MENGEMBANGKAN KEMITRAAN

Saji - - Artikel -

Arie mulai berjualan Cendol Sin di kedai mungil tak jauh dari rumahnya di kawasan Jatinegara. Ia memilih usaha cendol karena sang istri, Lusiana, cukup piawai membuat cendol sebagai salah satu sajian di keluarganya. “Awalnya saya mengandalkan penjualan langsung di kedai kecil yang berada di jalur akses pasar Jatinegara,” jelasnya.

Rupanya cendol susu dan buah sangat menarik minat warga sekitar, khususnya orang-orang yang bekerja di Pasar Jatinegara. Arie yang sebelumnya menjalankan bisnis bahan bangunan ini kemudian memilih fokus pada usaha cendol setelah melihat antusiasme warga sekitar pada cendol buatannya. “Saya langsung mengurus perijinan dan sertifikasi seperti PIRT, sertifikat halal, dan juga merek,” imbuhnya.

Setelah 3 bulan, Arie mulai memberanikan diri untuk membuka kemitraan. “Sejak buka sebenarnya banyak yang minta kemitraan. Makanya saya urus dulu perijinan sehingga lebih mudah untuk bekerja sama dengan mitra,” imbuhnya lagi.

Kemitraan pun mulai meluas. Selain di Jakarta yang sudah tersebar di 23 titik, kemitraan pun berekembang ke kota lain seperti Bogor, Tangerang, Bandung, Lampung, Medan, Jambi, Kendari, Makassar, Manado, hingga Balikpapan dan Samarinda. Totalnya kira-kira 100 cabang dalam tempo 1,5 tahun. Luar biasa, bukan?

Kemitraan ini ditawarkan dengan harga Rp 7,5 juta saja. Mitra akan mendapatkan 1 gerobak, serta alat pendukung berupa panci untuk membuat cendol, gelas, cup sealer, seragam, brosur, spanduk, serta paket bahan cendol sebanyak 100 gelas. “Kita dukung juga dengan pelatihan karyawan sehingga lancar saat berjualan. Konsep cendol kami cukup menggunakan satu karyawan saja untuk satu gerai sehingga efektif,” urainya.

Bagi mitra di Jakarta, cendol sudah didapatkan dalam bentuk cendol siap pakai. Sedangkan bagi mitra luar Jakarta, akan dikirimkan tepung premix cendol serta air daun suji sehingga lebih mudah untuk dikirimkan. “Tutorial dan alat pembuatnya juga kami sertakan,” jelas Arie.

Arie menjamin cendol buatannya berbahan alami, hanya menggunakan tepung beras, sagu, serta daun pandan dan saun suji. “Saya jamin tanpa pewarna buatan, pemanis buatan, maupun bahan pengawet,” tegasnya.

Untuk keseragaman rasa, Arie juga menyertakan alat takaran untuk membuat cendol dalam satu gelas, baik gula, cendol, susu, dan bahan tambahan lainnya. Jadi dijamin rasa cendol tak berbeda di berbagai cabang.

Saat ini Arie mengelola 3 cabang saja di Jakarta. Sementara sisanya adalah milik mitra. “Berdasarkan data yang saya miliki, mitra yang sukses membuka gerai Cendol Sin umumnya berlokasi di kawasan kampus, pasar, dan di dekat rumah makan besar. Beberapa mitra bahkan bisa membuka hingga 4 outlet,” ujarnya membuka rahasia.

Nah, Anda terinspirasi untuk membuka usaha cendol segar aneka buah ini? Saji Edisi 354 • Th. XIII • 18 - 31 Mei 2016

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.