Jawaban:

Saji - - Konsultasi Ukm -

Dear Ibu Zerlina, Walaupun tinggal di kawasan sepi penduduk Ibu bisa, kok, mewujudkan mimpinya untuk berbisnis kuliner. Memang di daerah sepi tentunya akan sulit dalam hal penjualan produk kuliner jika Anda memilih usaha yang berjualan langsung. Tapi berbisnis kuliner banyak jenisnya dan juga beragam cara penjualannya. Untuk di daerah yang sepi penduduk tentu Anda harus memilah mana bisnis kuliner yang tepat jadi pilihan.

Pada dasarnya usaha kuliner bisa terdiri atas beberapa jenis seperti usaha rumah makan, usaha roti kue, usaha katering, usaha makanan kering dan minuman. Mungkin untuk usaha yang cara penjualannya langsung seperti restoran, warung makan, toko bakery dan kedai aneka minuman agak berisiko jika dipilih karena sepinya penduduk akan mempengaruhi jumlah penjualan. Dengan sedikitnya jumlah penduduk tentu kemungkinan pembeliannya akan terbatas. Dengan pembelian terbatas dikhawatirkan hasil keuntungannya tak mampu menutupi biaya operasional sehari-hari seperti biaya gaji, listrik, gas, transportasi dan sebagainya.

Namun dengan kondisi ini Anda bisa memilih jenis usaha kuliner lainnya yang tak berjualan langsung di lokasi sekitar. Anda bisa mencari pasar di luar daerah atau bisa berjualan produk kuliner Anda di daerah lain. Anda bisa melakukan produksi di tempat yang sekarang kemudian mulai berekspansi untuk mencari daerah pemasarannya.

Contohnya, daerah Anda merupakan penghasil aneka umbi, sayur dan bumbu berarti banyak produk kuliner yang bisa dihasilkan dari bahan- bahan tersebut. Untuk umbi-umbian , Anda bisa membuat aneka makanan seperti keripik, kue kering, tepung-tepungan atau makanan olahan lainnya.

Untuk bahan baku sayuran, Anda bisa membuatnya menjadi berbagai makanan olahan atau di siangi, di potong dan dikemas untuk kebutuhan restoran. Sementara bumbunya, Anda bisa membuat aneka bumbu kemasan yang lezat, aneka bawang goreng, aneka bumbu bubuk kering dan sebagainya. Dengan produk kuliner yang unggul dan harga bersaing tentu tak sulit memasarkannya.

Mengenai pemasaran, bisa saja Anda pasarkan di lokasi sekitar, namun karena sedikitnya jumlah penduduk maka akan terbatas penjualannya. Untuk itu sebaiknya sesekali waktu Anda mencari daerah yang ramai penduduknya namun tak terlalu jauh dari lokasi untuk memasarkan produk Anda. Bawalah contoh produk dan datangi penjual yang ramai kemudian tawarkan produk Anda untuk di jualkan. Atau Anda bisa mencari restoran atau cafe yang butuh suplai bahan baku segar yang telah disiangi bersih asal daerah Anda. Dengan menjual di daerah yang lebih ramai penduduknya potensi penjualannya akan lebih besar.

Jika Anda ingin penjualan yang lebih besar, bisa dimulai dengan membuat produk-produk kuliner unggul dan kemudian memasarkannya lewat internet atau penjualan online. Buatlah semacam website atau blog yang dapat memajang aneka produk kuliner Anda. Dengan website atau blog, Anda dapat memuatnya dengan aneka produk produksi beserta fotonya, ukuran, keterangan, ijin kesehatan , lokasi usaha dan harganya. Pastikan Anda juga dapat mengirimnya lewat paket cepat sehingga memudahkan orang yang ingin berbelanja on line.

Dengan website atau blog, Anda seperti punya toko di dunia maya, namun kurang optimal jika tidak melakukan langkah promosi. Anda perlu membuat terobosan promosi agar lebih banyak orang tahu tentang produk Anda seperti melakukan promosi di media sosial facebook, twitter, dan istagram. Selain itu Anda juga bisa beriklan gratis di situs-situs penjualan seperti Olx, Berniaga, Tokopedia dan sebagainya. Dengan promosi yang gencar membuat Anda akan lebih dikenal di seluruh Indonesia atau mancanegara. Jadi walaupun Anda tinggal di lokasi sepi penduduk, Andapun tetap bisa berbisnis kuliner, Salam

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.