Pelesir:

NIKMATI MAKANAN KHAS KARO DI BERASTAGI

Saji - - Halaman Depan - TULISAN & FOTO SITA RAHMAN • VISUAL BAYU P.

Di rumah makan ini deretan menu tradisional karo halal dapat Anda cicipi. Misalnya, gule kundur ayam kampung. Kundur adalah nama lain dari baligo, sayuran sejenis labu yang bentuknya seperti melon. Sista Sembiring Pandia (33) pemiliknya, mengolah ayam kampung jadi gule kundur yang amat lezat.

Kuah gulainya kuning terang dengan rasa gurih dari santan dan kaldu ayam kampung. Meskipun bersantan, gulainya tak terlalu kental dan terasa segar. Sementara campuran buah kundur membuat hidangan gulai ini terasa lebih ringan.

Bumbu gulainya terdiri dari tumisan cabai merah, cabai rawit merah, bawang merah, bawang putih, kemiri, dan serai. Buah kundur yang sudah dipotong-potong dimasukkan terakhir agar tak hancur. Satu porsi gulai ayam kampung kundur ini dijual Rp25 ribu termasuk nasi.

Selain gulai kundur, di sini juga ada arsik ikan mas yang tidak kalah laris. Menurut Sista ada perbedaan ikan arsik Karo dengan ikan arsik di kawasan Batak Toba. Arsik khas Karo tidak terlalu kuning dan menggunakan andaliman lebih banyak. Arsik ikan mas bertekstur lebih kering karena dimasak hingga 2 jam. Beda dengan arsik di kawasan Toba yang lebih basah.

Bumbu pokok untuk membuat arsik adalah bawang batak dan asam potong. Bumbu halusnya terdiri dari cabai rawit merah, cabai merah, andaliman, cikala, serai, kunyit, dan bawang putih. Bawang merah tidak digunakan karena membuat ikan jadi bertekstur licin. Cikala adalah asam yang dibuat dari buah kecombrang.

Semua bumbu digiling halus kecuali serai dan cikala. Serai dan cikala disusun di dasar kuali. Rasa khas ikan mas arsik adalah asam pedas dari cabai dan andaliman. Ikan mas arsik disajikan dengan sayur rebusan sawi seharga Rp 20 ribu termasuk nasi.

Pelengkap hidangan di rumah makan ini adalah sambal tuk tuk. Sambal berbahan andaliman, cabai rawit, bawang putih dan perasan jeruk nipis ini jadi ciri khas di rumah makan yang buka pukul 11 siang hingga pukul 6 sore. Sst...sambalnya boleh disantap sepuasnya karena tak dikenakan biaya, lo.

Malam hari Berastagi menjadi kota yang hidup. Makanan pun mudah dicari. Pasar Kaget menjadi wisata jajan malam hari sekaligus hiburan warga setempat. Pukul 6 sore pedagang mulai memasang tenda di bibir jalan Veteran, salah satu pusat keramaian kota ini.

Makanan di Pasar Kaget mayoritas didominasi oleh ikan bakar. Salah satu warung yang terkenal adalah Warung Muslim Iqbal. Alasan yang membuat warung ini digemari adalah tersedianya banyak pilihan menu selain ikan bakar, diantaranya ayam bakar, ayam penyet, hingga soto Madura dan rawon. Rupanya pemilik warung ini adalah orang Surabaya yang menikah dengan warga Karo.

Nurwaqiah (36) pemilik warung ini, menawarkan pilihan ikan nila bakar, gurami dan ayam. Ikan dan ayam bakar itu disajikan dengan sambal terasi dan sambal kecap. Pelengkapnya urap yang terdiri dari daun ubi, bunga pepaya, dan kacang panjang yang diaduk dengan osengan bumbu kelapa parut. Sementara ikan bakarnya istimewa dibuat menggunakan bumbu rendam. “Hasilnya ikan jadi lebih gurih dan aromanya harum,”paparnya.

Bumbu rendam yang digunakan adalah bawang putih, ketumbar, kunyit dan garam. Sambal ulek yang dihadirkan Nurwaqiah juga melawan tradisi sambal terasi masyarakat setempat. Ia menyajikan sambal dengan rasa yang lebih manis. Bumbu sambalnya terdiri dari terasi, tomat, cabai merah, cabai rawit, gula merah, dan garam. Semua bumbu sebelumnya direbus, lalu diulek di atas cobek batu.

