Inspirasi usaha

MERAUP UNTUNG DARI USAHA REMPEYEKVVVV

Saji - - Peluang Usaha - TEKS INTAN YS/ MIFTAH F/NABILA • FOTO:SHANTI K/NABILA/DOK. PRIBADI • VISUAL KHARISMA

Ternyata rempeyek bisa dikreasikan dengan berbagai cara. Selain kacang tanah yang sudah umum, bisa juga pakai kacang mede, jagung, hingga daging kepiting. Lalu kreasi lainnya bisa dimainkan dari bentuknya. Mulai dari bentuk koin hingga ditumpuk.

KACANG MEDE DAN JAGUNG DALAM REMPEYEK

Berawal gemar mengudap kacang mede, Dita Darasinta (23) mengkreasikan rempeyek dengan taburan kacang mede. Ditambah lagi peyek kacang mede belum banyak beredar di pasaran. Peluang itulah yang ditangkap anak muda ini untuk berbisnis rempeyek yang berbeda.

Rempeyek dari DikuCiku, begitu Dita menamai dagangannya, tak hanya mengandalkan kacang mede yang rasanya sendiri sudah sangat enak. Ia menggunakan campuran tepung beras dan tepung tapioka beserta bumbu-bumbu antara lain bawang putih, kemiri, kencur, sedikit gula dan garam plus santan kelapa encer dan telur agar peyeknya makin renyah. Kacang mede dicincang kasar menjadi bagian-bagian kecil agar renyahnya merata. Tak lupa ditambahkan irisan tipis daun jeruk agar rasa peyek makin mantap. Selain rempeyek kacang mede, jenis kacang lainnya juga ia jual sebagai varian. Antara lain rempeyek kacang kedelai, kacang tanah, kacang hijau, dan terselip rempeyek teri untuk jenis lainnya.

Selain rempeyek kacangkacangan dan teri, Dita juga menawarkan rempeyek jagung. Ide membuat peyek jagung terpikirkan karena ia lebih sering menjumpai jagung diolah menjadi bakwan. “Saya melihat orang kita kan suka camilan yang gurih dan renyah,” ujarnya.

Selain melalui katering, Dita menjual rempeyeknya di kantin sekolah dan kampus. Kemudian bulan Oktober tahun lalu, ia menjajakan dagangannya di beberapa akun media sosial seperti instagram.

Melalui akun instagramnya, penggemar dagangannya makin meluas hingga ke beberapa daerah seperti Aceh, Mataram dan Samarinda. Sebungkus peyek kacang mede seberat 150 hingga 200 gram, dipatok dengan harga Rp 40 ribu. Peyek jagung dan jenis lainnya rata rata dibanderol dengan kisaran Rp 20 ribu.

PEYEK LEZAT BERBAHAN KEPITING

Karena melihat daging kepiting yang begitu melimpah, maka Filsa Budi Ambia (29) terpikir menjualnya jadi rempeyek. Rempeyek kepiting buatan Filsa juga memiliki bentuk berbeda dari rempeyek pada umumnya. Ia membuatnya dalam bentuk bulatan-bulatan kecil seperti koin, namun agak tebal. Rasanya lezat khas kepiting dan renyah sekali. Rempeyeknya sengaja dibentuk bulat mini agar orang bisa praktis menyantapnya sebagai camilan ringan, bukan sekedar pelengkap makan besar saja.

Filsa menggunakan daging kepiting segar yang dicampurkan dengan adonan peyek seperti tepung beras, sagu, bawang putih, ketumbar, dan rempah lainnya. Perbandingannya satu kilogram daging kepiting diadoni bersama satu kilogram adonan peyek. Cara menggorengnya pun unik. Adonan peyek kepiting yang encer ini dituangkan ke dalam cetakan berbentuk bundar berbahan aluminium yang sudah terendam dalam minyak panas. Setelah tercetak, rempeyek dipindahkan ke wajan lain untuk mematangkannya. Sudah selesai? Ternyata belum. Hasil gorengan pertama ini berwarna gelap dan harus didiamkan semalaman. Esoknya, peyek digoreng kedua kalinya hingga mengembang dan warnanya cerah. Ada 3 pilihan rasa rempeyek yang ditawarkan, yaitu rasa original, pedas, dan lada hitam.

