Jawaban:

Saji - - Konsultasi Ukm -

Dear Ibu Florensa, Mendapat untung besar merupakan impian seluruh pemilik usaha. Mungkin hal yang paling menyenangkan saat menjalankan usaha adalah memperoleh untung besar. Namun perolehan untung besar tersebut harus dikaji lagi. Untung karena memang laris atau memberikan harga jual yang tinggi ?

Jika Anda memasang harga jual yang sesuai dan banyak pembelinya, otomatis keuntungan pun bertambah banyak. Namun jika memasang harga jual yang memang tinggi, walaupun berjualan tidak banyak, maka keuntungan yang diperoleh juga cukup besar.

Sebaiknya apa yang dapat dijadikan dasar patokan untuk menentukan keuntungan tiap porsi makanan yang dijual? Berikut ini akan saya berikan panduan dasar yang bisa jadi pertimbangan sebelum menentukan harga jual produk kuliner : 1. Menjual Sedikit Dengan Keuntungan Besar Setiap Produk Menjual produk dalam jumlah sedikit, tetapi menghasilkan laba yang cukup besar, biasanya membutuhkan waktu yang cukup lama. Contoh, usaha penjualan tart pengantin, setiap menjual sebuah tart bertingkat memang dapat mengantongi untung jutaan rupiah. Waktu yang dibutuhkan untuk menjual 1 buah tart bisa sekitar 1 minggu 1-2 buah atau 1 bulan 4-6 buah saja. 2. Menjual Banyak, tetapi Keuntungan Kecil Menjual produk kuliner dalam jumlah besar dan cepat perputarannya, tetapi mendapatkan keuntungan yang relatif sedikit.

Contoh, usaha katering yang menerima pesanan ratusan atau ribuan porsi. Walaupun memperoleh sedikit keuntungan dari tiap porsi, namun karena sekali pesan jumlahnya cukup banyak, maka keuntungan yang diperoleh juga cukup besar. 3. Mempertimbangkan Harga Pasaran Tentu harus diawali dengan mencari tahu harga tertinggi, harga terendah, dan harga terbanyak dari produk kuliner yang akan dijual. Setelah mengetahuinya, usahakan agar produk kuliner Anda tidak melampaui harga tertinggi (kecuali sangat istimewa). Jika ingin memasang harga terendah, hitung ongkos produksi dengan benar.

Dengan perhitungan produksi tiap unit secara benar, Anda bisa tahu berapa modal pokoknya. Dengan mengetahui modal pokoknya, barulah Anda bisa menentukan harga jual. Apakah mengikuti harga umum atau cenderung ke harga yang terendah.

Penentuan harga jual ini sudah berikut berapa banyak perolehan keuntungan yang Anda dapatkan setiap produknya. Bisa jadi keuntungan 30 persen atau 50 persen. Saran saya untuk usaha kuliner yang tidak melakukan penjualan besar, sebaiknya menentukan keuntungan di atas 30 persen dari harga jual. Mengapa? Karena masih ada biaya-biaya operasional lain seperti gas, tenaga kerja, sewa lokasi, dan transportasi yang belum di kalkulasi.

Berdasar 3 poin di atas, Anda bisa segera menentukan berapa keuntungan yang akan diambil berdasarkan jenis produk kuliner pilihan Anda. Salam.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.