Buah Batok & Rumbia Jadi Bahan Utama Rujak

Saji - - Artikel -

Di dalam warung gubuk beratap daun rumbia, Hamid (48) terlihat sedang melayani para pembeli rujaknya. Meskipun tempatnya sederhana, warung yang populer disebut Warung Rujak Nibung ini selalu ramai dipenuhi pembeli.

Rujak Nibung telah beroperasi sejak 1990 silam. Semula Hamid dibantu istrinya berjualan buah-buahan. Ketika buah tak laku, banyak yang busuk dan berakhir di tempat sampah. “Hati kami sering kali teriris melihat buah-buahan yang tak laku. Sejak itulah kami berpikir, bagaimana caranya agar buah yang mulai busuk tak perlu langsung dibuang.”

Sambil tetap berjualan buah, Hamid mulai memilah buah. Yang setengah busuk, ia iris-iris bagian yang masih bagusnya. Buah iris itu ia kemas dalam plastik. Bila ada yang ingin disertai bumbu rujak, ia sediakan juga. Seiring waktu, pembeli justru lebih tertarik membeli rujaknya ketimbang buah-buahan.

Tak heran bila Hamid memutuskan untuk menyeriusi berjualan rujak. Ia lantas menawarkan berbagai menu rujak di warungnya. Di antaranya rujak buah segar manis dan pedas yang disajikan dalam gelas, rujak ulek, dan rujak cincang atau rujak yang buahnya diiris dan dicocol bumbu rujak.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.