KARI KAMBING SIMPANG EK TREEN

Saji - - Pelesir -

Jalan Medan – Banda Aceh, Lhokseumawe, NAD Telp: 085260033610

Di masa lalu, menu kari kambing khas Aceh hanya dihidangkan ketika ada acara kenduri rakyat. Kari kambing biasanya dimasak ramai-ramai oleh warga di meunasah (tempat perkumpulan warga) sebelum disajikan.

Namun kini, kari kambing bisa ditemui di banyak rumah makan yang tersebar di kota Lhokseumawe. Salah satunya di Rumah Makan Simpang Ek Treen milik (alm.) Ismail.

Saking larisnya, Mursyidah yang meneruskan usaha, mengaku minimal memotong 5 ekor kambing per hari demi memenuhi kebutuhan warungnya. Jenis kambing yang dipakai adalah kambing kacang yang populer di Aceh. Kambing kecil ini per ekornya memiliki berat 10 hingga 12 kg.

Kari kambing ala kenduri ini berisi potongan daging kambing dipadukan sayur labu air. Kuah karinya berwarna merah, terbuat dari santan kental dan perpaduan bumbu rempah. Seperti cabai merah, cabai keriting, cabai kering, serai, daun jeruk, daun pandan, kapulaga, bawang merah, dan bawang putih.

Rasa kari kambing Mursyidah sangat otentik, menggunakan resep asli keluarga dan dimasak dengan cara tradisional. Tungkunya dari tanah liat dan bahan bakar kayu. Begitu pula nasi putihnya, ditanak menggunakan kayu bakar dalam dandang.

Seporsi kari kambing, disajikan bersama nasi dan sepiring jeroan kambing goreng yang disajikan terpisah. Tersedia pula minuman segar mentimun serut, yang dipercaya bisa mengantisipasi lonjakan kolesterol dan tekanan darah tinggi seusai mengkonsumsi kambing. Seporsi kari kambing Rp 22 ribu dan Rp3 ribu untuk segelas mentimun serut. Untuk mencicipi kari kambing ini, Anda harus datang pukul 10.00 hingga 15.00 WIB.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.