Jawaban:

Saji - - Konsultasi Ukm -

Dear Mbak Sri, Ada beban tersendiri ketika harus meneruskan usaha yang telah berjalan cukup baik selama ini. Tentu Anda memiliki kekhawatiran jika bisnis roti dengan resep tempo dulu ini tak cukup kuat bertahan dari gempuran roti-roti yang lebih modern.

Berikut ini saya akan berikan kunci cara bertahan untuk bisnis roti tempo dulu yang Anda jalankan: 1. PERKUAT KONSEP BISNIS Tancapkan konsep bisnis Anda pada ingatan pelanggan. Buat banyak orang mengingat bahwa usaha Anda adalah usaha roti dengan resep original tempo dulu, menggunakan bahan berkualitas tanpa bahan-bahan kimia modern untuk produksinya, juga penekanan penggunaan madre untuk jika Anda menggunakannya dalam proses produksi. 2. PROFESIONAL DALAM PENGELOLAAN Roti boleh tempo dulu, produksi boleh dengan oven tradisional, namun pengelolaan bisnis harus diusahakan menggunakan cara-cara modern agar lebih efisien dan profesional

Contohnya, pengelolaan bisnis menggunakan standar operating procedure (SOP) dan sudah menggunakan komputerisasi untuk berbagai hal seperti, pencatatan stok, laporan keuangan, dan database pelanggan. 3. STRATEGI CERDAS MENGHADAPI PERSAINGAN Kerja keras saja dalam menjalankan usaha tidak cukup. Diperlukan strategi cerdas untuk mencapai target yang ditetapkan oleh usaha.

Contoh, pilihlah strategi usaha yang tepat bagi usaha. Salah satunya adalah strategi marketing yang tepat yaitu dengan melakukan promosi dengan biaya murah, tapi tepat. Mulai juga untuk melakukan strategi pemasaran online untuk memperluas pasar. 4. INOVASI Inovasi merupakan hal yang wajib dilakukan pada usaha penjualan roti tempo dulu ini. Termasuk pada produk pelayanan agar Anda bisa bertahan melawan gempuran. Tentu tanpa menghilangkan keaslian produk utama dari usaha.

Contoh, selalu mengeluarkan jenis roti baru setiap tahun sehingga pelanggan tidak bosan dan terus menunggu roti-roti kreasi baru buatan toko Anda.

Apabila roti kreasi baru, disukai maka akan lebih banyak orang mengenal toko Anda dan sangat memungkinkan untuk menambah pelanggan . 5. KONTROL USAHA DENGAN SISTEM Kontrol usaha secara rutin dan insidental perlu dilakukan untuk semua usaha . Pengawasan dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti kehilangan barang, rasa yang berubah, dan penyelewengan uang pada usaha.

Contoh, kontrol usaha pada stok, keuangan, rasa roti dan kebersihan harus selalu dilakukan secara rutin untuk menghindari kekurangan setok, penyelewengan uang dan selalu konsisten dalam rasa roti. 6. EVALUASI USAHA SETIAP TAHUN Usaha yang telah berjalan lama, perlu melakukan evaluasi terutama saat usaha mengalami kemunduran. Sebaiknya evaluasi dilakukan dilakukan setiap tahun agar dapat mengoreksi jalannya usaha selama 12 bulan berjalan.

Contoh, lakukan evaluasi pada roti yang dijual. Apakah membuat bosan atau tidak disukai lagi? Anda bisa melihat dari data penjualan roti selama 12 bulan terakhir. Semoga bermanfaat, Salam.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.