Jawaban:

Saji - - Konsultasi Ukm -

Dear Mbak Handita, Berikut ini akan saya berikan gambaran untuk menjadi bahan isi dari surat perjanjian kerja yang akan dibuat: 1. KETERANGAN PARA PIHAK

Bisa disebut juga pasal 1. Isinya, data diri pemilik usaha dan calon pekerja, mulai nama, alamat, no KTP dan sebagainya. Selain itu perlu disebutkan siapa yang menjadi pihak pertama dan pihak kedua. Biasanya pihak pertama adalah pemberi kerja. 2. RUANG LINGKUP PEKERJAAN

Ruang lingkup pekerjaan adalah tugas pekerja berikut tanggung jawabnya. Dalam pasal ini boleh juga dicantumkan jabatan, batasan tugas, dan apa pekerjaan yang tidak diperkenankan dilakukan oleh pekerja. 3. CARA KERJA

Sebaiknya pekerja diberi gambaran jelas apa saja pekerjaan yang harus dilakukan selama waktu bekerja, seperti mengemas keripik dalam plastik dan memuatnya di dalam paket dus atau jenis pekerjaan lainnya. Akan lebih baik jika dituliskan target hasil pekerjaan yang harus dicapai dalam hitungan 1 jam atau selama aturan jam kerja. 4. WAKTU KERJA

Cantumkan pula salah satu pasal tentang waktu kerja. Dalam hal ini karena sifatnya pekerja lepas tentu waktunya bisa ditentukan antara jam berapa sampai jam berapa, berikut waktu istirahatnya. Jangan lupa untuk mencantumkan waktu lembur beserta kompensasinya. Atau jika ingin lebih fleksibel Anda bisa membebaskan jam masuk kerja, namun perhitungannya adalah per 1 jam. Saran saya sebaiknya harus ada target pekerjaan yang diselesaikan dalam waktu 1 jam. Contohnya dalam waktu 1 jam harus mengemas 100 bungkus keripik. 5. UPAH DAN PEMBAYARAN

Disebutkan jumlah upah yang diberikan setiap jam atau setiap kehadirannya. Selain itu juga dituliskan waktu pembayaran upah. Misal setiap hari atau seminggu sekali. 6. PENYELESAIAN PERSELISIHAN DAN BERAKHIRNYA PERJANJIAN Jika ada perselisihan akibat hal-hal seperti, tidak masuk kerja selama beberapa hari kerja tanpa keterangan tertulis atau alasan sah yang dapat dibenarkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku, melakukan tindak penipuan, pencurian, penggelapan, atau tindak-tindak melawan hukum lainnya, melakukan perusakan dengan sengaja yang menimbulkan kerugian, perjudian mabukmabukkan atau mengkonsumsi narkotika dan obat-obatan terlarang di lingkungan kerja perusahaan, melakukan keributan atau keonaran, perkelahian yang mengganggu suasana kerja, menghasut para pekerja lain untuk melakukan mogok kerja dan beberapa hal buruk lainnya, dapat dibuat sanksi untuk berakhirnya perjanjian kerja. Tuliskan pula cara penyelesaian musyawarah terlebih dahulu dan juga langkah hukumnya apabila tak bisa diselesaikan dengan cara kekeluargaan. Semoga semua masukan diatas dapat bermanfaat, salam.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.