Mulai 8 Februari 2016, kita akan memasuki tahun shio Monyet Api. Banyak orang menggambarkan, shio Monyet Api akan memengaruhi kondisi tahun mendatang hingga penuh gejolak dan sangat dinamis. Menurut ahli Fengshui, Erwin Yap, secara umum gejolak dan dinami

Saji - - Artikel -

Bicara soal shio berarti bicara waktu. “Waktu sangatlah dinamis dan manusia tak bisa melawan waktu,” ujar Erwin.

Di Indonesia, lanjut Erwin, akan selalu ada gejolak dan dinamika. “Dengan adanya dinamika waktu tersebut, tentu juga akan melahirkan kesempatan dan harapan.”

Pada dasarnya, Erwin memaparkan. shio merupakan penanda waktu. Sayangnya, banyak orang salah kaprah dengan kerap menyambungkannya dengan sifat dasar hewan yang menjadi tanda (shio) pada tahun yang sedang berjalan. “Bisa dibilang, shio adalah kemasan saja, bukan isi dari perjalanan atau kondisi sepanjang setahun.”

Apakah seseorang yang bershio Monyet, lantas ia akan memiliki sifat licik, suka mencuri, dan sifat buruk lainnya dari monyet? Tentu tidak, bukan? Maka, Erwin ingin mempertegas kembali mengenai pemahaman soal shio ini agar orang-orang tak semakin salah kaprah.

Berdasarkan sejarahnya, penanggalan berdasarkan shio dibuat untuk rakyat Tionghoa yang sebagian besar hidup secara agraris (petani) dan buta huruf. Agar mereka tahu kapan musim tanam, musim tuai, musim hama, dan musim panen, para ahli fengshui Tionghoa membuat siklus 12 bulan yang diberi namanama hewan sebagai penanda urutan tahun. Dimulai dengan tahun shio macan dan diakhiri dengan tahun shio Kerbau.

“Maka, shio hanyalah bungkus dari dinamika waktu. Sebagai bentuk komunikasi dari para ahli fengshui kerajaan kepada para petani dalam bercocok tanam. Sehingga tidak serta-merta sifat dasar hewan yang dijadikan shio atau penanda waktu tadi, memengaruhi

seluruh kondisi sepanjang tahun.”

Erwin mengatakan, monyet memiliki salah satu elemen dari 5 elemen yang ada (angin, air, tanah, kayu, logam). Elemen yang paling kuat pengaruhnya terhadap shio monyet adalah logam besar atau logam yang. “Logam yang” ini digambarkan seperti pisau besar, pedang, atau kapak, yang memiliki tugas memotong. Tak heran, di tahun monyet ini akan banyak sekali peristiwa yang berhubungan dengan pemotongan atau pembentukan. Dalam arti, bisa lebih cenderung ke arah disipliner. “Itu adalah sifat utama dari tahun Monyet. Selanjutnya, tahun 2016 ini unsur yang menyertainya adalah api.”

Nah, di tahun Monyet yang berlangsung mulai 8 Februbari ini berada di bawah pengaruh elemen logam dan api. Dalam hal ini, lanjut Erwin, unsurnya bukan api kecil melainkan api besar atau “api yang”. Erwin menggambarkan api yang sebagai matahari. Manusia tentu sangat membutuhkan matahari. “Matahari, jika diinterpretasikan ke dalam kehidupan bisnis akan jauh lebih terang dibandingkan tahun lalu,”urai Erwin.

Tahun Kambing Kayu, lanjutnya, “Saya gambarkan seperti kaktus di padang gurun. Pertumbuhan kaktus, kan, lama dan kering. Pengaruhnya ke kondisi perekonomian di tahun lalu adalah sangat lambat. Nah, tahun Monyet Api saya ibaratkan seperti orang sedang bekerja dengan kapak di bawah terik matahari yang menggambarkan kerja keras.”

Sehingga bisa dikatakan sepanjang tahun 2016 kondisi perekonomian lebih menggeliat dibanding tahun Kambing Kayu. Dengan kata lain, kondisinya lebih bagus karena ada unsur api yang (matahari) yang cerah sinarnya. Di sisi lain, ada unsur logam yang berarti ada banyak perubahan kebijakan. “Secara umum atau global, kondisi bisnis di tahun Monyet Api lebih menggeliat, lebih bagus, lebih dinamis, dibandingkan tahun lalu. Hasilnya pun begitu. Akan lebih bagus.”

Selanjutnya, bisnis apa yang bagus di tahun Monyet Api? Jawabnya, bisnis yang berelemen air. Sifat air adalah mengalir. Ada banyak jenis bisnis yang mengalir seperti air yang akan baik di tahun Monyet Api. Misalnya, di bidang transportasi, komunikasi, dan perdagangan. Sebaliknya, bisnis yang tidak baik di tahun Monyet Api adalah bisnis kayu atau perkayuan dan bidang edukasi. “Istilahnya kedua jenis bisnis ini akan lebih menderita dibandingkan tahun lalu.”

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.