Rempeyek kepiting dijual dalam kemasan berbobot 40 gram dengan harga Rp 11 ribu, dan kemasan 85 gram seharga Rp 22 ribu. Semua peyek ini dapat bertahan selama 3 bulan untuk dikonsumsi. Selain di Balikpapan, produk ini juga sudah dijual melalui agen di beberapa kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, Bandung, hingga Medan.

GEPLAK DAN PEYEK MBOK TUMPUK

Peyek tidak selalu hadir dalam bentuk lembaran tipis. Di tangan Mbok Tumpuk, bentuk peyek berubah seutuhnya. Teksturnya tak lagi tipis dan halus, namun lebih seperti peyek yang bertumpuk-tumpuk dan bergerombol. Meski tebal, rempeyek ini berhasil mempertahankan kerenyahannya sehingga lebih banyak dikonsumsi sebagai camilan.

Awal-mulanya, Mbok Tumpuk hanya ingin membuat peyek yang berbeda sebagai produk lain di samping geplak yang telah diproduksi secara turun-temurun di keluarganya. Ia pun menemukan kreasi peyek yang teksturnya bertumpuk-tumpuk. Tak dinyana, keunikan tekstur peyek ini mendatangkan penggemar segala penjuru daerah. Meski sebenarnya nama Tumpuk sendiri merupakan nama yang didapatkan dari lahir, nama Mbok Tumpuk pun kemudian identik dengan peyek yang bentuknya bertumpuk-tumpuk ini.

Peyek tumpuk ini menggunakan bahan tepung beras yang dicairkan dengan campuran santan dan air, lalu diberi bumbu dari campuran kemiri, ketumbar, bawang putih, garam, telur ayam, dan kencur. Tepung kanji diberikan secukupnya, hanya sebagai pengental adonan.

Menurut Gudel (45) yang bertanggung jawab atas produksi peyek, tepung beras yang mereka gunakan pun merupakan tepung beras buatan sendiri. “Sore dicuci, lalu direndam, besoknya baru digiling,” jelasnya.

Berbeda dengan peyek biasanya, kacang tanah pada peyek ini pun tidak dicacah, tapi dibiarkan utuh. Butiran kacang tanah utuh yang mentah dicampurkan langsung ke dalam adonan peyek, lalu digoreng. Untuk dapat membentuk peyek yang seakan bertumpuk dengan tekstur yang renyah ini dibutuhkan tiga kali penggorengan.

Pada gorengan pertama, adonan yang sudah dicampur dengan kacang tanah dituang dalam takaran satu sendok sayur ke dalam minyak panas. Adonan yang menyebar dalam wajan, dikumpulkan dengan cara ditumpuk-tumpuk menjadi satu, mirip pembuatan kremesan ayam. Setelah itu, diangkat dan digoreng kembali ke dalam wajan berisi minyak panas bersama peyek-peyek lain agar matang. Peyek kemudian dianginangin selama satu malam dan baru digoreng kembali di keesokan harinya agar kering dan renyah. Diakui Gudel, peyek Mbok Tumpuk dapat bertahan hingga satu bulan tanpa berubah rasa dan tekstur asalkan bungkus belum dibuka.

Dengan pelanggan-pelanggannya yang tersebar ke berbagai daerah, dalam satu hari Peyek Mbok Tumpuk dapat menghabiskan sekitar 80-90 kg kacang tanah mentah untuk dimasak menjadi rempeyek. Untuk setengah kilogram kacang tanah menghasilkan sekitar 5-6 buah peyek. Jadi bisa dibayangkan betapa banyaknya kacang dalam sebuah peyek, kan?

