Jawaban:

Saji - - Konsultasi Ukm -

Dear Mbak Aleyda, Banyak pemilik usaha kue mengeluhkan hal yang sama. Jenis usaha ini memang cukup berisiko. Produksi kue basah tidak tahan lama karena mudah basi. Kue yang bersisa akan merugikan pemilik usaha karena tidak dapat dijual kembali.

Salah satu cara mengatasinya adalah membatasi produksi kue. Anda harus memperhitungkan jumlah kue yang dapat terjual setiap harinya sehingga tidak kue yang dibuat tidak melebihi penjualan yang biasa dilakukan. Akan lebih baik bila Anda membuat data penjualan setiap hari minimal 4 minggu atau 1 bulan.

Amati data itu untuk mengetahui jumlah rata-rata kue yang sering terjual setiap harinya. Dengan data tersebut, Anda bisa memproduksi dengan jumlah yang tak jauh dari data penjualan rata-rata setiap harinya.

Jika ada hari-hari yang berbeda atau meningkat penjualannya, misalnya setiap hari Sabtu, maka produksinya boleh diperbanyak. Contoh, Senin sampai Rabu,rata-rata penjualannya adalah 50 buah, Kamis – Jumat sekitar 60-70 buah dan Sabtu rata-rata 100 buah. Sebaiknya produksi kue disesuaikan dengan jumlah rata-rata penjualan setiap harinya.

Bila kue tetap bersisa walaupun Anda sudah mengikuti data penjualan seperti biasanya, maka Anda bisa melakukan langkah-langkah untuk meminimalisasi risiko seperti memberikan discount khusus setiap 1-2 jam sebelum kue ditarik. Bila masih juga bersisa, sebelum kue basi, bagikanlah untuk orang terdekat, tetangga dan sekitar Anda yang membutuhkan. Orang yang Anda bagikan akan senang dengan kue yang dibagikan dan kemungkinan mereka akan melakukan promosi pada orang lain seperti “Beli kue di tempat Anda saja, selain rasanya enak pemiliknya baik hati pula!”. Akan jadi promosi gratis untuk usaha Anda bukan?

Selanjutnya kita akan membahas tentang kerusakan kue saat penjualan. Bila kue yang rusak terlalu parah dan dalam jumlah besar dapat mengakibatkan kerugian yang besar pula.

Sebaiknya pemilik usaha lebih berhati-hati dengan menghindarkan hal-hal yang dapat menimbulkan kerusakan seperti lantai licin, tangan kotor, atau memilihkan kue untuk pelanggan paling tidak mengawasinya. Cara lain yang dapat dilakukan adalah merencanakan kemasan dengan bahan yang kuat dan pemberian udara dalam kemasan sehingga kue tak mudah rusak. Semoga Bermanfaat, Salam.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.