RESELLER JADI UJUNG TOMBAK USAHA

Saji - - Artikel -

Agar pembeli mendapatkan brownis beku yang fresh, Mega memproduksi Mr. Froniez setiap pagi. Dimulai sejak pukul 07.00 hingga pukul 15.00. Dibantu empat karyawan, dalam sehari Mega mampu memproduksi 60-80 loyang brownis yang kemudian dipotong kecil-kecil dan dimasukkan ke dalam plastik sebelum dibekukan.

Harga per stik Mr froniez Rp 9 ribu. Sementara dalam satu kotak isi lima Mr. Froniez dengan berbagai rasa, harganya Rp 40 ribu.

Kendati basis usahanya ada di Surabaya, Mr. Froniez sudah dipasarkan ke seluruh Indonesia secara online dan mengandalkan reseller sebagai ujung tombak usahanya dari berbagai kota. Di antaranya Jombang, Yogyakarta, Cikarang, Bekasi, hingga Jakarta. Untuk menjadi reseller Mr. froniez, hanya ada satu syarat khusus yang diajukan Mega, yakni tidak boleh mengganti nama merek dagangnya.

Memiliki usaha Mr. Froniez, kata Mega, merupakan peluang usaha yang tak membutuhkan modal besar. Ia mengaku hanya menyiapkan modal tak kurang dari Rp 15 juta, yang digunakan untuk membeli berbagai peralatan dan freezer. “Kurang dari setahun, sudah balik modal, lo,” katanya bangga.

Soal omzet, Mega mengaku dalam sebulan bisa mendapatkan Rp 50 juta.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.