PEWARNA ALAMI DI SEKITAR KITA

Saji - - Saji Unggul -

BEDA PEWARNA ALAMI DAN KIMIAWI: ALAMI:

Warna agak pudar dan butek, tidak secemerlang pewarna kimiawi. Perlu diambil sarinya dahulu. Saat diadoni, warnanya bagus, setelah dimatangkan malah pudar.

KIMIAWI:

Warna cemerlang. Bisa langsung digunakan. Sebelum dimatangkan, tampak pucat, setelah dimatangkan malah jadi terang. Meski pewarna alami banyak kekurangannya dalam soal kecemerlangan warna maupun cara pemakaian, toh, warna alami lebih menyehatkan. Warna yang bisa diperoleh, antara lain: • Merah: angkak, serutan secang • Hijau: daun suji, greentea • Hitam: air merang, arang bambu • Kuning: kunyit • Oranye: wortel • Ungu/biru: kembang telang

• ANGKAK

Yang digunakan dari angkak adalah ulekan angkak yang sudah diseduh beberapa kali untuk menghilangkan pahitnya.

• SERUTAN SECANG

Kulit kayu secang ini harus direbus dahulu untuk menghilangkan warnanya. Harus diingat, warna secang akan memudar saat kue dikukus atau dioven karena itu pemakaian kulit kayunya harus banyak.

• DAUN SUJI

Ditumbuk bersama daun pandan untuk membuatnya lebih wangi lalu diambil airnya.

• GREENTEA

Greentea yang digunakan adalah bubuk teh hijau yang memang digunakan untuk membuat kue, bukan minuman supaya rasanya tidak pahit.

• AIR MERANG

Berasal dari merang yang dibakar lalu dicampur air hingga airnya berwarna hitam. Air ini yang diambil.

• ARANG BUMBU

Arang bumbu bisa langsung dicampur ke dalam adonan.

• KUNYIT

Yang diambil dari kunyit adalah airnya yang diperoleh dari kunyit parut yang diperas.

• WORTEL

Wortel bisa diblender langsung, tetapi rebus dahulu agar warna oranyenya keluar.

• KEMBANG TELANG

Kembang berwarna ungu ini memberi warna cantik pada makanan. Penggunaannya dengan cara diseduh dan diperas.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.