Jawaban:

Saji - - Konsultasi Ukm -

Dear Ibu Putri Melati, Saya amat memahami perasaan dan kondisi yang Ibu alami saat ini. Saya pun pernah mengalaminya belasan tahun lalu. Kondisi yang Ibu alami saat ini mengingatkan pada kondisi saya dahulu dan akan saya ceritakan kondisi dan solusi yang saya ambil untuk mengatasinya.

Saya pernah punya usaha membuat aneka kue basah dan dekorasi tart yang menarik. Hal pertama yang saya lakukan membuat foto seluruh produk. Koleksi foto produk kue tersebut dibuat katalog sederhana untuk promosi disertai harga jual kue. Selain itu saya juga membuat brosurnya secara sederhana. Saya lakukan penawaran pada teman-teman dan saudara, kemudian saya membagikan brosur-brosur di depan sekolah-sekolah yang dekat dengan rumah saya, setelah itu saya menunggu datangnya order di rumah.

Satu dua hari berlalu, seminggu, dua minggu, sampai sebulan order tak kunjung datang. Saya mulai berpikir dan saya merasa ada beberapa hal yang membuat kue-kue ini tidak laku di pasaran. Setelah dianalisis, ternyata diketahui bahwa belum banyak orang tahu rasa kue, harga yang agak tinggi, dan promosi yang kurang tepat.

Akhirnya saya memutuskan untuk melakukan langkah-langkah perbaikan pada usaha saya. Pertama, saya memberikan sampel atau contoh kue pada kenalan dan saudara, terutama pada saat acara. Kedua, saya melakukan perhitungan bahan kembali, menghilangkan biaya yang kurang perlu, dan memangkas harga kurang lebih 30 persen lebih murah.

Saya juga menawarkan 2 macam kelas, regular dan spesial. Kue regular dijual dengan harga murah sekali di bawah harga pasar. Sementara yang spesial, walaupun lebih mahal, namun sedikit lebih murah dari kue sejenisnya. Yang ketiga, saya melakukan promosi kembali dengan tambahan fasilitas delivery gratis pada setiap pesanan.

Langkah lainnya, melakukan tambahan promosi dengan menitipkan pada beberapa toko rumahan dan beberapa Ibu yang aktif berjualan dengan tawaran keuntungan 20 persen dari harga. Setelah langkah-langkah tersebut saya lakukan, tidak sampai seminggu pesanan mulai datang dan akhirnya mengalir deras sampai saya kewalahan mengerjakannya terutama saat Hari Raya.

Saat awal usaha mengalami pergerakan kemajuan yang cukup drastis, saya merasa senang dan semangat luar biasa tanpa memikirkan kendala yang dihadapi kemudian hari. Usaha yang dimulai dari nol ini berkembang hingga pernah beromset ± 25 juta setiap bulan (tahun 1990-an) dengan pengambilan keuntungan 30-50 persen pada setiap kuenya tergantung tingkat kesulitan dekorasinya.

Keunggulan usaha kue saya adalah tidak dapat ditiru! Karena desain merupakan kreativitas sendiri. Maka bisa dibilang saya melaju tanpa kompetitor. Semakin banyak pesanan yang datang, malah membuat saya kelelahan. Namun saya senang karena telah berhasil menaklukkan tantangan awal yaitu order yang tak kunjung datang.

Semoga cerita saya dapat memotivasi dan bermanfaat untuk melakukan perubahan pada usaha Anda. Salam.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.