ADA 7 RASA, SERBA RENYAH

Saji - - Artikel -

Retno mengembangkan bisnis sus kering mulai tahun 2013 lalu. Sementara usaha Lan’s Cookies miliknya sudah dirintisnya sejak tahun 2008. “Awalnya saya membuat praline. Namun masa konsumsi pendek dan terlalu berisiko,” jelasnya.

Selain itu, ia sebenarnya juga sudah mengembangkan produk kue sus kering di tahun 2009. Ia membuat soes kering original dan variasi rasa kornet pedas. “Namun saat itu saya masih menggunakan terigu,” terangnya.

Dalam perjalanan usahanya, Retno pun mulai mengikuti beragam pelatihan dari sejumlah dinas di Bandung seperti dinas kesehatan dan perdagangan. Termasuk aktif dalam Asosiasi Industri Kecil Menengah Agro (AIKMA) Bandung. “Di situlah saya berkenalan dengan pelaku ukm dari beberapa daerah lain, termasuk dari Yogyakarta yang menggunakan tepung ganyong dan mocaf untuk membuat produk kuliner seperti bagelen yang renyah dan enak,” ceritanya.

Retno lantas mengganti bahan sus keringnya jadi tepung ganyong dan mocaf karena dari informasi yang didapatkan, kedua jenis tepung ini bisa membuat sus lebih renyah, lebih kaya serat dan nutrisi, serta tidak mengandung gluten. “Harga tepung ganyong dan mocaf memang relatif lebih mahal, namun sebanding dengan hasil dan rasanya,” urai Retno.

Saat ini ada 7 rasa sus kering yang dibuat Retno. Di antaranya blueberry, cokelat, double choco, original, original pedas, kornet pedas, dan keju. Setiap jenis sus ini menawarkan rasa yang berbeda. Misalnya, rasa original, terasa gurih dengan aroma unik dari seledri yang ikut terpanggang dalam adonan. Cukup sulit berhenti mengunyah kudapan yang renyah dan gurih ini.

Jika suka rasa pedas, tersedia versi original yang ditambahkan bubuk cabai. Rasanya lebih berani.

Dalam kategori sus kering yang gurih, masih ada pilihan lain, yaitu kornet pedas dan keju. Rasa kornet yang gurih dengan sentuhan rasa pedas juga tak kalah enak, lo. Apalagi rasa keju. Sungguh terasa keju gurih di setiap gigitan. “Khusus rasa keju ini selain menggunakan cheddar, saya tambahkan juga keju parmesan agar lebih terasa kejunya,” jelas Retno.

Bagi penyuka kue sus kering rasa manis, ada 3 pilihan yang bisa dicoba. Di antaranya rasa bluberi, cokelat, dan double choco. Rasa bluberinya cukup unik karena bluberinya disemprotkan melingkar di atas setiap sus kering. “Sus ini dioven dua kali. Pertama ketika masih polos setelah itu sus sudah berhias selai,” jelasnya.

Sementara sus kering cokelat, cokelatnya malah terletak di dalam. Ada lagi yang sejenis, tetapi sus keringnya berwarna cokelat karena ditambahkan dark cooking chocolate ke dalam adonan. “Double choco ini sangat disukai penggemar cokelat karena rasanya nyoklat banget,” promosinya.

Beragam jenis kue sus kering ini tersedia dalam beberapa kemasan. Di antaranya kemasan plastik kecil berbobot 65 gram, plastik 150 gram, dan kemasan tabung 140 gram. Harganya dipatok antara Rp 10 ribu – Rp 25 ribu. Kerenyahannya bisa bertahan dikonsumsi hingga 2 bulan sehingga cukup mudah dikirimkan ke luar kota.

Saat ini, sus beragam rasa ini sudah tersedia di sejumlah outlet ternama di Bandung, seperti Tahu Lembang, Brownies Amanda, toko H. Amir, Odjolali, Setiabudhi Supermarket, restoran Kedai Nyonya Rumah, hingga Sam’s Strawberry. Selain itu juga sudah tersedia di agen (reseller) yang tersebar di Bandung, Bogor, Jakarta, hingga Bontang (Kaltim).

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.