SUKSES NAIKKAN GENGSI CENDOL LEWAT RATUSAN GERAI

Di sela-sela kerumunan produk makanan dan minuman mancanegara, Danu Sofwan (28) justru memilih berbisnis cendol. Bukan main upayanya untuk meroketkan minuman asli Indonesia ini. Sejumlah 680 gerai cendolnya menjamur di seluruh penjuru negeri. Luar biasa,

Saji - - Artikel - TEKS & FOTO NABILA K. DHIMA & DOK. PRIBADI • VISUAL BAYU P.

Tentu ada sejuta langkah jitu yang dilakukan Danu hingga usahanya menuai segunung laba. Salah satunya, membangun konsep matang. Berikutnya adalah kreativitas dalam memberi sentuhan produk lama jadi modern. Nah, kedua hal itulah yang dilakukan Danu pada produk cendolnya.

Agar bisa menembus pasar yang luas dan disukai anak muda, Danu mengganti komposisi cendol dengan bahan yang citarasanya lebih modern. Cara penyajian pun ikut diperhatikan. Cendolnya disajikan dalam cup plastik layaknya minuman bubble taiwan yang kini sedang tren di mana-mana. “Saya terinspirasi dari minuman teh dan aneka toping bubble yang laris manis. Padahal kita juga punya minuman tradisional yang tak kalah lezat” ungkapnya. “kejendol” yakni cendol yang diberi toping keju. Segelas Kejendol berisi minuman cendol, susu, dan parutan keju yang melimpah di atasnya. Nama nyeleneh terdapat dalam menu cendol tiramisu alias Sundel Bolong yang merupakan singkatan dari “tiramisu pake cendol boleh, dong.” Cendol ini disajikan bersama puding lembut tiramisu. Sungguh kreatif. seperti Pekalongan, Banyumas dan Banjarnegara, kota asal minuman tersebut. “Tak jarang juga saya menginap di mushola”, kenangnya.

Bermodal uang tabungannya yang pas-pasan, Danu menelusuri setiap kota di jalur pantura tersebut demi belajar membuat cendol. Kepada setiap pedagang cendol yang ia temui, ia tanyakan resep dan cara pembuatan cendol.

Setelah kembali ke Bekasi, Danu menerapkan proses pembuatan cendol berbekal resep-resep cendol yang telah didapatkannya dan juga video dari Youtube. Berulang kali ia coba dan berulang kali kegagalan ia alami demi mendapatkan rasa basis cendol yang lezat.

Keputusan mengganti santan dengan susu juga ia lalui dengan tidak mudah. Selama semiggu Danu mencoba lima belas produk susu yang berbeda sebelum ia keluarganya. Dengan sisa uang keluarganya ia lantas berniat untuk berjualan sepatu setelah ditawari seorang kenalan, namun tertipu dan modalnya hilang. Walau sedih, ia tak kenal putus asa. Berbagai pekerjaan pernah dicoba mulai dari kuli bangunan hingga supir.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.