LESTARIKAN AWUG, KUDAPAN TRADISIONAL JAWA BARAT

Menjaga kelestarian penganan tradisional dengan tetap berjualan kudapan tradisional tidak mudah terutama di Bandung, di tempat banyak gerai yang menawarkan makanan modern. Namun Iwan Saepul Ramdan (26) tetap setia menjual awugnya walaupun pemasukan uangny

Saji - - Artikel - TEKS INTAN YS • FOTO INTAN YS, DOK. PRIBADI • VISUAL BAYU P.

Awug atau dikenal dongkal, merupakan penganan yang terbuat dari campuran tepung beras, kelapa parut, dan irisan gula merah yang dikukus di dalam kukusan berbentuk kerucut. Salah satu penjual awug yang cukup terkenal di wilayah Bandung dan sekitarnya terdapat di Jalan Raya Lembang, Kabupaten Bandung Utara, atau tepat berada di depan sebuah mini market di pusat kota Lembang. Awug Barokah, namanya. Kedai ini buka setiap hari, dari pukul 3 sore hingga pukul 10 malam.

Kendati pembelinya tak lagi membludak seperti dulu, namun Iwan mengaku setiap hari bisa menghabiskan tak kurang dari 10 kukusan awug yang diolahnya sendiri bersama sang istri, Nenden Nurhayati (22), di rumah mereka di kawasan Lembang, Bandung. campuran 1 kilogram tepung beras dan kelapa lalu diselingi 1/4 kg irisan gula merah yang sudah diiris halus oleh istrinya.

Ada sekitar 5-6 lapisan berselang seling antara campuran tepung beras dan kelapa dengan gula merah yang Iwan buat untuk satu kukusan kerucut. Agar aromanya harum, Iwan tak lupa memberi 1-2 lembar potongan pandan di dasar kukusan. Iwan menjual awug dengan cara mengirisirisnya menjadi kotak-kotak kecil, sebanyak 6-7 potongan lalu dimasukkan ke dalam kotak berukuran 10 X 15 cm, dengan tinggi sekitar 5,5 cm. Harga per kotaknya Rp 6 ribu saja.

Bisa juga memilih bungkus besek dari anyaman bambu dengan isi 10 potongan awug seharga Rp 10 ribu. Tak jarang Iwan juga menjual awug per kukusan yang ia hargai Rp 60 ribu atau Rp 70 ribu bila dengan tampah kecil (diameter 30 cm) dengan 5-6 macam kue di sekeliling tumpeng awugnya seharga Rp130 ribu, serta ukuran tampah besar (diameter 35 cm) dengan 7-8 macam kue di sekeliling tumpeng awugnya seharga Rp130 ribu.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.