan hal mudah. Lila pun mengakui jika setahun pertama berjualan nugget, ia terus- menerus melakukan perbaikan. Baik dengan cara mengamati maupun masukan pembeli. “Semua saya perhatikan, mulai dari rasa, penampilan, hingga teknik produksi,” kenangnya.

Misalnya untuk membuat nugget, meskipun terlihat sederhana, namun butuh standar khusus yang tak mudah. Contohnya ketika dibekukan, banyak tepung panir yang rontok atau saling menempel. Jika digoreng pun luarnya cepat hangus, namun dalamnya belum panas.

Akhirnya ia menemukan cara agar masalahnya terjawab. “Ternyata nugget yang sudah dikukus dan dibalut dengan tepung panir harus dioven dulu sehingga teksturnya lebih kuat dan tidak saling menempel ketika dibekukan,” jelasnya.

Begitu juga masalah karyawannya yang berjumlah 5 orang. Ketika hendak menggenjot produksi, Lila sempat mengubah sistem gaji menjadi sistem target pada semua karyawan. “Saya pikir, cara ini cukup adil dan positif sehingga setiap orang mendapatkan gaji sesuai kapasitas pekerjaan masingmasing,” pikirnya.

Namun di luar dugaan, sistem ini justru tak direspon baik. Sebagian karyawan justru semakin stres karena pekerjaanya seolah dikejar target. Menyadari hal ini, Lila pun segera merespons dengan mengubah kebijakan upah menjadi sistem gaji, bahkan menaikkan gaji karyawan, plus uang makan yang diberikan secara mingguan. “Sebelumnya gaji dan uang makan saya bagikan bulanan,” ujarnya.

Dengan sistem ini, pekerjaan karyawan menjadi baik, sesuai target, dan rapi. Bahkan jika ada pekerjaan ekstra karena pesanan meningkat, para karyawan pun secara positif mendukungnya. “Jadi memang kita harus mencari sistem yang sesuai dengan usaha yang kita kembangkan. Jadi usahakan selalu berdialog dengan karyawan untuk mendapatkan hasil terbaik,” sarannya.

RAIH PEMBELI LEWAT WEBSITE DAN AGEN

Lila memanfaatkan keahliannya di bidang Teknologi Informasi untuk membuat website dengan desain yang cantik dan menarik. Ia membuat website www.pelangianaksehat.com. Yang berisi semua informasi mengenai produk dan cara menjadi agen, alih-alih cabang pembelian agar menjangkau konsumen secara luas.

Cara ini cukup efektif. Banyak permintaan menjadi agen di seputaran Jabodetabek, hingga Yogya dan Solo. Namun karena pembelian dilakukan dalam skala kecil membuat harga nugget menjadi mahal karena terbebani ongkos kirim yang cukup besar. “Saya jadi harus utar otak lagi,” tuturnya.

Akhirnya bisa diatasi dengan membuka peluang menjadi distributor utama sehingga para agen dapat mengambil produk nugget di distributor kota setempat,” urainya.

Untuk menjadi distributor, pembelian minimal 300 pak nugget, sementara agen 100 pak, dan penjual eceran minimal pembelian 50 pak. Semua produk ini tahan disimpan dalam freezer selama 5 bulan meskipun tanpa pengawet.

Dari hasil usahanya ini, Khalila sudah mengumpulkan dana yang cukup besar untuk diinvestasikan kembali sehingga menunjang usahanya, mulai dari pembelian alat giling daging, alat pengisi sosis, pengaduk adonan, dan masih banyak lagi. Nah, Khalila sudah membuktikan, ibu rumah tangga juga bisa sukses jadi pengusaha. Ayo hasilkan rupiah dari dapur rumah.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.