DAYA TARIK NYA PADA TOPING & BENTUK

Kue cubit kini seakan terlahir kembali. Jajanan SD ini tengah naik daun. Penggemarnya tak lagi hanya anakanak, melainkan semua kalangan. Penjualnya lebih kreatif dalam menawarkan lebih dari sekadar kudapan yang dijual di kaki lima, pinggir jalan. Anda jug

Saji - - Inspirasi Usaha - TEKS & FOTO INTAN YS/NABILA KD/ MIFTAH F • VISUAL KHARISMA

Kue cubit masa kini hadir lebih menarik dan penuh kreativitas. Dari nama yang unik seperti “Kue Cubit Aku Dong” sampai terobosan bertoping abon dan es krim, ikut andil dalam menaikkan tren kue cubit. Penyajian dengan varian yang memukau, rasa, dan tampilan gaya baru inilah yang digunakan para penjual untuk menarik pembeli.

PAKAI ABON HINGGA BERGAYA KEBAB

Salah satu pembuat kue cubit yang begitu kreatif menampilkan produknya adalah kedai Eat Happens. Alex Mulyoto (55), salah satu pemiliknya, secara kreatif menampilkan kue cubit versi asin. Kafetaria yang terletak di Tebet, Jakarta Selatan ini punya tiga varian kue cubit, yakni beef kebab plus mayo, beef floss (abon sapi), dan chicken floss (abon ayam).

Ide unik menjodohkan kue cubit dengan toping asin ternyata mampu menjadi salah satu daya tarik tersendiri sejak meluncur ke pasaran, Mei 2015 lalu. Para pembeli terpesona dengan kue cubit abon yang berpenampilan mewah dengan tambahan krim dan taburan abon di atasnya. Lain lagi dengan kue cubit bertoping beef kebab yang menggunakan irisan daging sapi. Yang ini pun disajikan bersama mayones di atasnya. Ketiga varian kue cubit bertoping asin tersebut dipatok Rp 25 ribu per porsi berisi 6 buah.

Selain variannya yang unik, Alex menyebutkan, kue cubit buatannya juga mengandalkan tekstur yang empuk karena menggunakan banyak telur. Untuk 1 kilogram tepung, misalnya, ia menggunakan 10 butir telur.

Kebanyakan pengunjung memesan kue cubit setengah matang. Apalagi untuk menu kue cubit abon, “Rasanya memang lebih pas disajikan setengah matang,” katanya.

KUE CUBIT LABA-LABA BERTOPING ES KRIM

Kue cubit yang ditawarkan di sini sangat kreatif. Anda akan menemukan rasa kue yang berbeda, bentuk kue yang lain, di samping ragam toping yang luar biasa banyak. Rasa kue yang berbeda itu didapat dari tambahan berbagai bahan ke dalam adonan. Muhammad Fahrizal dan Nuraini, sang pemilik, menawarkan rasa original, stroberi, cokelat, oreo, cheesecake, dan green tea. Ia juga menawarkan kombinasi 2 sampai 4 rasa kue cubit sekaligus pada adonannya. “Jadi satu porsi bisa menggunakan 2 hingga 4 adonan kue cubit yang berbeda,” terang Nur Hidayah, pengelola harian kedai ini.

Nah, yang lebih unik, dan mengundang pembeli datang adalah bentuknya. Selain kue cubit yang dicetak dalam loyang berbentuk kerang yang sudah umum, di kedai Classic Cubit, kue cubit juga disajikan dalam bentuk jaring seperti sarang laba-laba. Untuk membuat kue cubit jaring, Fahrizal menggunakan wajan datar antilengket berbentuk bulat, diameter 15 sentimeter.

Setelah matang, kue cubit jaring berbentuk lingkaran, dilipat dua. Pilihan toping ditaruh di atasnya. Ada Nutella, marshmellow, keju, Oreo, Milo, kacang, chocochip, selai blueberry, saus cokelat, fruity candy (permen warna-warni), dan kacang almon panggang. Jika ingin merasakan paduan panas dan dingin, ada pilihan toping es krim. Jenisnya pun tak kalah beragam. Di antaranya es krim vanila, cokelat, stroberi, green tea, hingga es krim rasa durian. Kue cubit es krim ini meroketkan kedai yang terletak di Mall Depok Town Square ini.

Harga kue cubit yang ditawarkan dipatok mulai Rp 6 ribu – Rp 14 ribu. Sementara ragam topingnya dibanderol mulai Rp 2 ribu – Rp 8 ribu.

CIPTAKAN KUE CUBIT JUMBO

Menikmati kue cubit berukuran mini, tentu sudah biasa bagi banyak orang. Di Bandung ada kue cubit yang dibuat dalam ukuran yang tak biasa, yakni berukuran jumbo. Namanya pinch cake. Kue ini dibuat dari adonan kue cubit yang dicetak di dalam loyang berdiameter 10 sentimeter. Adonannya terdiri dari campuran terigu, baking powder, susu cair, air, butter, telur, dan gula halus. Selain ukurannya, kue cubit in dijual dalam aneka pilihan rasa. Untuk mendapatkan aneka rasa, adonan yang masih original ini kemudian diberi campuran bubuk green tea, taro, red velvet, serta selai kacang atau peanut butter.