Ketika disantap, nila bakar dicocol dengan sambal yang menebarkan rasa gurih dan manis. Per porsi nila bakar dijual Rp 25 ribu.

Berastagi termasuk kota berhawa dingin. Karenanya kedai minuman hangat amat digandrungi. Salah satunya jamu di kedai Karoce. Kedai minuman khas orang Karo ini terkenal bukan main. Meski tak memiliki plang, sajian minumannya amat disukai. Meski minuman ini dinamakan jamu karoce namun jangan salah mengira, karena jamu ini rasanya tidak pahit. Bahkan disukai anak-anak hingga remaja. Bapak Zikri (80) pendirinya memang dikenal sebagi pencipta minuman legendaris ini.

Rasa jamu Karoce ini begitu khas menyerupai bandrek. Rasanya khas herbal yang bercampur dengan susu dan telur bebek yang sudah diblender. Jamu ini dinikmati hangat. Karena cuaca Brastagi dingin minuman sejenis memang dibutuhkan untuk menghangatkan badan.

Bapak Zikri menyediakan dua jenis jamu, yaitu jamu hitam dan jamu biasa dengan warna khas cokelat susu. Bahan bahan yang digunakan merah (masyarakat Karo bawang putih, tuba (jamu diseduh dan disajikan campuran susu kental pelengkap sebutir telur terpisah.

Sementara untuk jamu hitam ditambahkan lada hitam ke dalam minuman. Kedua jenis jamu ini memiliki rasa manis khas susu, jadi selain berkhasiat juga nikmat di lidah. Per gelas jamu hitam ukuran besar itu dijual Rp 12 ribu. sementara jamu biasa Rp 10 ribu.

Nama Karoce diambil dari perpaduan jamu khas Karo dan Aceh. Di Aceh, pinang muda umum dibuat minuman hangat. Karoce sering dibeli dan dibawa ke berbagai kota di Indonesia seperti Jakarta, Surabaya bahkan hingga ke Papua. Untuk oleh-oleh, pelanggan biasanya membelinya dalam kondisi serbuk kering.

Per hari sedikitnya kedai ini menjual hingga sekitar 200 gelas. Meski laris manis, Zikri tidak melengkapi usahanya dengan nomor telpon. Jika ingin membelinya, harus datang langsung. Kedai Karoce buka sejak pukul 5 sore dan tutup hingga pukul 10 malam.

Pondok ini pasti terlewati saat memasuki kota Berastagi dari arah Medan. Letaknya memang di gerbang kota Berastagi. Disebut penatapan (menatap) karena pondok ini berada di bibir jurang yang disekelilingnya diapit oleh gunung. Dari pondok Sakinah ini pengunjung bisa melihat air terjun Sikulingkap yang ada di bawahnya.

Ahmad Kurnain (44) mendirikan Pondok Penatapan agar pengunjung singgah ke tempat ini sambil menatap keindahan gunung Brastagi yang ada di sekelilingnya,” terang Ahmad Kurnain.

Pondok Sakinah punya menu andalan yang beken dari masa ke masa, yakni wajik dan bandrek. Sedangkan makanan utamanya yang jadi ikon rumah makan ini adalah pecel, mie sop, dan mie pecel. Pecel termasuk makanan paling laris. Pecel dibuat dari rebusan daun ubi, daun pepaya, kacang panjang, tauge, kangkung, dan genjer, Saat dipesan pembeli barulah di atas sayur disiram bumbu kacang.

Keistimewaannya terletak pada bumbu kacangnya yang lezat. Rasa bumbu pecel semu manis dan tekstur kacangnya halus. Saus kacang ini dibuat dari kacang tanah, jahe, kencur, cabe merah, asam jawa dan gula merah. Kacang tanah dan bumbu ditumbuk halus. Ketika bumbu dan sayur menyatu, rasanya menjadi luar biasa enak. Seporsi pecel dijual Rp 12 ribu.

Sambil bersantai, pecel ini bisa dinikmati dengan bandrek yang hangat. Sangat cocok menghangatkan badan dari cuaca dingin. Segelas bandrek harganya Rp 8ribu. juga ada onde onde dan wajik yang per potongnya dijual seribu rupiah. Nah, seru kan mengenal hidangan khas Karo di Berastagi?

antara lain sejenis umbi umbian seperti jahe menyebutnya bahim), beras kencur, merica, khas Karo), dan pinang muda. Semua bahan dengan telur bebek yang diblender plus manis. Jamu karoce ini disajikan dengan bebek rebus yang disajikan di dalam piring

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.