PELESIR

DIGOYANG KULINER KARAWANG

Saji - - Halaman Depan - TEKS & FOTO MIFTAKH F. • VISUAL BAYU P.

Di ujung Jalan Dewi Sartika kota Karawang, terlihat kabut asap yang cukup pekat. Di sinilah deretan penjual ayam panggang khas Karawang terpusat di jalan ini. Yang terkenal ada ayam panggang Pak Udju yang sudah 8 tahun mangkal di sini. Ayam panggang di kedai ini diproses dari ayam mentah, tanpa diungkep terlebih dulu. “Jadi proses panggangnya sampai 3 kali,” jelas Nursan, pengelola kedai ini.

Ayam yang digunakan adalah ayam kampung berbobot mulai 800 gram seekor. Ayam yang sudah dibersihkan dari bulunya kemudian dipanggang hingga cairannya berkurang, lalu dioleskan bumbu berupa bawang putih dan kemiri yang ditumbuk halus, lalu direndam dengan minyak dan mentega. Proses ini dilakukan hingga 2 kali, lalu ayam disimpan.

Tahu bumbu menjadi salah satu menu kegemaran warga Karawang untuk mengisi perut saat sarapan. Cukup banyak penjualnya yang mangkal di pagi hari menggunakan gerobak. Namun untuk kenyamanan dan jaminan rasa, kedai sederhana di ruas Jalan Dewi Sartika ini boleh dicoba.

Seporsi tahu bumbu berisi tahu putih goreng, lalu ditambahkan ketupat atau nasi. Tahunya terasa istimewa karena digoreng dalam minyak banyak menggunakan api kecil yang perlahanlahan membentuk kulit renyah, namun tetap lembut di bagian dalamnya. “Ini juga tahunya khusus tahu bojong karawang yang terkenal sangat lembut,” jelas Rini (41), sang pemilik kedai.

Tahu dan nasi/ketupat ini kemudian diguyur kuah kacang kental, lalu ditambahkan kecap asin dan kecap manis dari merek yang sama, yaitu Kecap Kunci. “Kecap ini juga asli produk Karawang. Saya sudah pakai jualan sejak 15 tahun yang lalu,” imbuhnya.

Kuah kacang istimewa ini juga diproses secara khusus. Meskipun rasanya gurih dan kental, tak ada santan yang ditambahkan. “Karena direbus hingga 2 jam sehingga kental dan mengeluarkan minyak kacang yang wangi,” urainya lagi.

Seporsi tahu bumbu disertai kerupuk, acar, serta sambal sebagai pelengkapnya. Bisa dinikmati dengan harga antara Rp 8 ribu – Rp 11 ribu. Jika masih kurang, ada lauk pelengkap tambahan berupa telur asin, telur dadar, hingga kering tempe yang nikmat.

Jika ada pembeli, ayam akan dipanggang ketiga kalinya di atas bara arang, dan dioles kembali dengan bumbu bawang putih hingga ayam matang dan lapisan terluarnya kering cenderung renyah, namun cukup empuk di bagian dalam. Sepotong ayam harganya Rp 12.500 atau Rp 50 ribu per ekor. Tak sedikit pembeli yang membawa ayam ini sebagai oleholeh saking nikmatnya.

Jika disantap di tempat, tersedia nasi timbel, sambal, dan lalapan sebagai pelengkapnya. Ayamnya gurih khas rasa ayam kampung. Kelezatannya memang jempolan. Dalam sehari, Nursan mengaku menyiapkan 25 – 30 ekor ayam. Namun saat akhir pekan bisa mencapai lebih dari 50 ekor. Ia setiap hari melayani pembeli mulai pukul 10.00 – 23.00.

Salah satu kuliner khas Karawang yang wajib dicoba adalah soto tangkarnya. Ada banyak penjual soto tangkar, mulai dari gerobak kaki lima yang mangkal di sudut-sudut kota Karawang, hingga kelas rumah makan yang relatif lebih nyaman. Anda bisa mencobanya di kedai Soto Tangkar Sabili yang buka mulai pukul 09.30 – 16.00 ini.

Soto tangkar di kedai ini menggunakan potongan daging sapi, kikil, dan urat. Ketiga jenis daging ini sudah direbus dalam bumbu kuning sehingga warna dagingnya juga kekuningan. Setelah itu, daging dipisahkan dengan kaldu perebusnya yang diolah lagi dengan tambahan bumbu dan santan sehingga kuahnya kental. Seporsi soto tangkar ditambahkan irisan tomat, seledri, dan taburan bawang goreng. Kelezatannya bisa ditebus dengan harga Rp 19 ribu dalam porsi cukup melimpah. Seporsi emping dan jeruk limau ikut disajikan sebagai pendampingnya.

Satu lagi menu yang ditawarkan adalah sop iga dengan harga Rp 23 ribu. Keistimewaan sop racikan sang pemilik, Asep (52) terletak pada jenis iga muda yang banyak tulang rawannya yang jadi bintang utama. “Ini lebih enak, empuk, dan gurih,” cetusnya.

Sop ini disajikan dengan tambahan wortel, kentang, dan irisan tomat. Rasanya segar sekali. Kedai berkapasitas 20 kursi ini menghabiskan 7 kilogram daging untuk soto tangkar, dan 10 kilogram iga setiap harinya.

Banyak ragam menu tradisional Sunda yang bisa Anda cicipi di rumah makan ini. Sate maranggi sudah pasti menjadi menu yang banyak dijajakan di Karawang. Istimewanya, sate maranggi di kedai ini tersaji menggiurkan di atas piring hot plate yang panas.

Namun banyak menu unik lainnya yang sudah cukup jarang kita temukan, lo. Pepes jantung pisang misalnya, menyajikan jantung pisang yang sudah direbus hingga empuk, kemudian diperas airnya, lalu diiris-iris tipis sebelum dicampurkan bumbu dan dikukus hingga matang. Rasanya gurih dan nikmat sekali disantap dengan nasi hangat. Beragam pepes lainnya yang nikmat berisi pilihan ikan mas, ayam, jambal, teri, ampela, tahu, peda, dan jamur.

Pepes jambalnya lembut dan gurih. Ragam pepes ini dibanderol dengan harga Rp 5 ribu – Rp 10 ribu.

Pelengkapnya masih ada tumis genjer taoco, daun pepaya, semur jengkol, tumis pare, karedok, kacang taoge, oncom leunca, hingga ikan bakar/cobek yang bisa dicicipi. Semuanya menawarkan citarasa gurih alami yang membuat acara bersantap makin nikmat.

Kedai bernuansa lesehan bambu ini melayani para pengunjung mulai pukul 09.00 – 20.00. Tempatnya pun cukup luas dan dapat menampung hingga 80 pengunjung.

Nah, lidah Anda siap digoyang kuliner Karawang?

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.