MANFAATKAN NANGKA JADI OLEH-OLEH BOGOR

Jika bosan dengan asinan, lapis talas, roti unyil, atau asinan jagung ketika berkunjung ke Bogor, sekarang ada lapis nangka si pendatang baru. Sesuai namanya, aroma kue ini sangat menggoda selera. Anda pasti ingin mengetahui kue ini lebih dalam.

Saji - - Artikel - TEKS & FOTO MIFTAKH F. • VISUAL BAYU P.

Inspirasi usaha bisa datang dari mana saja. Juga dari buah tangan seorang kerabat. Ketika pertama kali membuat produk lapis nangka, Noor Rafita (37) mendapat oleh-oleh nangka dari saudara di Jawa. “Jumlah nangkanya banyak sekali,” kisahnya.

Mengonsumsi buah nangka begitu saja memang enak. Namun jika terlalu banyak, tentu nek juga. tinggi ketika dijadikan tepung,” kisahnya.

Beragam kegagalan ketika membuat kue lapis nangka terus terjadi. Ada yang bantat dan keras, hingga lumer menjadi seperti bubur. Semuanya bersumber dari komposisi penggunaan buah nangka dalam adonan kue. Setelah melewati serangkaian uji coba selama 6 bulan, akhirnya Rafita menemukan trik untuk mendapatkan komposisi adonan kue yang tepat. “Jadi penggunaan nangka kira-kira 30 persen, dan maksimal 40 persen saja dalam satu resep agar tekstur kue tetap lembut dan enak,” jelasnya.

Buah nangka yang hendak digunakan pun harus dipilih dulu kualitasnya yang baik. Setelah dipisahkan, buah nangka lalu dibersihkan dari bijinya, lalu dicuci bersih, kemudian direndam air panas terlebih dulu. Selain untuk membersihkan buah nangka, air panas juga membantu melembutkan teksturnya. “Setelah itu buah nangka diblender hingga lembut, dan dicampurkan dengan bahan lainnya seperti terigu dan telur,” lanjut perempuan ramah ini.

Lapis nangka buatannya punya tekstur lembut dengan warna kekuningan. Aroma nangka langsung tercium ketika “Khusus untuk rasa cempedak hanya muncul berdasarkan pesanan saja, atau ketika sedang musim cempedak yang bagus,” imbuhnya.

Rata-rata kue lapis nangka ini bisa dikonsumsi hingga 4 hari, dan dibanderol dengan harga Rp 35 ribu, kecuali lapis nangka cempedak yang harganya mencapai Rp 40 ribu.

Selain memanfaatkan buahnya, Rafita juga berusaha memanfaatkan limbahnya berupa biji nangka yang cukup melimpah. Biji nangka (beton) ini kemudian diolah menjadi cheese stick yang ternyata rasanya tak kalah enak dengan cheese stick pada umumnya. “Intinya agar semua bahan tidak terbuang percuma dan tetap memiliki nilai ekonomis,” tutur perempuan yang pernah menjadi dosen ekonomi di Universitas Pakuan Bogor ini.

JALIN HUBUNGAN BAIK

Salah satu kunci kesuksesan Lapis Nangka buatannya terletak pada hubungan baik yang memang sudah rutin saya lakukan, seperti pengajian, arisan, atau saat menjemput anak ke sekolahnya,” terangnya.

Metode ini mungkin salah satu yang tertua, namun tetap efektif hingga saat ini. Dari kabar mulut ke mulut, Lapis nangka buatannya pun mulai menyebar ke luar lingkaran yang lebih besar hingga dipesan secara perorangan hingga level perusahaan, termasuk sebuah tempat wisata besar di Bogor, Jungle Land. “Semuanya saya layani sepenuh hati, dan memberikan yang terbaik untuk pelanggan,” jelasnya.

Berkat hubungan baik inilah akhirnya Rafita justru sering diajak untuk mengisi bazar dan berbagai acara yang selalu digelar nyaris setiap akhir pekan.

Begitu juga ketika mengurus perizinan PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga) ke Dinas Kesehatan, Departemen

Bogor Halal Fair tahun 2014 di Botani Square Bogor, Rafita diberi kesempatan untuk membuat Lapis Nangka raksasa berukuran 3 x 1,2 meter yang bobotnya mencapai 50 kilogram. “Saat itu saya merasa bangga dan senang karena lapis nangka mendapat kesempatan istimewa untuk menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu oleh-oleh khas Bogor,” imbuhnya.

Selain aktif membangun jaringan langsung, Rafita juga mengembangkan jaringan lainnya di dunia maya dengan aktif di beberapa komunitas memasak. Selain untuk menyerap ilmu, juga mendapatkan teman dan jaringan baru. “Jadi kita masuk ke komunitas jangan sekadar berjualan saja, tetapi juga menambah pertemanan dan hubungan baik yang nantinya juga memudahkan dalam urusan bisnis,” urainya.

Setelah lapis nangka meluncur dengan sukses, Rafita kini juga meluncurkan varian lapis lainnya dengan menggunakan bahan yang cukup melimpah di Bogor, yaitu talas dan stroberi. Nama produknya LaTalas dan LaBerry yang tak kalah enak.

Melengkapi layanannya, Rafita kini membuka sejumlah cabang di beberapa tempat seperti BTM Bogor, Ramayana, Kawa, hingga toko utama di Pandu Raya. Layanan antar pun ditebarkan di wilayah Jabodetabek, hingga pengiriman ke luar kota menggunakan jasa ekspedisi. Masa konsumsinya yang mencapai 4 hari di suhu ruang dan seminggu di dalam lemari pendingin, memungkinkan lapis nangka menjangkau pasar yang lebih luas hingga keluar Bogor. Nah, Anda pun bisa memanfaatkan potensi yang ada di sekitar kita, seperti Rafita dengan lapis nangka-nya yang luar biasa.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.