MANGUT LELE ASAP MBAH MARTO

Saji - - Pelesir -

Buka pukul 11.00 - 16.00 WIB Jl. Parangtritis Km 6,5 (selatan Kampus ISI Yogyakarta) Dusun Nengahan, Padukuhan Ngiring-iring, Panggungharjo, Sewon, Bantul Telp: 0821 3737 3477

Terletak di sebuah perkampungan, lokasi warung mangut lele asap Mbah Marto (91) agak sulit ditemukan. Namun proses pencarian yang sulit sepadan dengan kelezatan hidangan yang disajikan.

Warung Mbah Marto yang sudah ada sejak 1989 ini memiliki sajian khas mangut lele asap. Mbah Marto sangat berpengalaman mengolah lele asap menjadi mangut yang lezat. Ia pertama kali memasak mangut lele asap pada 1945. Di kala itu, seporsi nasi mangut lele asap dijual 5 sen.

Berbeda dengan mangut lele kebanyakan, bumbu mangut Mbah Marto dominan rasa pedasnya. Kuahnya sangat kental dan berwarna merah menyala, berkat penggunaan cabai yang melimpah.

Warung berkapasitas 20 orang ini juga populer berkat lele asapnya. Lele ditusuk pelepah kelapa lalu diasap, sebelum dimasak bersama bumbu mangut yang pedas menyengat. Aroma asap pada daging lelenya berpadu nikmat dengan pedasnya kuah mangut. Dalam sehari, Mbah Marto membutuhkan 25 kg lele.

Mangut lele asap disantap bersama gudeg berkuah yang menggenangi nasi atau disebut “sego nggeneng”. Gudegnya tak sekadar berisi nangka muda (gori), tapi dicampur daun ketela. Dimasak menggunakan tungku dan bakar kayu, hasil masakan Mbah Marto memiliki rasa dan aroma yang khas.

Seporsi “sego nggeneng” plus mangut lele asap pedas, harganya Rp 20 ribu. Harga yang sama untuk seporsi nasi dengan opor atau garang asem. Oh ya, garang asem Mbah Marto juga unik. Kuahnya bersantan dan kuning mirip opor. Namun rasa dan aroma segar belimbing wuluhnya tetap terasa.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.