HASIL PERKAWINAN BROWNIS DAN WAJIT

Meski tinggal di kota kabupaten alias kota kecil, Ajeng Adni tak pernah gentar membidik usaha yang dicita-citakannya sejak dulu, yakni berjualan makanan. Di usia yang terbilang muda ia berhasil membuat wajit, penganan tradisional khas daerahnya menjadi le

Saji - - Artikel - TEKS & FOTO INTAN YS • VISUAL BAYU P.

Wajit merupakan camilan tradisional yang terbuat dari ketan putih atau ketan hitam yang diadoni bersama parutan kelapa dan gula merah. Lalu dibungkus kulit jagung dan dijemur hingga kering. Rasanya manis dan legit. Kudapan tradisional asal Cililin, Jawa Barat ini sudah sejak dulu jadi produk oleh-oleh khas setempat. Tetapi yang mengenal kudapan ini tidak banyak. Hanya orang sekitar.

Melihat hidangan lezat hasil putra daerah yang kurang dikenal itu, Ajeng Adni tak tinggal diam. Kebetulan saat itu ia mengikuti ajang pemilihan Mojang Jajaka se-Kabupaten Bandung dan diminta mengembangkan potensi daerahnya. Dengan kreatif, ia mencari jalan keluar untuk menaikkan kelas wajit yang sebetulnya sangat lezat itu.

Ajeng teringat brownis yang begitu populer di Bandung, padat, legit, dan harum cokelat. Karena akan memadukannya dengan wajit, Ajeng memikirkan citarasanya secara serius. Supaya bisa mengimbangi rasa manis wajit, Ajeng mengurangi gula dalam brownis, sebaliknya ia menambahkan jumlah cokelatnya.

Langkah berikut adalah menentukan wadah yang pas, tempat ia bisa menyusun juga saat bersama partner usahanya, Fauzan Husni Hudaya (22), memanfaatkan media sosial secara maksimal mulai dari Blackberry Messenger, Facebook, Instagram, dan Twitter. Promosi gencar di mana-mana membuat orang penasaran dan membeli brojit secara online.

Selain itu banyak pula kalangan anak sekolah dan

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.