Kue cubit jumbo ini juga disajikan bersama beragam toping. Yang paling disukai adalah kue cubit jumbo rasa red velvet dengan toping parutan keju dan tambahan wafer. Sedangkan untuk kue cubit rasa green tea, diberi topping cacahan Oreo. Untuk rasa original, diberi toping stik cokelat, taburan choco chips, dan sereal. Sementara untuk rasa taro diberi toping marshmallow. Dan untuk yang rasa peanut butter diberi toping kacang tanah goreng.

Menu yang meluncur sebulan lalu di District Café Bandung ini ramai diburu pembeli. Upaya menyajikan menu berbeda dengan menciptakan porsi besar yang mengenyangkan, membuat cafenya ramai dipenuhi anak muda Bandung terutama saat sore hari.

Seporsi menu pinch cake di kafe ini terdiri dari dua buah kue cubit yang disajikan di atas nampan kayu ini dipatok antara Rp18 ribu-Rp20 ribu per porsi. Namun menurut Tina, pengunjung tidak bisa memilih rasa kue cubit yang berbeda dalam satu porsi atau pun memilih topingnya karena porsi tersebut merupakan paket yang sudah ditetapkan pihak kafe.

“Strategi menyajikan kue cubit berukuran jumbo cukup berhasil. Selain terlihat lebih unik dalam penyajiannya, rasa yang kami tawarkan pun bisa mengikuti tren kuliner yang sedang booming saat ini. Sehingga semua kalangan bisa menikmatinya,” pungkas Tina.

NAMA UNIK

Merek dagang usaha kue cubit yang didirikan tiga anak muda kreatif ini sungguh beken di mana-mana. “Kue Cubit Aku Dong”, begitulah namanya. Marisca Herdianto (28), Evelinn Kurniadi (28) dan Frida Tumakaka (25), ketiga pendirinya, menawarkan kue cubit premium yang adonannya punya 8 varian rasa. Mulai dari original, keju, green tea, talas, bubble gum, peanut butter, Nutella, dan Ovomaltine. Topingnya sendiri tersedia dalam 7 pilihan. Ada meises, keju, potongan cokelat wafer KitKat, selai cokelat Nutella atau Ovomaltine, juga toping marshmallow.

Soal rasa, kue cubit premium ini tak main-main. Karena wangi mentega Wijsman begitu terendus saat kue cubit dihidangkan. Satu porsi kue cubit berisi 5 buah dan dijual dengan kisaran harga Rp 25 ribu sampai Rp 28 ribu. Sedangkan topingnya diberi harga antara Rp 2 ribu sampai Rp 5 ribu.

Saking larisnya, kue cubit ini sering diundang dalam berbagai acara mulai dari gathering, ulang tahun, hingga arisan dengan konsep “live cooking” untuk minimum 100 porsi. Usaha yang dirintis sejak April 2015 lalu ini kini memiliki 12 karyawan dengan sedikitnya 200 porsi kue cubit terjual setiap hari per cabang.

KUE CUBIT ALA ES CAMPUR

Kue cubit yang dijual di Yogyakarta ini juga tak kalah kreatif. Di dalam mangkuk, kue cubit disajikan meriah layaknya es campur. Bayangkan saja, selain es krim, ke dalam semangkuk kue cubit turut disertakan pula irisan buah, wafer, hingga aneka taburan. Kue cubit istimewa ini bisa ditemui di kedai Cute Bite. Salah satu pendirinya, Duhita Ayu Widyaningratri (22)

Kue cubit es krim ini diberi nama Cool Bite Vacation, harganya Rp 15 ribu per mangkuk. Cool Bite Vacation ini memiliki tiga varian, yaitu Vitamin Sea, Rocky Mountain, dan Smoothie Sand. Di dalam mangkuk, isi utamanya adalah tiga buah kue cubit dengan toping meises dan satu tangkup es krim. Untuk menu Vitamin Sea, es krim yang digunakan adalah es krim rasa stroberi dengan toping stroberi segar, sereal honeystar, marshmallow, dan dua tusuk wafer Astor. Sedangkan pilihan Rocky Mountain disajikan dengan es krim rasa vanila serta potongan buah kiwi, sereal Coco Crunch, waffle Serena, dan dua tusuk wafer coklat.

Untuk varian Smoothie Sand, kue cubit disandingkan dengan es krim cokelat, buah stroberi, sereal Fruity Loop, biskuit Oreo, dan dua tusuk wafer cokelat. Pilihan kue cubitnya ditawarkan dalam varian rasa original, red velvet, taro (ubi ungu), bubble gum, green tea, chocolate, banana, dan rainbow. Khusus untuk kue cubit rasa banana, Duhita menambahkan irisan pisang ke dalam adonan kue cubit agar terasa alami dan tentu lebih enak. Sedangkan perasa kue cubit lainnya menggunakan perasa bubuk yang aman dikonsumsi.

Cute Bite didirikan Desember 2014, tetapi baru membuka kedainya di Jl. Pandega Marta 102 B, Yogyakarta Maret 2015. Awalnya mereka masih sekadar menggunakan gerobak dan berjualan di acara-acara pasar dadakan seperti Sunday Morning yang diadakan di area Universitas Gadjah Mada. Nah, Agustus 2015 ini mereka mengeluarkan kue cubit yang disandingkan bersama es krim. Tampaknya pilihan toping baru ini makin melesatkan gerai ini.

CUTE BITE Yogyakarta/ Jl. Pandega Marta 102 B Telp 082 (Ayam Geprek Jekardah)/ 3232 49122 cutebite_yk Twitter: cutebite_yk/IG:

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.