Di outletnya yang terletak di daerah Bantul, peyek ini dijual dalam plastik 1/2 kiloan seharga Rp 22 ribu dan dijual secara eksklusif. Pelanggan harus datang langsung ke outletnya karena peyek Mbok Tumpuk ini tidak dijual di tempat lain dan tidak membuka cabang.

REMPEYEK LEGENDARIS YANG DIGORENG DENGAN MINYAK KELAPA MURNI

Rini adalah generasi kedua penjual rempeyek, meneruskan usaha ibunya, (almh.) Ny. Sudarno, yang sudah dirintis sejak sekitar 40 tahun lalu. Meski dijual tanpa label atau merek, rempeyek buatan Rini yang resepnya diwariskan dari sang bunda ini telah dikenal di Jakarta, bahkan sudah dibawa melanglang buana ke berbagai kota di Indoneisa hingga ke luar negeri oleh para pelanggan setianya.

Keistimewaan rempeyeknya terletak pada teksturnya yang renyah-tipis, dan rasanya khas. Rempeyeknya menggunakan perbandingan setengah kilogram tepung beras untuk setengah kilogram tepung sagu plus lima sampai tujuh butir telur. Agar adonan dasar rempeyek ini semakin gurih dan nikmat rasanya, dicampur dengan irisan daun jeruk yang cukup banyak, kencur, ketumbar, bawang merah, bawang putih, dan kemiri yang dihaluskan. Selanjutnya, adonan yang sudah dibumbui dicampur dengan 500 cc santan kental. Produk rempeyek ini dibuat dengan beragam toping, mulai dari kacang tanah, kacang hijau, dan teri medan. Jika ada yang ingin rempeyeknya diisi dengan kacang kedelai atau rebon, Rini pun menyanggupi.

Rempeyek buatan Rini begitu spesial karena ia hanya menjualnya berdasarkan pesanan. Biasanya Rini membuat sebanyak 20-30 bungkus rempeyek sekali produksi, seminggu 2-3 kali. Setiap bungkusnya Rini menakar bobot rempeyeknya sekitar 300 gram, untuk masing-masing isian yang berbeda. Harga per bungkusnya dibanderol Rp 35 ribu.

Ukuran rempeyek yang dibuat Rini tak terlalu besar atau pun terlalu kecil, melainkan sedang saja. Dibandingkan rempeyek lainnya, mungkin saja harga jual rempeyek buatan Rini jauh lebih mahal. Namun Rini menjamin, rasa dan aroma rempeyeknya sangat gurih, renyah, harum, dan enak. Apalagi untuk dijadikan lauk pendamping nasi, pecel, atau lontong sayur. Ada satu lagi kelebihan rempeyek Rini, yakni tak mudah tengik dan mampu bertahan hingga sekitar 1 minggu lamanya. Kuncinya ada pada jenis minyak goreng. Rini menggunakan minyak kelapa.

Itu sebabnya, kelezatan rempeyek Rini tersohor ke berbagai kalangan dan instansi pemerintahan di Jakarta. Bahkan kata Rini, keluarga mantan Presiden Soeharto (almarhum), kerap memesan katering berikut rempeyek pada Rini untuk pesta syukuran ulang tahun anak-anak dan cucunya.

DIKU CIKU CATERING Jl. Pengadegan Barat

3 No. 16 RT 01 RW 01 Pancoran

Jakarta Selatan Instagram: @dikuciku/ Telp 085213752448,

087862390984

PEYEK KEPITING KAMPOENG

TIMOER Jl. Indrakila/Jl. Tiga Dalam RT

01 No. 2 Kel. Gunung Samarinda, Balikpapan

Utara, Kalimantan Timur Telp (0542) 7135224

GEPLAK DAN PEYEK MBOK TUMPUK

WIB Buka pukul 08.00 - 20.00

No. 104 Jl. KH. A Wakhid Hasyim Bantul, Yogyakarta Telp. 0274-367751

REMPEYEK DAPOER (Masakan IBU

Tradisional Indonesia) Jl. Pulo Raya VIII No.

11, Kebayoran Baru, Selatan/Telp Jakarta

(021) 9295 7335 / 087 887 565 202

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.